Ning Lia Ajak Anak-anak Kembali Kenal Permainan Tradisional di Tengah Era Digital

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dokumentasi Kegiatan Keikutsertaan Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama dalam momentum peringatan HUT RI ke-81 di Surabaya

Foto. Dokumentasi Kegiatan Keikutsertaan Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama dalam momentum peringatan HUT RI ke-81 di Surabaya

SURABAYA, nusainsider.com Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hingga ke tingkat kampung. Warga RT 03/RW 07, Kelurahan Jemursari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, menggelar berbagai lomba tradisional yang diikuti anak-anak hingga orang dewasa, Minggu (9/8/2026).

Suasana kampung mendadak semarak. Beragam permainan khas perayaan kemerdekaan mengundang tawa sekaligus membangkitkan semangat kebersamaan warga.

Salah satu perlombaan yang paling menyita perhatian adalah Jarik Puting Beliung. Permainan tersebut sukses mengundang gelak tawa, baik dari peserta maupun penonton. Sorak-sorai warga pun terus terdengar memberikan dukungan kepada peserta yang berusaha menyelesaikan tantangan permainan.

Kemeriahan itu turut dihadiri Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia. Kehadirannya tidak sekadar sebagai tamu yang menyaksikan kegiatan, tetapi juga berbaur langsung dengan masyarakat.

Ning Lia bahkan ikut ambil bagian dalam salah satu perlombaan bersama warga. Kehadiran tersebut membuat suasana semakin cair, karena tidak ada jarak antara tokoh masyarakat dengan warga yang tengah menikmati momentum perayaan kemerdekaan.

Baca Juga :  BKPSDM Sumenep Mulai Petakan Pengisian Lima Jabatan Strategis OPD

Menurut Ning Lia, perayaan HUT Kemerdekaan melalui lomba tradisional memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar hiburan.

Kegiatan sederhana di lingkungan masyarakat tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial sekaligus menjaga keberadaan permainan rakyat sebagai bagian dari warisan budaya.

“Lomba seperti ini bukan hanya membuat warga guyub, tetapi juga ikut melestarikan permainan tradisional yang menjadi bagian dari budaya kita,” ujar Ning Lia.

Ia menilai, kegiatan yang berlangsung di tingkat kampung justru memiliki peran penting dalam membangun semangat kebersamaan.

Di tengah perkembangan teknologi, anak-anak dan generasi muda kini semakin akrab dengan perangkat digital serta berbagai bentuk hiburan melalui gawai.

Karena itu, menurut Ning Lia, momentum peringatan kemerdekaan dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.

Baginya, permainan rakyat tidak hanya menghadirkan kesenangan. Di dalamnya terdapat nilai pendidikan sosial yang dapat membentuk karakter anak, mulai dari kerja sama, sportivitas, komunikasi, hingga kemampuan bersosialisasi secara langsung.

“Anak-anak jangan sampai hanya mengenal permainan dari layar ponsel. Permainan tradisional juga penting karena di sana ada interaksi, kebersamaan, dan nilai gotong royong,” katanya.

Ning Lia menambahkan, pelestarian permainan tradisional tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan besar. Lingkungan keluarga dan kampung dapat menjadi ruang pertama untuk memperkenalkan kembali berbagai permainan rakyat kepada anak-anak.

Baca Juga :  Bersama Ulama, Pemkab Sumenep Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Masyarakat

Menurutnya, semangat kemerdekaan seharusnya tidak hanya dimaknai melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sosial masyarakat. Salah satunya dengan menjaga budaya gotong royong dan membangun ruang interaksi yang sehat antargenerasi.

“Dari kegiatan sederhana seperti ini, kita bisa mengajarkan kepada anak-anak bahwa kemerdekaan juga berarti kebebasan untuk tumbuh, bermain, berinteraksi, dan belajar bersama,” tuturnya.

Puluhan warga RT 03/RW 07 Jemursari tampak antusias mengikuti rangkaian perlombaan. Anak-anak hingga orang dewasa larut dalam suasana penuh keceriaan.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Perisai Putih Kembangkan Pencak Silat Sebagai Identitas Budaya

Tawa dan sorak-sorai warga semakin riuh ketika peserta mengikuti permainan Jarik Puting Beliung. Dukungan dari warga di sekitar lokasi membuat setiap perlombaan terasa semakin meriah.

Bagi warga, perayaan tersebut bukan hanya agenda tahunan untuk menyambut HUT Kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang bertemu, bercengkerama, dan memperkuat hubungan sosial di tengah kehidupan perkotaan yang semakin dinamis.

Perayaan HUT ke-81 RI di RT 03/RW 07 Jemursari akhirnya menjadi gambaran sederhana bagaimana semangat kemerdekaan dapat tumbuh dari lingkungan terkecil.

Dari permainan tradisional, warga merawat kebersamaan. Dari gelak tawa, mereka memperkuat persaudaraan. Dan dari semangat gotong royong, nilai-nilai kemerdekaan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Semangat kemerdekaan pun terasa hidup, bukan hanya dalam bendera merah putih yang menghiasi kampung, tetapi juga dalam tradisi sederhana yang dirawat dan dirayakan bersama oleh warga.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Menegangkan! Besok Pagi, Grup Musik Tong-Tong se-Madura akan Datangi Kantor Disbudporapar Sumenep
Bupati Sumenep Dorong Pelestarian Tradisi Bahari Lewat Lomba Dayung Sampan di Kayuaro
Festival Sape Sonok Jadi Magnet Wisata, Tradisi Madura Dipentaskan di GOR A Yani
Agustus Makin Istimewa, MYZE Hotel Sumenep Tebar “Hadiah Kemerdekaan” Lewat Artotel Wanderlust
MYZE Hotel Sumenep Tawarkan Sensasi Dinner di Tepi Kolam, Cocok untuk Keluarga dan Pasangan
Ning Lia Sebut Sholawat di Grahadi Tak Hanya Satukan Umat, tapi Gerakkan Ekonomi UMKM
Dikukuhkan di Sumenep, Relawan Slamet Ariyadi Tegaskan Komitmen Perkuat PAN dari Bawah
BEM SI Kerakyatan Jatim 2026–2027: Bukan Sekadar Regenerasi, Tapi Mengawal Kepentingan Rakyat

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Menegangkan! Besok Pagi, Grup Musik Tong-Tong se-Madura akan Datangi Kantor Disbudporapar Sumenep

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Bupati Sumenep Dorong Pelestarian Tradisi Bahari Lewat Lomba Dayung Sampan di Kayuaro

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Ning Lia Ajak Anak-anak Kembali Kenal Permainan Tradisional di Tengah Era Digital

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Festival Sape Sonok Jadi Magnet Wisata, Tradisi Madura Dipentaskan di GOR A Yani

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Agustus Makin Istimewa, MYZE Hotel Sumenep Tebar “Hadiah Kemerdekaan” Lewat Artotel Wanderlust

Minggu, 9 Agustus 2026 - 01:43 WIB

Ning Lia Sebut Sholawat di Grahadi Tak Hanya Satukan Umat, tapi Gerakkan Ekonomi UMKM

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:14 WIB

Dikukuhkan di Sumenep, Relawan Slamet Ariyadi Tegaskan Komitmen Perkuat PAN dari Bawah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:43 WIB

BEM SI Kerakyatan Jatim 2026–2027: Bukan Sekadar Regenerasi, Tapi Mengawal Kepentingan Rakyat

Berita Terbaru