Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep Dibuka, Siapkan Agen Perubahan untuk Kampus dan Masyarakat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep

Foto. Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas PGRI (UPI) Sumenep resmi membuka kegiatan Sekolah Gerakan yang digelar di Mess Perssu Sumenep, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas kader melalui penguatan ideologi, kepemimpinan, intelektualitas, dan kapasitas gerakan.

Mengusung tema “Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep: Membangun Kader Militan, Intelektual, dan Berdaya Gerak“, kegiatan ini diikuti oleh kader-kader PMII UPI Sumenep sebagai ruang pembelajaran untuk mencetak generasi kader yang mampu menjawab tantangan organisasi, kehidupan kampus, hingga dinamika sosial di tengah masyarakat.

Ketua I Bidang Kaderisasi PMII Komisariat UPI Sumenep, Ach. Zainuddin, mengatakan bahwa Sekolah Gerakan merupakan bagian dari proses kaderisasi lanjutan yang dirancang untuk membentuk kader dengan fondasi ideologi yang kuat, kemampuan berpikir kritis, serta kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga :  Dari Kebun ke Produk Bernilai Jual, KKN UIN Madura Ajak Warga Tlagah Inovatif Olah Alpukat

Menurutnya, kader PMII tidak cukup hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan membaca realitas sosial dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Melalui Sekolah Gerakan ini, kami ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya memperkuat pemahaman ideologi PMII, tetapi juga membentuk kader yang memiliki militansi, kapasitas intelektual, dan kemampuan bergerak untuk menjawab berbagai tantangan di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMII Komisariat UPI Sumenep, Diky Alamsyah, menegaskan bahwa Sekolah Gerakan bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan proses pembentukan karakter dan kualitas kader yang akan menjadi wajah PMII di masa mendatang.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjadi representasi gerakan mahasiswa yang berintegritas, berani menyuarakan kebenaran, memiliki daya pikir kritis, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Forum ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi proses pembentukan kader. Saya berharap seluruh peserta mampu menjadi representatif gerakan mahasiswa dan PMII, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

Kader PMII harus tampil sebagai agen perubahan yang memiliki integritas, keberanian, kemampuan berpikir kritis, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Warga Kepulauan Menderita, FPR Desak Pemerintah Benahi Tata Niaga BBM di Raas

Pembukaan Sekolah Gerakan dilakukan secara langsung oleh Ketua PC PMII Sumenep, Khoirus Sholeh.

Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada PMII Komisariat UPI Sumenep yang dinilai konsisten menjaga tradisi kaderisasi sebagai fondasi utama keberlangsungan organisasi.

Menurutnya, kaderisasi merupakan jantung organisasi yang harus terus diperkuat agar PMII mampu melahirkan kader-kader berkualitas yang siap menghadapi tantangan zaman sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan Sekolah Gerakan oleh PMII Komisariat UPI Sumenep. Kaderisasi adalah jantung organisasi. Harapan saya, melalui kegiatan ini akan lahir bibit-bibit kader baru yang mampu menjadi penggerak di lingkungan kampus, sekaligus hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Sekolah Gerakan ini, PMII Komisariat UPI Sumenep kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tradisi kaderisasi sebagai instrumen strategis untuk melahirkan kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki militansi, integritas, kepemimpinan, serta kepekaan sosial.

Baca Juga :  Bapenda Sumenep Catat Rekor PAD 2025, Ferdiansyah Siapkan Target Lebih Ambisius

Dengan bekal tersebut, para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif mengawal nilai-nilai keadilan, demokrasi, dan kemanusiaan, sekaligus berkontribusi dalam mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih adil, demokratis, dan berkeadaban.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan
Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI
KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026
Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:36 WIB

KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Berita Terbaru