Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kegiatan Khitan massal Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kangean Energy Indonesia (KEI)

Foto. Kegiatan Khitan massal Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kangean Energy Indonesia (KEI)

SUMENEP, nusainsider.com — Program Khitanan Untuk Negeri 2026 yang diselenggarakan Yayasan Bakrie Amanah bersama Energi Mega Persada (EMP), Kangean Energy Indonesia (KEI), dan didukung SKK Migas Jabanusa di wilayah Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat apresiasi luas dari tenaga kesehatan maupun masyarakat setempat.

Program sosial tersebut dinilai tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan berkualitas, tetapi juga meringankan beban ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.
Kepala Puskesmas Pagerungan Besar, Moh. Salim, mengatakan penggunaan metode modern berupa laser (cauter) menjadi salah satu keunggulan program tersebut.

Menurutnya, metode ini memberikan kenyamanan lebih bagi anak-anak karena minim perdarahan dan mempercepat proses penyembuhan.

“Metode laser atau cauter ini keunggulannya tidak menimbulkan perdarahan, dan proses penyembuhannya juga lebih cepat dibandingkan metode konvensional,” ujar Salim, Rabu (8/7/2026) kemarin.

Ia menjelaskan, tenaga kesehatan dari Puskesmas Pagerungan Besar turut mendukung pelaksanaan kegiatan di sejumlah titik, yakni di Desa Pagerungan Besar dengan peserta 51 anak, Desa Tanjung Kiaok 55 anak, Desa Pagerungan Kecil 48 anak, dan Desa Sadulang sebanyak 48 anak, sehingga total peserta mencapai 202 anak.

Menurut Salim, sinergi antara Yayasan Bakrie Amanah, SKK Migas, EMP, KEI, dan Puskesmas Pagerungan Besar menjadi bentuk kolaborasi yang sangat membantu masyarakat, terutama keluarga prasejahtera.

“Program khitan massal ini kerja sama Bakrie Amanah, EMP dan KEI serta kami mendukung di bidang tenaga kesehatan. Tentu sangat banyak membantu masyarakat dari segi ekonomi karena seluruh layanan diberikan secara gratis. Anak-anak yang dikhitan juga tidak merasa takut karena banyak temannya yang ikut bersama. Antusiasme masyarakat sangat tinggi,” katanya.

Selama pelaksanaan di pulau-pulau, lanjut Salim, masyarakat menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas hadirnya layanan kesehatan tersebut. Bahkan, banyak warga berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.

“Masyarakat sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas program khitan ini. Mereka berharap program ini bisa diselenggarakan setiap tahun,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan pelaksana kegiatan, Jajang Suherman, menjelaskan bahwa kondisi geografis wilayah operasi KEI yang berupa gugusan pulau menjadi tantangan tersendiri dalam menghadirkan layanan kesehatan. Karena itu, tim medis sengaja mendatangi langsung lokasi-lokasi terdekat dengan masyarakat agar warga tidak perlu menempuh perjalanan laut.

“Kami tidak ingin warga harus menyeberang laut dengan biaya dan risiko besar hanya untuk mendapatkan layanan khitan. Karena itu tim medis yang kami bawa langsung ke lokasi terdekat dengan tempat tinggal mereka,” ujar Jajang, Rabu (8/7/2026) kemarin.

Ia mengatakan, program ini merupakan bagian dari inisiatif “Khitan Berdampak“, yang tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga bertujuan membentuk generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan berakhlak baik.

Baca Juga :  Angin Kencang Hantam Kepulauan Sapeken, Warga Pagerungan Kecil Mengungsi

Selain menjalani khitan, para peserta juga memperoleh edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pembinaan karakter.

Menurut Jajang, kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata Program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang kesehatan yang dijalankan di wilayah operasi perusahaan.

“Kehadiran industri hulu migas di wilayah ini kami harapkan tidak hanya berkontribusi pada energi nasional, tapi juga memberi manfaat ekonomi nyata bagi keluarga prasejahtera yang selama ini terkendala biaya khitan,” tuturnya.

Ia menambahkan, metode sirkumsisi modern menggunakan laser dipilih agar proses tindakan berlangsung lebih cepat, aman, dan nyaman bagi anak-anak di wilayah kepulauan. Selain mendapatkan layanan kesehatan gratis, setiap peserta juga menerima paket nutrisi dan uang saku sebagai bentuk apresiasi atas keberanian mereka mengikuti khitan.

“Program Khitanan Untuk Negeri 2026 merupakan target nasional Yayasan Bakrie Amanah untuk menyehatkan 2.000 hingga 2.500 anak di seluruh Indonesia, mencakup wilayah Riau, Sumatera Utara, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Diketahui, Program Khitanan Untuk Negeri 2026 menargetkan pelayanan bagi 1.080 anak di wilayah terpencil Indonesia. Khusus di Kepulauan Sapeken, kegiatan dilaksanakan secara maraton pada 6–9 Juli 2026 dengan total 202 anak yang mengikuti khitan di empat lokasi, yakni Puskesmas Pagerungan Besar, Desa Tanjung Kiaok, Desa Pagerungan Kecil, dan Desa Sadulang.

Baca Juga :  Valen “King of Dynamica” Melonjak ke Posisi Teratas DA7 Usai H. Her Kirim 5 D’Sultan

Apresiasi juga datang dari salah seorang warga Pagerungan Besar, Makruf. Ia mengaku bersyukur karena anaknya dapat mengikuti khitan gratis dengan metode modern yang selama ini sulit dijangkau masyarakat di wilayah kepulauan.

“Kami bersama masyarakat lain sangat senang dan merasakan manfaatnya. Dengan metode modern yang dipakai, kami bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan terbaik untuk anak-anak,” ungkapnya.

Program tersebut diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru