Jambore Perhutanan Sosial 2026, Ning Lia Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADIUN, nusainsider.com   Anggota DPD RI, Ning Lia, turut menghadiri dan menyemarakkan Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 yang digelar di Alun-Alun Reksogati, Kabupaten Madiun, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera” tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, kelompok tani hutan, akademisi, dan dunia usaha dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Kegiatan ini diikuti ratusan kelompok perhutanan sosial dari berbagai daerah di Jawa Timur dan menjadi ajang konsolidasi besar bagi para pelaku perhutanan sosial untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Dalam sambutannya, Khofifah berharap jambore tersebut mampu menjadi ruang kolaborasi yang menghadirkan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Semoga ke depan kita semua semakin sehat, semakin berkah, semakin sukses, semakin damai, dan semakin menguatkan persaudaraan kita,” ujarnya.

Khofifah juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan luasan perhutanan sosial terbesar di Indonesia, yakni hampir 30 persen dari total luasan nasional. Selain itu, nilai transaksi ekonomi sektor perhutanan sosial Jawa Timur juga tercatat sebagai yang tertinggi di tingkat nasional.

Baca Juga :  Perkuat Transparansi, Bupati Sumenep Resmi Lantik Komisioner Komisi Informasi

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak berpuas diri. Menurutnya, akses penguatan bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) harus terus diperluas, terutama dalam pengembangan usaha agroforestri dan komoditas unggulan seperti kopi.

“Kolaborasi antara petani hutan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas produk serta memperluas akses pasar,” tegasnya.

Sebagai tuan rumah, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Madiun untuk menjadi lokasi penyelenggaraan jambore.

Ia menilai perhutanan sosial merupakan program strategis yang mampu mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sejalan dengan tema Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat sinergi, berbagi inovasi, dan membangun kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan jambore diawali dengan sarasehan yang diikuti sekitar 200 kelompok perhutanan sosial. Berbagai agenda turut digelar, mulai dari podcast tata kelola perhutanan sosial, business matching, hingga pameran produk unggulan hasil hutan sosial dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Dilantik Presiden Prabowo, Achmad Fauzi dan KH Imam Hasyim Siap Bangun Sumenep

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengalokasikan dukungan ekonomi produktif lebih dari Rp3 miliar pada tahun 2026 untuk kelompok-kelompok perhutanan sosial. Dukungan tersebut dinilai telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Di sela kegiatan, Senator DPD RI Ning Lia menyampaikan apresiasi atas semangat para pelaku perhutanan sosial yang terus berinovasi dalam mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  PN Sumenep Angkat Bicara Soal Tudingan Suap di Kasus Sengketa Lahan

Menurutnya, perhutanan sosial merupakan instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Perhutanan sosial bukan hanya tentang menjaga hutan tetap lestari, tetapi juga bagaimana masyarakat di sekitar hutan dapat memperoleh manfaat ekonomi yang berkeadilan. Kolaborasi dan gotong royong menjadi kunci untuk mewujudkan tujuan tersebut,” ujar Ning Lia.

Ia juga mengapresiasi berbagai produk unggulan yang dipamerkan oleh kelompok perhutanan sosial dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Menurutnya, jambore ini menjadi wadah yang efektif untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, serta membuka peluang kerja sama yang dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan perhutanan sosial di Jawa Timur semakin berkembang dan mampu menjadi model pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bungkam Soal Proyek PELRA dan Dugaan Intimidasi Pewarta, Kepala KSOP Kalianget Berpotensi Tersandung Masalah Hukum
Semarak Soekarno Fun Run 2026, Abrari-Hosnan Dukung Sport Tourism dan Kreativitas Pemuda
Dari Tari Topeng hingga Hadrah Klasik, Panggung Budaya Sumenep Siap Memukau Penonton Nanti Malam
Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?
Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara
Ketahanan Pangan dari Desa, Polsek Batang-Batang Monitoring Green House Melon Pertiwi
Tanpa Dana APBD, Soekarno Fun Run 2026 Bagikan Voucher Jajan di Komentari Peserta
Dokter Spesialis Sudah Tiba, Gangguan Listrik Jadi Tantangan Pelayanan Kesehatan di Sapudi

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:43 WIB

Bungkam Soal Proyek PELRA dan Dugaan Intimidasi Pewarta, Kepala KSOP Kalianget Berpotensi Tersandung Masalah Hukum

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:46 WIB

Jambore Perhutanan Sosial 2026, Ning Lia Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:32 WIB

Semarak Soekarno Fun Run 2026, Abrari-Hosnan Dukung Sport Tourism dan Kreativitas Pemuda

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:59 WIB

Dari Tari Topeng hingga Hadrah Klasik, Panggung Budaya Sumenep Siap Memukau Penonton Nanti Malam

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:35 WIB

Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:45 WIB

Ketahanan Pangan dari Desa, Polsek Batang-Batang Monitoring Green House Melon Pertiwi

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:43 WIB

Tanpa Dana APBD, Soekarno Fun Run 2026 Bagikan Voucher Jajan di Komentari Peserta

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:32 WIB

Dokter Spesialis Sudah Tiba, Gangguan Listrik Jadi Tantangan Pelayanan Kesehatan di Sapudi

Berita Terbaru