Bapenda Sumenep Catat Rekor PAD 2025, Ferdiansyah Siapkan Target Lebih Ambisius

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Bapenda Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya.

Foto. Kepala Bapenda Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya.

SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berhasil menutup Tahun Anggaran 2025 dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep, realisasi PAD mencapai Rp382,71 miliar atau 118,56 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp322,859 miliar.

Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, mengatakan capaian tersebut menunjukkan tren positif hampir di seluruh komponen penerimaan daerah.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi indikator kinerja yang baik, tetapi juga menjadi landasan untuk meningkatkan target PAD pada tahun 2026.

“Dari target Rp322 miliar, realisasinya Rp382 miliar. Artinya capaian kita sudah melampaui 118,56 persen,” ujar Ferdiansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/3/2026).

Meski demikian, Ferdiansyah menegaskan bahwa capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Justru, realisasi yang jauh di atas target menjadi bahan evaluasi untuk menyusun proyeksi pendapatan yang lebih realistis dan progresif pada tahun mendatang.

“Kalau capaian sudah melampaui berarti bisa jadi targetnya yang terlalu rendah. Maka di 2026 kami menginginkan adanya review ulang terhadap target,” tegasnya.

Secara rinci, realisasi pajak daerah pada tahun 2025 mencapai Rp106,751 miliar atau 117,13 persen dari target sebesar Rp91,136 miliar. Sementara itu, retribusi daerah menyumbang Rp247,779 miliar atau 119,36 persen dari target Rp207,597 miliar.

Baca Juga :  Yuk Saksikan Karapan Sapi Sumenep 2025, Atraksi Budaya Madura Menuju Panggung Nasional

Kemudian, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercatat sebesar Rp14,229 miliar atau 101,12 persen dari target Rp14,071 miliar.

Sedangkan kategori lain-lain pendapatan asli daerah yang sah terealisasi Rp14,031 miliar atau sekitar 130 persen dari target Rp10,054 miliar.

Dari sisi sektor penerimaan, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) menjadi kontributor terbesar dengan realisasi sekitar Rp33 miliar. Penerimaan tersebut berasal dari pajak makanan dan minuman, tenaga listrik, perhotelan, hingga jasa parkir.

Baca Juga :  Ayo Daftar! Pendidikan Unggul dan Berkarakter di Yayasan Ar-Rahman Sumenep

Selain itu, opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menyumbang Rp31,9 miliar, sedangkan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp22 miliar. Jika digabungkan, kedua sektor tersebut memberikan kontribusi hampir Rp54 miliar terhadap PAD Kabupaten Sumenep.

Sementara itu, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) mencapai Rp7,241 miliar dari target Rp8 miliar. Adapun Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terealisasi sebesar Rp11,47 miliar dari target Rp11,65 miliar.

Baca Juga :  “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, Dinkes P2KB Sumenep Gaungkan Semangat HLUN 2026

Ferdiansyah sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa keberhasilan tahun 2025 merupakan bagian dari tren peningkatan PAD yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan perhitungan internal Bapenda, grafik penerimaan daerah menunjukkan kenaikan yang konsisten sejak tahun 2022.

Dengan tren tersebut, Pemkab Sumenep menilai masih terdapat ruang fiskal yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan pendapatan daerah pada masa mendatang.

Saat ini, proses review target PAD tahun 2026 masih dilakukan bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan target yang ditetapkan sesuai dengan potensi riil daerah.

“Kami melihat algoritma dari 2022 sampai 2025 itu naik terus. Jadi kami yakin target 2026 bisa lebih optimal lagi,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru