IWO Sumenep Gelar Lomba Pidato Bung Karno, Pemkab Dorong Pelestarian Nilai Perjuangan dan Bahasa Madura

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pembukaan Lomba Baca Puisi dan Pidato Juni Bulan Bung Karno

Foto. Pembukaan Lomba Baca Puisi dan Pidato Juni Bulan Bung Karno

SUMENEP, nusainsider.com Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep resmi membuka Lomba Baca Puisi dan Lomba Pidato Bung Karno di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang setiap tahun diperingati untuk mengenang jasa dan pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Tahun ini, antusiasme peserta terlihat meningkat signifikan. Sebanyak 130 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi pemerintah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, hingga peserta dari sejumlah daerah lain di Madura turut ambil bagian dalam perlombaan tersebut.

Jumlah tersebut tercatat lebih banyak dibandingkan pelaksanaan lomba pada tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan peserta itu menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengenal sekaligus menghayati nilai-nilai perjuangan Bung Karno melalui seni baca puisi dan pidato.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, yang hadir mewakili Bupati Sumenep.

Dalam sambutannya, Faruk menyampaikan apresiasi kepada IWO Sumenep yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kegiatan semacam itu memiliki nilai strategis dalam menanamkan semangat kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada IWO Sumenep yang terus berkomitmen menggelar kegiatan ini. Kegiatan ini sangat positif karena menjadi sarana mengingat kembali jasa dan perjuangan Bung Karno,” ujarnya.

Faruk juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam perlombaan tersebut. Ia mengaku bangga karena jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Alhamdulillah jumlah peserta tahun ini mencapai 130 orang. Ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami berharap OPD yang belum mengirimkan peserta dapat segera menyusul pada perlombaan berikutnya,” katanya.

Menurut Faruk, lomba pidato dan baca puisi Bung Karno bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi media edukasi yang efektif untuk mengenalkan kembali pemikiran dan nilai perjuangan sang proklamator kepada masyarakat.

Baca Juga :  PUTR Sumenep Tancap Gas: 591 Sambungan Air, 741 Tangki Septik Dibangun

Ia menegaskan bahwa Bung Karno merupakan tokoh besar bangsa yang memiliki kontribusi luar biasa dalam perjalanan sejarah Indonesia. Karena itu, generasi muda perlu terus didorong agar mengenal dan memahami gagasan-gagasan kebangsaan yang diwariskan oleh Presiden pertama RI tersebut.

“Bung Karno adalah tokoh besar yang telah memberikan banyak pelajaran tentang nasionalisme, persatuan, dan kecintaan terhadap bangsa. Nilai-nilai itu harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” tuturnya.

Selain menekankan pentingnya meneladani perjuangan Bung Karno, Faruk juga menyinggung komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam melestarikan bahasa daerah, khususnya Bahasa Madura.

Baca Juga :  Dear Jatim Laporkan MBG Sumenep ke BGN, Dugaan Konflik Kepentingan DPRD Menguat

Menurutnya, Bahasa Madura merupakan bagian dari identitas budaya yang harus dijaga keberlangsungannya.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah terus mendorong penggunaan bahasa ibu di lingkungan pendidikan sebagai salah satu upaya pelestarian budaya lokal.

Upaya tersebut bahkan mendapat perhatian di tingkat nasional. Kabupaten Sumenep berhasil meraih penghargaan atas penggunaan dan pengembangan bahasa ibu di lingkungan sekolah.

“Bahasa Madura harus terus kita banggakan dan lestarikan. Penggunaan bahasa ibu di sekolah menjadi salah satu bentuk nyata menjaga identitas budaya daerah. Itu sebabnya dalam acara ini saya lebih banyak menggunakan bahasa Madura,” ungkapnya.

Faruk berharap lomba yang digagas oleh IWO Sumenep tersebut dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang semakin besar. Bahkan, ke depan ia mengusulkan agar cakupan peserta diperluas hingga tingkat Jawa Timur.

Baca Juga :  Penyuluhan Lebih Mudah, Petani Sumenep Kini Gunakan E-Pindah

Menurutnya, semakin luas jangkauan peserta, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan dalam upaya menanamkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada masyarakat.

“Perlu kita tingkatkan terus. Jika nanti bisa dikembangkan pesertanya se-Jawa Timur, bahkan lebih dari itu, tentu akan menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sumenep. Sebab kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan peserta, tetapi juga mempertahankan dan menanamkan nilai perjuangan Bung Karno,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, IWO Sumenep berharap semangat nasionalisme, kecintaan terhadap budaya daerah, serta penghormatan terhadap jasa para pendiri bangsa dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Kehadiran ratusan peserta menjadi bukti bahwa nilai-nilai perjuangan Bung Karno masih relevan dan terus mendapat tempat di hati generasi masa kini.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Perkuat Pengawasan BSPS 2026, Sekda Tegas Tolak Segala Bentuk Pungli
Cuaca Bersahabat, Luas Tanam Tembakau Sumenep 2026 Diprediksi Kembali Meningkat
Rutan Sumenep Tingkatkan Pelayanan Publik Berbasis Teknologi Lewat E-LAKSI
Satresnarkoba Polres Sumenep Sebut Fakta Penyidikan Kasus Narkoba “M” Mengarah ke Pasal 127, Bukan Pasal 114
Haru Pelepasan SD Taquma Surabaya, Ning Lia Beri Pesan Inspiratif untuk Generasi Emas
BPK RI Didesak Audit Anggaran Pakaian Dinas KSOP Kalianget yang Dianggarkan Berulang Sejak 2022 Hingga 2026
Terkuak! Dugaan Setoran Warnai Pelepasan Pengguna Narkoba M di Batuputih
Momentum Hari Laut Sedunia, PKDI Sumenep Kampanyekan Pelestarian Laut dan Pesisir

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:26 WIB

IWO Sumenep Gelar Lomba Pidato Bung Karno, Pemkab Dorong Pelestarian Nilai Perjuangan dan Bahasa Madura

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:39 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Pengawasan BSPS 2026, Sekda Tegas Tolak Segala Bentuk Pungli

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:45 WIB

Cuaca Bersahabat, Luas Tanam Tembakau Sumenep 2026 Diprediksi Kembali Meningkat

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:25 WIB

Rutan Sumenep Tingkatkan Pelayanan Publik Berbasis Teknologi Lewat E-LAKSI

Senin, 8 Juni 2026 - 21:24 WIB

Satresnarkoba Polres Sumenep Sebut Fakta Penyidikan Kasus Narkoba “M” Mengarah ke Pasal 127, Bukan Pasal 114

Senin, 8 Juni 2026 - 18:10 WIB

BPK RI Didesak Audit Anggaran Pakaian Dinas KSOP Kalianget yang Dianggarkan Berulang Sejak 2022 Hingga 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 07:45 WIB

Terkuak! Dugaan Setoran Warnai Pelepasan Pengguna Narkoba M di Batuputih

Senin, 8 Juni 2026 - 06:44 WIB

Momentum Hari Laut Sedunia, PKDI Sumenep Kampanyekan Pelestarian Laut dan Pesisir

Berita Terbaru