Guru Ngaji Dinilai Strategis Jaga Keutuhan NKRI, Ini Pesan Said Abdullah di Sumenep

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Anggota DPR RI Dapil XI Madura MH Sa'id Abdullah

Foto. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Anggota DPR RI Dapil XI Madura MH Sa'id Abdullah

SUMENEP, nusainsider.com Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur XI Madura, MH Said Abdullah, menegaskan pentingnya peran guru ngaji dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat.

Menurutnya, guru ngaji memiliki posisi yang sangat strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga tingkat akar rumput. Melalui peran tersebut, guru ngaji dinilai mampu menanamkan semangat persatuan, toleransi, serta kecintaan terhadap tanah air.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, De Baghraf Hotel Sumenep, Selasa (23/6/2026). Kegiatan itu diikuti ratusan guru ngaji dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang, baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga :  Spektakuler! Yuk Hadir, Nanti Malam ada Launching Logo Hari jadi ke - 757 di Sumenep

Salah satu narasumber, Amir Syarifuddin, menyoroti pentingnya pemahaman agama yang utuh dan kontekstual sebagai fondasi dalam menjaga kerukunan serta memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Amir, pemahaman agama yang hanya berorientasi pada teks tanpa mempertimbangkan konteks berpotensi melahirkan cara pandang sempit yang dapat memicu sikap intoleran maupun ekstrem.

“Kadang ada yang hanya melihat teks, tetapi mengabaikan konteks. Padahal satu ayat bisa memiliki banyak tafsir dan penjelasan. Pemahaman yang sempit berpotensi melahirkan sikap yang justru bertentangan dengan nilai agama itu sendiri,” ujarnya.

Amir sapaan akrabnya menjelaskan, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks. Persoalan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan ideologi, tetapi juga fanatisme sempit, lemahnya penegakan hukum, hingga derasnya pengaruh globalisasi yang masuk ke berbagai lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Ning Lia Sebut Sholawat di Grahadi Tak Hanya Satukan Umat, tapi Gerakkan Ekonomi UMKM

Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun pola pikir kritis agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang parsial maupun menyesatkan.

“Kesadaran untuk memahami informasi secara utuh menjadi sangat penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap mampu menjaga harmoni sosial,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber lainnya, Slamet Wahedi, menegaskan bahwa semangat kebangsaan harus menjadi perekat seluruh elemen masyarakat di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan pandangan politik.

Menurutnya, perbedaan pendapat dalam sistem demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun demikian, kritik terhadap pemerintah harus disampaikan secara konstruktif dan tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Kalau ada kebijakan yang dianggap keliru, silakan dikritik dan dievaluasi. Itu hak warga negara. Tetapi jangan sampai perbedaan pendapat membuat kita saling memusuhi, karena pada dasarnya kita tetap satu bangsa,” katanya.

Slamet menambahkan, demokrasi yang sehat membutuhkan masyarakat yang memiliki kesadaran politik serta pemahaman kebangsaan yang baik. Dengan demikian, setiap proses pembangunan dapat berjalan secara partisipatif dan tetap mengedepankan persatuan nasional.

Baca Juga :  Aktivis GEMPAR Pertanyakan Kampus Megah di Sumenep Berdiri di Atas Aset Daerah

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh kebijakan pembangunan semestinya berorientasi pada terwujudnya keadilan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama berbangsa dan bernegara.

Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut, para guru ngaji diharapkan tidak hanya menjalankan peran sebagai pendidik keagamaan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat.

Selain itu, mereka diharapkan mampu memperkuat semangat toleransi, menjaga persatuan, serta turut berkontribusi dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah berbagai tantangan zaman yang terus berkembang.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Festival Sape Sonok Jadi Magnet Wisata, Tradisi Madura Dipentaskan di GOR A Yani
Agustus Makin Istimewa, MYZE Hotel Sumenep Tebar “Hadiah Kemerdekaan” Lewat Artotel Wanderlust
MYZE Hotel Sumenep Tawarkan Sensasi Dinner di Tepi Kolam, Cocok untuk Keluarga dan Pasangan
Ning Lia Sebut Sholawat di Grahadi Tak Hanya Satukan Umat, tapi Gerakkan Ekonomi UMKM
Dikukuhkan di Sumenep, Relawan Slamet Ariyadi Tegaskan Komitmen Perkuat PAN dari Bawah
BEM SI Kerakyatan Jatim 2026–2027: Bukan Sekadar Regenerasi, Tapi Mengawal Kepentingan Rakyat
Di Rakornas FKMSB, Lia Istifhama Tekankan Santri Harus Mandiri Secara Ekonomi
Ning Lia, Politisi yang Memilih Turun Langsung: Merawat Demokrasi dari Ruang-Ruang Anak Muda

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Festival Sape Sonok Jadi Magnet Wisata, Tradisi Madura Dipentaskan di GOR A Yani

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Agustus Makin Istimewa, MYZE Hotel Sumenep Tebar “Hadiah Kemerdekaan” Lewat Artotel Wanderlust

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:39 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tawarkan Sensasi Dinner di Tepi Kolam, Cocok untuk Keluarga dan Pasangan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 01:43 WIB

Ning Lia Sebut Sholawat di Grahadi Tak Hanya Satukan Umat, tapi Gerakkan Ekonomi UMKM

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Dikukuhkan di Sumenep, Relawan Slamet Ariyadi Tegaskan Komitmen Perkuat PAN dari Bawah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Di Rakornas FKMSB, Lia Istifhama Tekankan Santri Harus Mandiri Secara Ekonomi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Ning Lia, Politisi yang Memilih Turun Langsung: Merawat Demokrasi dari Ruang-Ruang Anak Muda

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Ning Lia: Raka-Raki Jatim Bukan Sekadar Duta Wisata, tapi Penggerak Potensi Daerah

Berita Terbaru