Digitalisasi hingga Layanan Intensif Diperkuat, RSUD Sumenep Jawab Kebutuhan Kesehatan Masyarakat

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Direktur RSUD Moh Anwar Sumenep

Foto. Direktur RSUD Moh Anwar Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus melakukan penguatan layanan kesehatan guna menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Sebagai rumah sakit tipe B milik Pemerintah Kabupaten Sumenep, berbagai langkah strategis dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas layanan spesialis, serta memperkuat fasilitas penunjang medis.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan RSUD Sumenep sebagai pusat rujukan kesehatan bagi masyarakat Madura bagian timur, termasuk wilayah kepulauan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses layanan medis.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan menjadi prioritas utama pada tahun 2026.

Menurutnya, rumah sakit terus berbenah agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan berkualitas.

“Fokus kami adalah memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien serta kemudahan akses pelayanan,” ujar dr. Erliyati, Rabu (4/6/2026).

Ia menjelaskan, RSUD Sumenep terus menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan layanan kesehatan modern, baik melalui peningkatan teknologi medis, penguatan sumber daya manusia, maupun penyediaan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Baca Juga :  Petani Tembakau Sumenep Punya Pegangan Harga, Pengusaha Bisa Atur Produksi. Bupati Diapresiasi

Seiring meningkatnya kapasitas layanan rumah sakit, sejumlah kasus medis yang sebelumnya harus dirujuk ke rumah sakit di luar Kabupaten Sumenep kini mulai dapat ditangani secara mandiri.

Kondisi ini diharapkan mampu mengurangi beban biaya sekaligus memangkas waktu perjalanan pasien dan keluarga.

Pada sektor kegawatdaruratan, RSUD Sumenep juga terus memperkuat pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi selama 24 jam.

Selain itu, kapasitas ruang perawatan intensif atau Intensive Care Unit (ICU) turut ditingkatkan guna menunjang penanganan pasien dengan kondisi kritis.

Baca Juga :  Kain Batik Pengrajin Hilang, Batik Festival 2025 Arutala Disebut Begini

Tak hanya itu, pengembangan fasilitas kesehatan anak dan bayi juga menjadi perhatian serius melalui penguatan layanan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Kehadiran fasilitas tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas penanganan pasien usia dini yang membutuhkan perawatan khusus.

Dalam upaya memperluas cakupan layanan spesialis, RSUD Sumenep kini mulai mempersiapkan pengembangan layanan jantung dan paru. Kehadiran layanan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat Madura timur yang selama ini harus dirujuk ke daerah lain untuk mendapatkan penanganan spesialis.

Dari sisi pelayanan publik, transformasi digital juga terus diperluas melalui penerapan sistem antrean elektronik yang terintegrasi dengan layanan kesehatan nasional.

Sistem tersebut memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran dan pengaturan jadwal pemeriksaan secara daring sehingga proses pelayanan menjadi lebih praktis dan efisien.

Baca Juga :  Warga Gelap, Wakil Rakyat Bergerak: DPRD Sumenep Soroti Krisis Listrik Kepulauan

RSUD Sumenep juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta BPJS Kesehatan. Rumah sakit berupaya memastikan tidak ada pasien yang mengalami hambatan dalam memperoleh layanan medis akibat persoalan administrasi.

Dr. Erliyati menambahkan, keberhasilan pengembangan layanan kesehatan tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, tenaga kesehatan, serta berbagai pihak yang selama ini berkontribusi dalam peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Dengan berbagai pembenahan yang terus dilakukan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di kawasan timur Madura sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar pelayanan kesehatan semakin berkualitas serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Momen Mengharukan di SDN Barkot 3, Siswa Sungkem Guru Usai Dinyatakan Lulus
Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat
Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah
Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan
Konsisten Berbagi, 11 Hari Program Detikzone.id Berbagi Buktikan Media Bisa Menjadi Jembatan Kebaikan
Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo
Dukung Swasembada Pangan, Polisi Cek Pengelolaan Peternakan Ayam Petelur di Babbalan
Meski Diguyur Hujan Deras, Koramil 0827/20 Sapudi Tetap Bantu Warga Gotong Royong

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:34 WIB

Momen Mengharukan di SDN Barkot 3, Siswa Sungkem Guru Usai Dinyatakan Lulus

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:52 WIB

Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:19 WIB

Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:48 WIB

Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:42 WIB

Konsisten Berbagi, 11 Hari Program Detikzone.id Berbagi Buktikan Media Bisa Menjadi Jembatan Kebaikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:38 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Polisi Cek Pengelolaan Peternakan Ayam Petelur di Babbalan

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:25 WIB

Meski Diguyur Hujan Deras, Koramil 0827/20 Sapudi Tetap Bantu Warga Gotong Royong

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:28 WIB

Di Tengah Sorotan Proyek Pelra Rp45,1 Miliar, Kekayaan Kepala KSOP Kalianget Tercatat Rp876 Juta

Berita Terbaru