JAKARTA, nusainsider.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemanggilan terhadap pengusaha rokok asal Madura, Jawa Timur, H. Khairul Umam atau yang dikenal sebagai Haji Her. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan dugaan kasus suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya pemanggilan tersebut. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik.
“Benar, KPK melakukan pemanggilan terhadap Haji Her,” ujar Budi Prasetyo, dikutip TIMES Indonesia, Selasa (7/4/2026).
Budi menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima konfirmasi terkait alasan ketidakhadiran saksi tersebut. KPK pun memastikan akan menjadwalkan ulang pemeriksaan.
“Kami belum mendapat konfirmasi atas ketidakhadiran saksi dimaksud. Penyidik tentu akan melakukan penjadwalan ulang,” jelasnya.
Ia juga mengimbau seluruh pihak yang dipanggil dalam proses penyidikan untuk bersikap kooperatif.
“KPK mengimbau agar para saksi yang dipanggil dalam penyidikan perkara dapat hadir dan memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Haji Her melalui Ketua Yayasan Haji Her Peduli Indonesia, Muhammad Taufik, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar.
Menurut Taufik, informasi yang menyebut Haji Her telah diperiksa oleh KPK adalah tidak benar.
“Pemberitaan yang menyebutkan Haji Her diperiksa KPK itu tidak benar sama sekali. Kami membantah dengan tegas. Itu hoaks dan sangat merugikan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia juga menegaskan bahwa Haji Her merupakan sosok pengusaha yang selama ini dikenal aktif membantu petani tembakau di Madura.
“Haji Her bukan hanya pengusaha, tapi juga tokoh yang konsisten memperjuangkan kesejahteraan petani tembakau. Beliau hadir langsung membantu para petani, membeli hasil panen mereka, dan memastikan roda ekonomi tetap berjalan. Jadi framing yang berkembang itu sangat tidak tepat dan menyesatkan,” imbuhnya.
Diketahui, Haji Her yang memiliki nama asli Khairul Umam merupakan pengusaha asal Pamekasan yang dikenal luas dengan julukan “Crazy Rich Madura” atau “Sultan Madura”.
Ia menjabat sebagai CEO PT Bawang Mas Group yang bergerak di sektor pembelian dan pengolahan tembakau.
Selain itu, ia juga mengembangkan bisnis di sektor kuliner melalui Bento Group Indonesia yang menaungi brand Bento Kopi.
![]()
Penulis : Wafa
















