Tak Ada Jarak! Nia Kurnia Fauzi Berbaur dengan Pelaku UMKM di Tengah Gemerlap MCF #4

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ketua TP-PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi saat sambangi UMKM di Gelaran Madura Culture Festival #4

Foto. Ketua TP-PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi saat sambangi UMKM di Gelaran Madura Culture Festival #4

SUMENEP, nusainsider.com — Ada pemandangan berbeda di tengah kemeriahan Madura Culture Festival (MCF) #4 2026 di Stadion GOR A. Yani Sumenep.

Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, tak sekadar berkeliling melihat produk yang dipajang di stand UMKM.

Nia justru memilih mendekat, duduk bersama para pelaku UMKM, berbincang santai, bercanda hingga tertawa bersama. Sesekali, ia juga mencicipi kuliner yang disuguhkan para pelaku usaha.

Suasana tersebut membuat kunjungannya terasa jauh dari kesan formal. Tidak tampak jarak antara Nia dan masyarakat yang tengah berjuang mengembangkan usaha dari produk-produk lokal.

Satu per satu pelaku UMKM diajak berbincang. Mulai dari produk yang mereka jual, cerita saat merintis usaha, hingga berbagai harapan agar usaha yang dijalankan dapat terus tumbuh dan berkembang.

Bagi Nia, pertemuan secara langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dari kepedulian sosial. Dengan hadir dan mendengarkan cerita mereka secara langsung, berbagai semangat, tantangan hingga kebutuhan pelaku UMKM dapat diketahui lebih dekat.

Baca Juga :  Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis

Perhatian tersebut terutama diarahkan kepada perempuan yang turut menjadi penggerak ekonomi keluarga melalui usaha yang mereka bangun.

“Kita harus terus memberikan ruang dan dukungan kepada perempuan untuk berkarya. Karena di balik banyak UMKM, ada perempuan-perempuan hebat yang berusaha membantu perekonomian keluarganya,” ujar Mbak Nia, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan tempat untuk memasarkan produk. Mereka juga membutuhkan perhatian, apresiasi dan dukungan agar semakin percaya diri dalam mengembangkan kreativitas.

Sebab, sebuah produk yang terlihat sederhana di sebuah stand, menurut Nia, sering kali menyimpan cerita panjang tentang perjuangan pemiliknya. Ada proses merintis usaha, mencoba berbagai inovasi, menghadapi tantangan pemasaran hingga menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga.

Baca Juga :  Komitmen Pembinaan Internal, Polres Sumenep Diganjar Penghargaan Polres Teraktif

Karena itu, Nia mengajak seluruh pihak untuk ikut memberikan ruang yang lebih luas bagi UMKM lokal. Dukungan tersebut, kata dia, tidak harus selalu diwujudkan melalui program besar.

Membeli produk lokal, menikmati kuliner, datang ke stand UMKM dan berbincang dengan para pelakunya juga merupakan bentuk dukungan yang sederhana, tetapi memiliki makna besar.

“Kalau kita datang, ngobrol, membeli dan menikmati produk mereka, itu sudah menjadi bentuk dukungan. Mereka merasa dihargai dan semakin semangat untuk berkarya,” katanya.

Kehangatan Nia bersama pelaku UMKM tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui langkah-langkah besar.

Kehadiran, kepedulian, kemauan mendengarkan dan memberikan apresiasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri masyarakat untuk terus berkarya.

MCF #4 2026 pun tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya Madura. Festival tersebut turut menjadi ruang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.

Baca Juga :  Diskominfo Sumenep Pastikan Aduan Warga Tak Lagi Diabaikan

Di tengah aktivitas jual beli dan ramainya pengunjung, tercipta pula ruang silaturahmi antara masyarakat, pemerintah dan para pelaku ekonomi kreatif.

Bagi Nia, setiap produk yang dipajang di stand UMKM bukan sekadar barang dagangan. Di baliknya terdapat kreativitas, kerja keras, harapan dan cerita kehidupan para pelaku usaha.

Karena itu, dukungan terhadap produk lokal dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga semangat mereka agar terus berinovasi dan mengembangkan usaha.

Kehadiran Nia yang memilih duduk dan berbincang langsung dengan pelaku UMKM akhirnya menjadi pesan sederhana: pemberdayaan masyarakat bisa dimulai dari hal yang paling dekat hadir, mendengarkan dan menghargai karya mereka.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru