SUMENEP, nusainsider.com — Forum Komunikasi Santri Giliyang Tarate (FOKSAGITA) Pondok Pesantren Aqidah Usymuni, Terate, Pandian, Sumenep, kembali menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Alumni sebagai upaya menjaga ikatan keluarga besar pesantren dengan para santri dan alumni yang tersebar di berbagai wilayah.
Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan ini bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat hubungan emosional antara pesantren dan para alumninya, baik yang berada di wilayah daratan maupun kepulauan.
Pada tahun ini, kegiatan dipusatkan di Kepulauan Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Lokasi tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan silaturahmi pesantren yang sebelumnya telah digelar di wilayah Kepulauan Raas dan Sapudi.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Aqidah Usymuni, Kiai Zainul Alim bersama istri, Ustad Moh Erfan, Ustadzah Asiyah, serta keluarga besar pesantren lainnya yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Perwakilan alumni FOKSAGITA, Imam Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Alumni ini merupakan bentuk komitmen untuk menjaga hubungan batin antara alumni dengan pondok pesantren.
Menurutnya, momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga sarana untuk menyambung hati agar tetap terhubung dengan sanad keilmuan yang telah diperoleh selama menimba ilmu di pesantren.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa hubungan antara alumni dan pondok pesantren tetap terjaga. Ini penting agar nilai-nilai keilmuan dan akhlak yang diajarkan di pesantren terus hidup di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Imam menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk tanggung jawab moral para alumni untuk menjaga nilai-nilai yang diwariskan oleh para guru serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengakui bahwa keberadaan FOKSAGITA sangat membantu dalam menjaga kekompakan alumni, khususnya yang berada di wilayah kepulauan seperti Giliyang yang memiliki keterbatasan akses.
“FOKSAGITA sebagai wadah alumni harus mampu menjaga kekompakan dan memperkuat komunikasi antar alumni, sehingga tetap solid meskipun terpisah oleh jarak geografis,” tambahnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Aqidah Usymuni, Kiai Zainul Alim, dalam sambutannya menekankan pentingnya silaturahmi sebagai kunci utama dalam menjaga keberkahan ilmu serta mempererat persaudaraan.
Menurutnya, para alumni memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan pesantren dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Ia juga mengapresiasi semangat para alumni yang tetap menjaga hubungan dengan pesantren meskipun berada di wilayah yang berjauhan.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi sarana menjaga keberkahan ilmu dan memperkuat jaringan dakwah yang telah dibangun oleh pesantren,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai Alim menekankan kepada para santri dan alumni untuk terus menjaga akhlak, mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat ukhuwah dan menjaga kesinambungan dakwah pesantren.
Diketahui, kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Alumni-santri tersebut berlangsung khidmat dengan menghadirkan penceramah KH Subhan Khotib asal Kabupaten Sumenep.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak para santri, alumni, dan masyarakat umum untuk senantiasa menjaga persatuan, meningkatkan keimanan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
![]()
Penulis : Wafa
















