SUMENEP, nusainsider.com — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni Sumenep resmi membuka kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026, Senin (21/9/2026).
Bertempat di halaman kampus, pembukaan PBAK menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, budaya kemahasiswaan, hingga kehidupan organisasi di perguruan tinggi.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia Pelaksana, Khairul Anam. Ia memaparkan berbagai persiapan penyelenggaraan PBAK, mulai dari aspek teknis, anggaran, kebutuhan kegiatan, hingga kesiapan pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Mahasiswa STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Mohammad Lua’y, mengajak mahasiswa baru mulai membangun karakter intelektual sejak awal memasuki dunia perkuliahan.
Menurutnya, menjadi mahasiswa tidak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan akademik. Mahasiswa juga dituntut memiliki pola pikir kritis, analitis, dan mandiri dalam melihat berbagai persoalan.
“Mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga perlu mengembangkan pola pikir kritis, analitis, dan mandiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Peran tersebut, lanjutnya, dapat diwujudkan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Achmad Effendi, menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru yang kini menjadi bagian dari keluarga besar kampus.
Achmad Effendi menekankan bahwa proses pembelajaran mahasiswa tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pengalaman di organisasi kemahasiswaan juga dinilai penting untuk memperluas wawasan sekaligus membentuk kemampuan personal dan sosial.
“Apa yang diperoleh mahasiswa di dalam kelas hanya sebagian kecil dari proses pembelajaran. Selebihnya harus dicari melalui berbagai pengalaman, termasuk di dunia organisasi,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, membangun jejaring, serta belajar menghadapi berbagai dinamika kehidupan sosial.
Karena itu, mahasiswa baru diharapkan mampu menyeimbangkan aktivitas akademik dengan pengalaman kemahasiswaan.
Melalui organisasi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga dapat belajar membangun karakter, bekerja sama, menyampaikan gagasan, dan menghadapi perbedaan.
Pembukaan PBAK 2026 kemudian ditandai dengan prosesi pelepasan balon oleh Ketua STIT Aqidah Usymuni, Achmad Effendi. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan akademik mahasiswa baru di lingkungan kampus.
Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan penerimaan mahasiswa baru secara simbolis melalui pemakaian jas almamater oleh Ketua STIT Aqidah Usymuni. Prosesi tersebut menandai penyambutan mahasiswa baru sebagai bagian dari civitas akademika STIT Aqidah Usymuni Sumenep.
Melalui PBAK 2026, STIT Aqidah Usymuni berharap mahasiswa baru memiliki pemahaman awal mengenai budaya akademik dan kehidupan kemahasiswaan di lingkungan perguruan tinggi.
Selain itu, mahasiswa diharapkan memiliki kesadaran mengenai peran strategisnya sebagai insan akademik yang berilmu, kritis, mandiri, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
PBAK 2026 pun menjadi momentum bagi STIT Aqidah Usymuni Sumenep untuk membangun fondasi budaya akademik sekaligus menyiapkan generasi intelektual yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
![]()
Penulis : Wafa
















