Dari Vuvuzela hingga Drama Zidane, Achsanul Qosasi Beberkan Standar Ideal Piala Dunia

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Presiden Madura United Achsanul Qosasi

Foto. Presiden Madura United Achsanul Qosasi

MADURA, nusainsider.com Turnamen sepak bola terbesar di dunia, Piala Dunia, tidak hanya menjadi ajang adu gengsi antarnegara, tetapi juga diharapkan mampu meninggalkan warisan besar bagi perkembangan sepak bola global.

Harapan tersebut disampaikan Presiden Madura United FC, Prof. Dr. Achsanul Qosasi.
Tokoh nasional asal Madura yang akrab disapa Prof. AQ itu menilai setiap penyelenggaraan Piala Dunia seharusnya tidak hanya menghadirkan pertandingan berkualitas tinggi, tetapi juga memberikan pengaruh signifikan terhadap kemajuan industri sepak bola modern.

“Piala Dunia kali ini semoga menyajikan pengaruh besar dalam sepak bola,” ujar Achsanul Qosasi saat menyampaikan pandangannya mengenai kilas balik sejarah Piala Dunia, Minggu (21/6/2026).

Dalam refleksinya, AQ mengajak para pecinta sepak bola mengenang sejumlah momen ikonis yang pernah tercipta dalam sejarah turnamen empat tahunan tersebut. Salah satu yang paling membekas baginya adalah gelaran Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Respons Cepat Kerusakan Sekolah di Gapura, Renovasi Atap Segera Dilakukan

Menurutnya, edisi tersebut memiliki karakteristik unik yang sulit dilupakan. Mulai dari anthem resmi yang dianggap sebagai salah satu lagu terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia hingga atmosfer khas yang tercipta melalui suara vuvuzela, terompet tradisional Afrika Selatan yang sempat menjadi simbol turnamen.

Selain itu, Piala Dunia 2010 juga menjadi panggung lahir dan bersinarnya sejumlah pemain kelas dunia. Nama-nama seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Andres Iniesta, hingga Asamoah Gyan menjadi bagian dari cerita besar yang membuat edisi tersebut dikenang para penggemar sepak bola.

Baca Juga :  Sengketa Aset Pesantren Jemursari, Penggugat Empat Kali Absen dari Persidangan

Meski demikian, AQ menilai standar tertinggi penyelenggaraan Piala Dunia hingga kini masih dipegang oleh Jerman saat menjadi tuan rumah pada tahun 2006.

“Namun dalam hal penyelenggaraan, Piala Dunia 2006 di Jerman masih yang terbaik karena kepuasan suporter dan peserta yang hadir saat itu, ditambah drama seruduk dari Zidane,” tegasnya.

Menurut AQ, keberhasilan Jerman menghadirkan kenyamanan bagi suporter, fasilitas yang memadai bagi peserta, serta berbagai momen bersejarah menjadikan turnamen tersebut sebagai salah satu penyelenggaraan Piala Dunia paling sukses sepanjang masa.

Baca Juga :  Siapkan Pelaksanaan Liga 4, Lapangan Gor A Yani Sumenep akan Dilakukan Perbaikan Tahun Ini

Salah satu momen yang paling dikenang adalah insiden kartu merah yang diterima Zinedine Zidane pada partai final yang menambah dramatis jalannya turnamen.

Melalui refleksi sejarah tersebut, AQ berharap penyelenggaraan Piala Dunia saat ini mampu memadukan kemeriahan budaya seperti yang ditunjukkan Afrika Selatan pada 2010 dengan kualitas manajemen dan pelayanan yang pernah ditampilkan Jerman pada 2006.

Dengan demikian, Piala Dunia tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur miliaran pasang mata di seluruh dunia, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan sepak bola, baik dari sisi pembinaan pemain, industri olahraga, maupun peningkatan kualitas penyelenggaraan kompetisi di masa depan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

DPD RI Lia Istifhama Ajak Gen Z Aktif Berpolitik dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat
Ketua Banggar DPR RI Soroti Nasib Industri Rokok Madura di Tengah Tekanan Tarif Cukai
Madura Jadi Pusat Perhatian Nasional, TNI AD Gelar Karya Bakti Skala Besar di Empat Kabupaten
Tiga Tokoh Nasional Hadiri Grand Opening Ashuma Sport Massage, Komjen Iqbal hingga BHS Beri Dukungan Penuh
Hari Krida Pertanian 2026, DKPP Sumenep Dorong Inovasi dan Modernisasi Sektor Pertanian
Songennep Sodek Parjuga 1269-2027, Logo Hari Jadi Sumenep Hadirkan Semangat Kebersamaan dan Pembangunan
Hari Krida Pertanian 2026, Ketua PKDI Sumenep: Desa Kuat Berawal dari Pertanian yang Maju
PSHT Sumenep Cetak 107 Pendekar Berbudi Luhur pada Malam Suro 2026

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:49 WIB

DPD RI Lia Istifhama Ajak Gen Z Aktif Berpolitik dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:32 WIB

Ketua Banggar DPR RI Soroti Nasib Industri Rokok Madura di Tengah Tekanan Tarif Cukai

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:25 WIB

Dari Vuvuzela hingga Drama Zidane, Achsanul Qosasi Beberkan Standar Ideal Piala Dunia

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:56 WIB

Madura Jadi Pusat Perhatian Nasional, TNI AD Gelar Karya Bakti Skala Besar di Empat Kabupaten

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:24 WIB

Tiga Tokoh Nasional Hadiri Grand Opening Ashuma Sport Massage, Komjen Iqbal hingga BHS Beri Dukungan Penuh

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:52 WIB

Songennep Sodek Parjuga 1269-2027, Logo Hari Jadi Sumenep Hadirkan Semangat Kebersamaan dan Pembangunan

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:59 WIB

Hari Krida Pertanian 2026, Ketua PKDI Sumenep: Desa Kuat Berawal dari Pertanian yang Maju

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:46 WIB

PSHT Sumenep Cetak 107 Pendekar Berbudi Luhur pada Malam Suro 2026

Berita Terbaru