Di Tengah Ombak dan Gelap Laut, Perawat Nonggunong Perjuangkan Nyawa Pasien

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Nakes asal Puskesmas Nonggunong Sapudi saat mendampingi Rujukan pasien menuju RSUD Moh Anwar Sumenep

Foto. Nakes asal Puskesmas Nonggunong Sapudi saat mendampingi Rujukan pasien menuju RSUD Moh Anwar Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Langit mulai gelap ketika adzan Maghrib berkumandang di Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep. Di saat sebagian orang bersiap menikmati waktu bersama keluarga, sebuah panggilan darurat justru membawa Vera Nur Alisa menembus malam dan ganasnya lautan demi menyelamatkan nyawa pasien.

Perempuan yang sehari-hari bertugas sebagai perawat di Puskesmas Nonggunong itu menerima kabar mendadak dari ruang rawat inap.

Seorang pasien bernama Mas’ud, warga Sokarammi Paseser, harus segera dirujuk ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep karena kondisinya yang membutuhkan penanganan cepat.

Tak ada waktu menunggu pagi. Sekitar pukul 17.30 WIB, Vera langsung menuju kantor untuk melakukan serah terima pasien bersama tim rujukan.

Dalam benaknya, perjalanan malam itu akan menggunakan kapal besar yang lebih aman. Namun bayangan tersebut sirna saat ia tiba di Pelabuhan Sokarammi. Di hadapannya hanya tersedia sebuah perahu nelayan sederhana yang akan digunakan untuk membawa pasien menuju Pelabuhan Dungkek.

Baca Juga :  Syukur dan Kebersamaan, Legung Barat Gelar Rokat Desa serta Lepas Pisah Mahasiswa KKN Annuqayah

Sekitar pukul 18.30 WIB, perahu kayu itu akhirnya bersandar. Ambulans yang membawa pasien segera diposisikan mendekati bibir pelabuhan. Keluarga pasien tampak sigap membantu proses pemindahan.

Di atas tandu, tubuh Mas’ud terlihat lemah. Wajahnya nyaris tanpa reaksi, hanya terbaring diam di tengah persiapan perjalanan laut yang penuh ketidakpastian.

Tepat pukul 19.00 WIB, perahu mulai meninggalkan dermaga. Laut malam itu sebenarnya cukup bersahabat. Ombak tidak terlalu tinggi dan angin bertiup pelan.

Perjalanan menuju Dungkek diperkirakan berlangsung lebih cepat dari biasanya.
Namun ketenangan itu mendadak berubah menjadi kepanikan ketika perahu berada di sekitar perairan dekat Pulau Gili Iyang.

Baca Juga :  Ungkap Kasus Tabrak Lari Terbanyak se-Jawa Timur, Polres Sumenep Terima Prestasi 

Mesin kapal tiba-tiba dimatikan.Suasana seketika hening. Nahkoda memberi tahu bahwa setir perahu patah. Perahu kehilangan kendali dan terombang-ambing di tengah laut yang gelap.

Di atas perahu kecil itu hanya ada enam orang, terdiri dari keluarga pasien, awak kapal, dan Vera yang tetap mendampingi pasien selama perjalanan.

Tak banyak yang bisa dilakukan selain menunggu. Selama sekitar tujuh menit, nahkoda bersama awak kapal berusaha memperbaiki kerusakan di tengah gelombang malam.

Sementara itu, Vera tetap berada di sisi pasien, memastikan kondisinya tetap aman meski rasa cemas terus menghantui.
Malam terasa begitu panjang. Laut yang semula tampak tenang perlahan menghadirkan ketakutan yang sulit dijelaskan. Namun di tengah situasi tersebut, tidak ada seorang pun yang memilih menyerah.

Baca Juga :  Liga 1 Rencana Akan Digelar 1 Juli 2023, Presiden Madura United: Belum Ada Surat Ke Klub

Beruntung, kerusakan akhirnya berhasil diatasi. Perahu kembali melaju perlahan menuju Pelabuhan Dungkek.

Sekitar pukul 20.30 WIB, rombongan akhirnya tiba dengan selamat.

Bagi sebagian orang, perjalanan itu mungkin hanya sebuah proses rujukan pasien biasa. Namun bagi Vera, malam tersebut menjadi pengingat bahwa tugas tenaga kesehatan di wilayah kepulauan bukan sekadar pekerjaan.

Ada keberanian yang harus dibawa menyeberangi laut.
Ada nyawa yang harus diperjuangkan meski diterpa gelap dan ketidakpastian.
Dan ada pengabdian yang tetap berjalan, bahkan di atas perahu kecil yang nyaris kehilangan arah di tengah lautan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru