Pelantikan Camat Sapeken Jadi Momentum Perbaikan Kepulauan, Aktivis Soroti Narkoba dan BBM

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Faisal Islami (Ketua HIMPASS Sumenep)

Foto. Faisal Islami (Ketua HIMPASS Sumenep)

SUMENEP, nusainsider.com Bupati Sumenep secara resmi melantik Hamka sebagai Camat Definitif Kecamatan Sapeken pada Senin (13/7/2026) di Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Pelantikan tersebut menandai berakhirnya masa jabatan Hamka sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sapeken sekaligus dimulainya kepemimpinan definitif di salah satu kecamatan kepulauan terluar Kabupaten Sumenep.

Pelantikan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Namun, sejumlah pihak mengingatkan bahwa perubahan status dari Plt menjadi camat definitif harus diiringi dengan perubahan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan dan peningkatan pelayanan publik di wilayah Kepulauan Sapeken.

Aktivis Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sapeken Sumenep (Himpass), Faisal Islami, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Hamka.

Meski demikian, ia mengaku pesimistis apabila pelantikan tersebut hanya menjadi formalitas birokrasi tanpa disertai langkah konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat kepulauan.

Baca Juga :  MH. Said Abdullah Ajak Pemuda Sumenep Rawat Persatuan di Era Digital

Menurut Faisal, selama Hamka menjabat sebagai Plt Camat Sapeken masih terdapat sejumlah persoalan strategis yang belum memperoleh penyelesaian secara optimal.

Salah satunya adalah ancaman peredaran narkotika yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Letak geografis Sapeken sebagai wilayah kepulauan terluar dengan gugusan pulau yang luas disebut sangat rentan dimanfaatkan sebagai jalur peredaran gelap narkotika.

“Berulangnya pengungkapan kasus sabu oleh aparat kepolisian menjadi indikator bahwa Sapeken sedang menghadapi ancaman serius terhadap masa depan generasi muda,” ujarnya.

Selain persoalan narkotika, Faisal juga menyoroti masih berulangnya kelangkaan BBM bersubsidi serta dugaan penyalahgunaan tata niaga solar dan bensin di wilayah kepulauan.

Baca Juga :  Sertijab Wakapolres Sumenep, Kompol Masyhur Ade Dapat Tugas Baru di Polda Jatim

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas para nelayan, tetapi juga berdampak terhadap meningkatnya biaya distribusi barang yang berujung pada naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami tidak butuh seremoni pelantikan di pendopo yang mewah. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepemimpinan yang mampu menyelesaikan persoalan nyata di Kepulauan Sapeken,” tegas Faisal.

Ia menilai, setelah resmi menjabat sebagai camat definitif, Hamka harus mampu menunjukkan arah kepemimpinan yang lebih jelas sebagai perpanjangan tangan Bupati Sumenep di wilayah kepulauan.

Faisal menyebut sedikitnya ada dua agenda prioritas yang harus segera dijalankan oleh Camat Sapeken.

Pertama, memperkuat sinergi Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) bersama Polsek Sapeken, Koramil, tokoh masyarakat, serta tokoh agama dalam upaya memberantas peredaran narkotika.

Baca Juga :  Perbup 55/2025 Terbit, Bahasa Madura Resmi Jadi Muatan Lokal Wajib di Sekolah Sumenep

Menurutnya, camat harus mengambil peran koordinatif secara aktif sehingga penanganan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum.

Kedua, melakukan pengawasan secara ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi. Camat diharapkan turun langsung mengawasi rantai distribusi hingga tingkat agen agar penyaluran BBM benar-benar tepat sasaran dan hak masyarakat, khususnya para nelayan, tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.

“Pelantikan camat definitif ini harus menjadi momentum pembenahan tata kelola pemerintahan di Kecamatan Sapeken. Masyarakat kini menunggu langkah-langkah nyata yang mampu menjawab berbagai persoalan mendasar di wilayah kepulauan, bukan sekadar pergantian status jabatan dalam struktur birokrasi,” pungkas Faisal.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Viral! Wanita di Ketapang Jadi Korban Dugaan Penganiayaan, Polres Sampang Selidiki
Polres Pamekasan Jawab Kritik Prabowo: FGD Kami Berbasis Aksi, Bukan Seremonial
Resmi! Madura United Mulai Perburuan Poin Super League 2026/2027 di Pamekasan
UHC Sumenep Jadi Sorotan, Puskesmas Batuan Diduga Tak Sejalan dengan Himbauan Bupati Fauzi
Dari BEM hingga PMII, Bagus R Perkuat Tradisi Kepemimpinan dan Kaderisasi di UNIBA Madura
Lagu Daerah Nusantara Antarkan DWP RSUD Sumenep Raih Penghargaan Gold
Benarkah Pasien UHC Harus Menunggu 2 Hari? Ini Penjelasan Puskesmas Batuan dan Dinkes Sumenep
Transmisi Moneter Dinilai Macet, Achsanul Qosasi Desak BI Baru Buka Akses Kredit UMKM

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Viral! Wanita di Ketapang Jadi Korban Dugaan Penganiayaan, Polres Sampang Selidiki

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Polres Pamekasan Jawab Kritik Prabowo: FGD Kami Berbasis Aksi, Bukan Seremonial

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Resmi! Madura United Mulai Perburuan Poin Super League 2026/2027 di Pamekasan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:39 WIB

UHC Sumenep Jadi Sorotan, Puskesmas Batuan Diduga Tak Sejalan dengan Himbauan Bupati Fauzi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Dari BEM hingga PMII, Bagus R Perkuat Tradisi Kepemimpinan dan Kaderisasi di UNIBA Madura

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Benarkah Pasien UHC Harus Menunggu 2 Hari? Ini Penjelasan Puskesmas Batuan dan Dinkes Sumenep

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Transmisi Moneter Dinilai Macet, Achsanul Qosasi Desak BI Baru Buka Akses Kredit UMKM

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:46 WIB

QRIS Goes to University: 910 Mahasiswa Baru UINSA Dikenalkan Transaksi Digital Lintas Negara

Berita Terbaru