Lestarikan Budaya Leluhur, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Sumenep, Dr H Achmad Fauzi wongsojudo,SH., MH saat memakai Baju adat Keraton Sumenep

Foto. Bupati Sumenep, Dr H Achmad Fauzi wongsojudo,SH., MH saat memakai Baju adat Keraton Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga non-ASN, serta pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mengenakan Baju Adat Keraton Sumenep selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 29–31 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep. Selain menyemarakkan perayaan hari jadi, penggunaan busana adat ini juga menjadi upaya pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep harus dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah, tradisi, dan kebudayaan daerah.

Baca Juga :  Momentum Harlah 63 Tahun, PMII Malang Sampaikan Hal Ini

Menurutnya, Baju Adat Keraton Sumenep bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan simbol sejarah, kebesaran, serta identitas budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.

“Kami ingin menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang,” kata Bupati kepada Media Center, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan ASN dan tenaga non-ASN dalam mengenakan busana adat keraton diharapkan mampu menciptakan suasana peringatan Hari Jadi yang lebih semarak. Di sisi lain, kebijakan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kecintaan terhadap Kabupaten Sumenep.

“Baju Adat Keraton tidak hanya menjadi simbol kebanggaan terhadap warisan leluhur, tetapi juga bentuk nyata kepedulian dalam menjaga tradisi agar tetap hidup di era apa pun,” terangnya.

Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pemakaian Baju Adat Keraton, Bupati Sumenep juga mengimbau pegawai instansi vertikal, BUMN, serta pegawai, dosen, dan guru pada lembaga pendidikan swasta untuk mengenakan Baju Adat Keraton lengkap.

Baca Juga :  Pelantikan Camat Sapeken Jadi Momentum Perbaikan Kepulauan, Aktivis Soroti Narkoba dan BBM

Sementara itu, mahasiswa dan pelajar di wilayah Kabupaten Sumenep diimbau mengenakan Batik Sumenep pada 30–31 Oktober 2026.

Meski demikian, ketentuan pemakaian busana adat keraton dikecualikan bagi ASN dan tenaga non-ASN yang dalam pelaksanaan tugasnya diwajibkan menggunakan seragam khusus. Di antaranya tenaga paramedis yang sedang melakukan operasi pasien, serta petugas keamanan seperti Satpol PP dan petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di lapangan.

Baca Juga :  TAMASYA hingga GENTING Berbuah Prestasi, Sumenep Raih 4 Penghargaan Nasional Sekaligus

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, upaya pelestarian budaya daerah membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur pemerintahan.

Dengan demikian, kekayaan tradisi dan nilai-nilai luhur warisan leluhur dapat terus terjaga di tengah pesatnya perkembangan zaman.

“Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas budaya, menumbuhkan kebanggaan daerah, dan meneruskan nilai-nilai luhur Keraton Sumenep kepada generasi mendatang,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bersih Lingkungannya, Sehat Warganya, Maju Daerahnya: Sumenep Luncurkan Gerakan Bersih Pagi Hari
Peringati Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura
Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas
Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal
Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim
TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara
Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 01:50 WIB

Bersih Lingkungannya, Sehat Warganya, Maju Daerahnya: Sumenep Luncurkan Gerakan Bersih Pagi Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Peringati Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lestarikan Budaya Leluhur, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:24 WIB

TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara

Berita Terbaru