SAMPANG, nusainsider.com — Festival Pesisir 2026 di Lapangan Utama Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Madura, tak sekadar menghadirkan pertunjukan seni dan bazar UMKM.
Ajang yang digelar Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) bersama SKK Migas pada 14–15 Agustus 2026 itu juga menghadirkan layanan administrasi kependudukan secara langsung bagi masyarakat setempat.
Melalui kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang, warga Pulau Mandangin dapat mengurus sejumlah dokumen kependudukan tanpa harus menyeberang ke daratan Sampang.
Layanan yang tersedia meliputi pembuatan Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, perekaman KTP, hingga pencatatan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Layanan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ratusan warga bahkan telah mengantre sejak hari pertama Festival Pesisir digelar, Jumat (14/8/2026).
Kehadiran layanan on the spot ini dinilai sangat membantu warga Mandangin. Selama ini, kondisi geografis pulau yang terpisah dari daratan utama membuat masyarakat harus menempuh perjalanan laut menuju Sampang untuk mengurus dokumen kependudukan.
Perjalanan tersebut membutuhkan waktu hampir satu jam. Setelah sampai, warga masih harus mengikuti antrean dan belum tentu dokumen yang diurus dapat selesai pada hari yang sama.
Kondisi itu dirasakan langsung oleh Khoirul Umam, warga Pulau Mandangin. Pria berusia 26 tahun tersebut memanfaatkan layanan Festival Pesisir untuk memisahkan Kartu Keluarga setelah menikah.
“Saya ingin pecah KK. Karena saya sekarang sudah berumah tangga. Maka, KK saya tidak lagi menjadi satu dengan KK orang tua,” ungkapnya.
Khoirul juga memanfaatkan layanan tersebut untuk memperbarui status perkawinannya pada KTP, dari sebelumnya “Belum Menikah” menjadi “Sudah Menikah”.
Menurutnya, layanan administrasi kependudukan yang hadir langsung di Pulau Mandangin sangat meringankan masyarakat.
“Layanan on the spot tersebut sangat meringankan kami. Sebab, selama ini kalau mengurus surat-surat harus pergi ke Kota Sampang dulu. Prosesnya lama,” katanya.
Petugas Dispendukcapil Kabupaten Sampang tampak memberikan pelayanan dengan mengenakan kaus kasual berwarna biru bergambar visual KTP. Koordinasi antarpetugas juga berjalan dengan baik selama pelayanan berlangsung.
Plt Sekretaris Dispendukcapil Kabupaten Sampang, Rahmawati AG, mengatakan pelayanan sempat mengalami kendala jaringan komunikasi. Namun, persoalan tersebut dapat segera diatasi.
“Hanya sempat terjadi hambatan sinyal. Tapi itu sudah teratasi,” ujarnya.
Rahmawati menjelaskan, untuk pengurusan KK dan Akta Kelahiran, dokumen dapat langsung diselesaikan di lokasi selama seluruh persyaratan dan proses administrasi terpenuhi.
Sementara itu, pencetakan KTP membutuhkan waktu lebih lama karena proses pencetakan dilakukan di Sampang.
“Karena kami harus melakukan proses cetak di Sampang. Jangka waktunya satu hari. Tapi masyarakat tak perlu ke sana. Hasil KTP akan kami bawa ke Mandangin. Kemudian kami titipkan ke kepala desa. Mereka bisa mengambilnya langsung di kantor Kepdes,” terangnya.
Selain dokumen fisik, Dispendukcapil Sampang juga menyediakan layanan pencatatan Identitas Kependudukan Digital. Dengan layanan tersebut, masyarakat tidak hanya memiliki identitas dalam bentuk kartu fisik, tetapi juga dapat mengakses identitas kependudukan dalam format digital.
Penjabat Kepala Desa Mandangin, Choirul Anam, mengapresiasi pelaksanaan Festival Pesisir 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki manfaat yang lebih luas karena tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menyentuh kebutuhan pelayanan publik.
“Ajang ini tidak semata menampilkan pagelaran seni dan UMKM. Tetapi juga membantu masyarakat soal administrasi,” ungkapnya.
Choirul menyebut Pulau Mandangin dihuni sekitar 24 ribu kepala keluarga. Mayoritas masyarakat menggantungkan kehidupan pada sektor kelautan, dengan sekitar 90 persen warga bekerja sebagai nelayan.
Ia menilai keterlibatan SKK Migas dan HCML dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi Pulau Mandangin, termasuk sektor pariwisata dan kreativitas masyarakat.
“Tentu program dari SKK Migas dan HCML dapat menghidupkan potensi pariwisata Mandangin. Sekaligus mengasah kreativitas masyarakat. Festival Pesisir melibatkan 400 nelayan yang akan menampilkan tari kolosal,” ujarnya.
Selain pertunjukan seni dan bazar UMKM, Festival Pesisir 2026 juga menghadirkan program sosial berupa khitanan massal.
Pada hari pertama pelaksanaan, tercatat lebih dari 100 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang digelar di GOR Gedung Harmoni Mandangin.
Salah seorang peserta, Muhammad Danil, terlihat tetap percaya diri mengikuti proses khitanan. Meski sang ibu tampak berusaha menutupi wajahnya, Danil justru terlihat tenang dan tidak menunjukkan rasa takut.
Ketika ditanya apakah dirinya takut, Danil hanya tersenyum. Sang ayah kemudian memberikan dukungan dengan mengacungkan jempol.
“Anak laki-laki harus berani. Seperti Danil ini,” katanya.
Festival Pesisir 2026 dijadwalkan ditutup pada Sabtu (15/8/2026). Beragam pementasan seni yang melibatkan masyarakat sekitar akan menjadi bagian dari rangkaian penutupan.
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi juga dijadwalkan hadir pada hari terakhir festival yang menjadi ruang pertemuan antara seni, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelayanan publik, dan potensi wisata Pulau Mandangin tersebut.
![]()
Penulis : Wafa
















