Berkat Program Upland Project, Petani Pasongsongan Luncurkan Inovasi Terbarukan

Sabtu, 29 Juli 2023 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Gus Adim, Gapoktancam Pasongsongan

Foto. Gus Adim, Gapoktancam Pasongsongan

SUMENEP, nusainsider.com Melalui program upland project sejak tahun 2022 yang masuk diwilayah kami (red. Pasongsongan), ada inovasi baru yang muncul dari petani itu sendiri, salahsatunya Organik shakti, Insektisida Nabati dan fungisida Nabati.

Inovasi baru yang kami maksud adalah munculnya ide untuk membuat Organik shakti dengan menggunakan bahan dari hasil limbah serta rempah-rempah yang ada disekitar lingkungan.

“Jadi, yang ada dilingkungan kita ini oleh sebagian masyarakat dianggap tidak berharga, padahal banyak dipekarangan kita itu ketika dimanfaatkan dengan baik akan menjadi barang berharga yang mampu mengurangi beban para petani”, kata Gus Adim sapaan akrabnya kepada media nusainsider.com, sabtu 29 juli 2023.

Sudah ada kita demplot mandiri, 1500 cabai besar yang biasanya menghabiskan 5juta, justru hanya menghabiskan 300ribu dengan organik shakti tersebut.

Kalau memang biaya produksi semurah-murahnya, jual semahal-mahalnya ini kan tujuan Indonesia pertanian masa kini, kenapa harus biaya mahal-mahal.

Baca Juga :  Upland Project 2023 ; Petani Desa Rubaru Kembali Terima Pupuk Dan Obat-obatan Jenis Ini

Jadi, Kena’ jamur fungisidanya Nabati, kena’ ulat insektisidanya nabati (red. ramah lingkungan) dan tidak berbahaya”, paparnya.

Gus Adim sapaan akrabnya berharap, bagaimana Pemkab sumenep melalui dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) menyikapi hasil karya dan atau inovasi petani seperti ini.

Kalau memang mereka biasa bermitra dengan CV yang ada disana, misal CV pemilik Organik ‘A’, CV pemilik pupuk ‘B’. Kenapa tidak yang disini dilabelasikan milik sumenep sendiri, kita besarkan sendiri, dan keuntungan silahkan atur sendiri.

Dan ini kebanggaan terhadap prestasi dinas, karena ini wilayah kebanggaannya, “Harapnya.

Apalagi di upland project 2023 ada sekolah lapang tematik, jadi, artinya ada pelatihan dengan pemateri untuk menambah wawasan serta memperluas pengalaman.

Baca Juga :  Tahun Ketiga ; DKPP Sumenep Kembali Laksanakan Program Upland Project 2023 Dilokasi Ini

Nah, dari berbagai treatment dan dari berbagai jenis organik yang ada, kami petakan mana yang terbaik.

Ia mengaku, dengan adanya sekolah lapang, pelatihan-pelatihan pada program Upland project, petani banyak berubah. Apalagi tidak usah beli biosaka, kan hanya mengambil daun-daun yang ada di lingkungan bahkan mudah didapat.

“Jadi, kami petani pasongsongan hadir dengan sebuah kualitas”, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Sumenep mengapresiasi inovasi petani dengan membuat pupuk organik sendiri dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada disumenep.

Terkait labelisasi inovasi organik shakti yang disampaikan petani, pihaknya akan mengupayakan itu. Tapi yang perlu diketahui bahwa proses perizinannya, produksi dan lain sebagainya itu butuh waktu dan survei dari pihak terkait, “kata kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP), arif Firmanto kepada media ini.

Ia menyampaikan terimakasih atas inovasi petani tersebut, selain mengenalkan pupuk lokal juga memberikan edukasi kepada petani diwilayah lain agar supaya menghemat biaya dalam bertani.

“Artinya, pupuk tersebut bukan hanya untuk satu komoditas, akan tetapi juga komoditas lain juga bisa menggunakannya”, imbuhnya

Loading

Berita Terkait

Kepala Desa Pinggirpapas Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026
Perjuangkan Hak Pendidikan untuk Semua, Ning Lia Dianugerahi Maklumat Partnership Awards 2026
Bungkam Soal Proyek PELRA dan Dugaan Intimidasi Pewarta, Kepala KSOP Kalianget Berpotensi Tersandung Masalah Hukum
Jambore Perhutanan Sosial 2026, Ning Lia Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi
Semarak Soekarno Fun Run 2026, Abrari-Hosnan Dukung Sport Tourism dan Kreativitas Pemuda
Dari Tari Topeng hingga Hadrah Klasik, Panggung Budaya Sumenep Siap Memukau Penonton Nanti Malam
Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?
Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:32 WIB

Kepala Desa Pinggirpapas Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 08:56 WIB

Perjuangkan Hak Pendidikan untuk Semua, Ning Lia Dianugerahi Maklumat Partnership Awards 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:43 WIB

Bungkam Soal Proyek PELRA dan Dugaan Intimidasi Pewarta, Kepala KSOP Kalianget Berpotensi Tersandung Masalah Hukum

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:46 WIB

Jambore Perhutanan Sosial 2026, Ning Lia Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:32 WIB

Semarak Soekarno Fun Run 2026, Abrari-Hosnan Dukung Sport Tourism dan Kreativitas Pemuda

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:35 WIB

Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:54 WIB

Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:45 WIB

Ketahanan Pangan dari Desa, Polsek Batang-Batang Monitoring Green House Melon Pertiwi

Berita Terbaru