Diduga Sajikan Makanan Berulat, SPPG Ganding Sumenep Akan Disidak Satgas MBG

Minggu, 12 April 2026 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Papan Nama SPPG di kecamatan Ganding dan Dugaan Puding Buah Naga Ber-ulat.

Foto. Papan Nama SPPG di kecamatan Ganding dan Dugaan Puding Buah Naga Ber-ulat.

SUMENEP, nusainsider.com Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi pelajar justru diduga berubah menjadi ancaman di Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU Ganding kini diterpa isu serius: mulai dari dugaan makanan berulat hingga indikasi mark-up anggaran.

Informasi yang dihimpun nusainsider.com dari warga dan lingkungan sekolah di Dusun Jatean, Desa Ganding, menyebutkan bahwa sejumlah siswa mengalami muntah-muntah usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Dugaan kuat mengarah pada kualitas makanan yang tidak higienis, bahkan disebut terdapat ulat dalam sajian.

Tak berhenti di situ, sorotan juga mengarah pada dugaan permainan anggaran dalam operasional SPPG tersebut. Meski belum terungkap secara rinci, indikasi mark-up disebut-sebut menjadi bagian dari persoalan yang kini mulai terkuak ke publik.

Baca Juga :  Berikan Jaminan Kesejahteraan Pengrajin Keris, Disbudporapar Sumenep Targetkan 2025 Raperda Keris Rampung

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, mengaku pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia memastikan inspeksi mendadak (sidak) akan segera dilakukan guna menguji kebenaran dugaan tersebut.

“Biar kita sidak dulu. Satgas akan menindaklanjuti ke lapangan terkait adanya temuan tersebut,” tegas Arif saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (11/04/2026).

Namun, pernyataan tersebut sekaligus menjadi pintu awal dari proses panjang yang dinanti publik: apakah dugaan ini sekadar kasus kelalaian, atau justru mengarah pada persoalan yang lebih sistemik dalam pengelolaan program MBG di daerah.

Arif sapaan akrabnya menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman dan verifikasi secara menyeluruh.

Baca Juga :  Simak! Ini Kegiatan Rakyat dan Kalender Event Sumenep 2025, Tertarik? Yuk ke Sumenep

Ia juga membuka kemungkinan adanya koordinasi lintas instansi jika ditemukan pelanggaran serius.

“Kami akan melakukan pendalaman dan verifikasi secara menyeluruh guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan,” ujarnya.

Hasil dari sidak dan investigasi tersebut, lanjut Arif, akan dilaporkan kepada pimpinan dan diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN).

Laporan ini berpotensi menjadi dasar pengambilan keputusan strategis, termasuk evaluasi hingga kemungkinan penghentian operasional.

Namun demikian, Arif menegaskan bahwa kewenangan penutupan SPPG bukan berada di tangan Satgas daerah.

“Jika memang terbukti makanan tidak higienis hingga menyebabkan siswa muntah-muntah, kami akan sampaikan ke BGN. Untuk penutupan operasional, itu kewenangan BGN,” jelasnya.

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi kredibilitas pelaksanaan program MBG di Sumenep.

Di satu sisi, program ini digadang-gadang sebagai upaya mulia negara dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Namun di sisi lain, dugaan kelalaian hingga potensi penyimpangan anggaran berisiko mencederai kepercayaan publik.

Baca Juga :  RSUDMA Sumenep Perkuat Layanan Ramah Difabel Lewat Program Kesehatan di SLB Saronggi

Publik kini menunggu: apakah sidak yang dijanjikan akan mampu mengungkap fakta sebenarnya, atau justru berhenti pada formalitas tanpa menyentuh akar persoalan.

Hingga berita ini dinaikkan, pihak pewarta sudah mengantongi Video klarifikasi dari Salahsatu Pihak Yayasan.

Namun, publik juga berhak tahu bahwa setelah beberapa hari masif pemberitaan berkenaan dengan dugaan sajian makanan ber-ulat di SPPG dikecamatan Ganding, Pihak SPPG akhirnya menggalang kepedulian dengan meminta Video Klarifikasi yang diduga bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan publik atas kelalaian yang telah dilakukan.

Bahkan, ada salahsatu yayasan yang masih enggan memberikan klarifikasi.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

H. Bambang Budianto ; Dari Pembinaan Menuju Kemandirian dan Masa Depan yang Lebih Baik
CV Ayunda Permata Sejahtera Dukung Transformasi Lapas Pamekasan Jadi Tempat Pembinaan yang Produktif
Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas
Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata
Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan
MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak
Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:48 WIB

H. Bambang Budianto ; Dari Pembinaan Menuju Kemandirian dan Masa Depan yang Lebih Baik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:42 WIB

CV Ayunda Permata Sejahtera Dukung Transformasi Lapas Pamekasan Jadi Tempat Pembinaan yang Produktif

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36 WIB

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:49 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:32 WIB

Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:53 WIB

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:47 WIB

Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:32 WIB

Implementasi Arahan Presiden, Bappeda Sumenep Bergerak Ciptakan Kota Bersih dan Sehat

Berita Terbaru