JOMBANG, nusainsider.com — Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan dua politisi perempuan lintas generasi, Nyai Hj. Mundjidah Wahab atau yang akrab disapa Bu Mun dengan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.
Pertemuan berlangsung di kediaman Bu Mun di kawasan Tambakberas, Jombang. Silaturahmi tersebut menjadi momentum berbagi pengalaman, nasihat, sekaligus menimba ilmu menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Meski kini tidak lagi menjabat sebagai Bupati Jombang maupun Ketua DPW PPP Jawa Timur, Bu Mun tetap aktif membina umat. Di usianya yang telah menginjak 78 tahun, ia masih menjadi sosok yang disegani dan menjadi rujukan berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Bagi Lia Istifhama, Bu Mun bukan sekadar politisi senior. Hubungan keduanya telah terjalin sejak lama. Bu Mun merupakan kolega almarhum ayah Lia, KH Masykur Hasyim, sehingga pertemuan tersebut berlangsung akrab layaknya seorang anak dengan orang tua.
“Bu Mun ini politisi perempuan luar biasa. Beliau berpolitik dan menjadi anggota dewan sejak Partai NU hingga hari ini. Beliau juga sukses mengkader anak-anaknya. Saya ke Tambakberas ini bersilaturahmi kepada beliau sekaligus menimba ilmu,” ujar Ning Lia.
Lia juga mengungkapkan bahwa perjalanan keluarganya memiliki kedekatan dengan keluarga besar Tambakberas. Ia menyebut ayahnya pernah berguru kepada KH Wahab Chasbullah, ayahanda Bu Mun.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Gus Edo, putra menantu Bu Mun, dan Ning Awin, putri Bu Mun. Sementara Ning Lia didampingi sang suami, Gus Uji.
Tidak hanya berbicara mengenai pengalaman politik dan pengabdian kepada masyarakat, Bu Mun juga memberikan nasihat kepada Lia agar selalu menjaga kesehatan di tengah padatnya aktivitas sebagai wakil rakyat.
Ia mengingatkan Lia untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
“Jangan lupa cek rutin di RSPAD Gatot Soebroto. Merawat umat itu dimulai dengan merawat diri sendiri. Kalau sehat tentu bisa membantu masyarakat,” pesan Bu Mun.
Nasihat tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian penting dari menjalankan amanah kepada masyarakat.
Menariknya, Bu Mun juga membagikan resep minuman herbal yang telah rutin dikonsumsinya selama sekitar 30 tahun. Ramuan tersebut terdiri dari jeruk lemon, jahe, kayu manis, dan madu.
Bu Mun bahkan secara langsung meracik minuman herbal tersebut untuk Ning Lia yang kemudian mencicipinya.
“Saya beruntung bisa bersilaturahmi ke Bu Mun. Selain mendapat ilmu, saya juga mendapatkan resep rahasia beliau agar tetap fit dan awet muda. Insya Allah, saya akan rutin mengonsumsi minuman herbal ini,” tutur senator asal Jawa Timur tersebut.
Pertemuan Bu Mun dan Lia Istifhama menjadi gambaran hangatnya hubungan lintas generasi dalam tradisi silaturahmi. Lebih dari sekadar pertemuan dua politisi perempuan, momentum tersebut menjadi ruang transfer pengalaman, nilai pengabdian, dan keteladanan.
Menjelang Muktamar ke-35 NU, silaturahmi semacam ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan komunikasi dan kaderisasi di kalangan generasi penerus Nahdlatul Ulama.
![]()
Penulis : Wafa
















