Ekonomi Malaysia Melejit Lebih Tinggi di Q1 2023

Sabtu, 13 Mei 2023 - 00:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Twin-tower Malaysia

Twin-tower Malaysia

MALAYSIA, Nusainsider.com — Pertumbuhan ekonomi di Malaysia pada kuartal I 2023 ini dilaporkan mencapai 5,6%. Pertumbuhan ekonomi ini utamanya dipicu oleh belanja sektor swasta.

Angka ini bahkan disebutkan melampaui perkiraan Produk Domestik Bruto (PDB) dari para analis yang diperkirakan “hanya” di kisaran 4,8%, sebagaimana dilaporkan harian lokal The Star. Sementara pertumbuhan PDB Malaysia pada kuartal keempat tahun 2022 lalu mencapai 7,1%.

Gubernur Bank Negara Malaysia (BNM) Nor Shamsiah Mohd Yunus mengatakan pada Jumat (12/5) bahwa pertumbuhan pada tahun 2023 didukung oleh banyak faktor. Ia juga menyebut ekonomi Malaysia telah pulih ke tingkat sebelum pandemi.

“Pasar tenaga kerja terus menguat pada kuartal pertama 2023 dan diharapkan tetap mendukung permintaan domestik. Seluruh perekonomian tidak lagi krisis bahkan terus menguat,” ungkapnya saat mengumumkan kinerja triwulan I 2023, mengutip Channel News Asia, Jumat (12/05/2023).

Baca Juga :  Seminar Nasional SMSI Kupas KEK Madura: Antara Harapan Ekonomi dan Tantangan Ekologi

Nor Shamsiah juga mengatakan bahwa selama kuartal pertama tahun ini, konsumsi swasta meningkat sebesar 5,9%, investasi swasta (4,7%) dan investasi publik (5,7%). Namun, konsumsi publik turun sebesar 2,2% karena belanja persediaan dan jasa yang lebih rendah.

Meskipun ekspor regional terus berkontraksi di tengah lemahnya permintaan barang, ekspor bersih Malaysia naik 54,4% karena pemulihan lebih lanjut dalam kegiatan pariwisata.

Di berbagai sektor, Nor Shamsiah mengatakan sektor jasa adalah pendorong utama ekonomi, tumbuh sebesar 7,3% pada kuartal pertama tahun 2023 didukung oleh kegiatan layanan terkait konsumen dan bisnis.

Manufaktur naik 3,2% pada kuartal pertama, pertanian (0,9%), pertambangan (2,4%) dan konstruksi (7,4%).

Sementara tingkat pengangguran semakin meningkat pada kuartal pertama, turun menjadi 3,5% dibandingkan 3,6% pada kuartal keempat tahun 2022.

Baca Juga :  Potensi Besar, Setoran Kecil: Pajak Rokok Madura Jadi Alasan Kunjungan Komwasjak ke Madura

Mengenai inflasi, Nor Shamsiah mengatakan inflasi utama cenderung lebih rendah menjadi 3,4% selama kuartal pertama 2023, sejalan dengan moderasi biaya dan kondisi pasokan. Sementara inflasi inti turun menjadi 3,8% mencerminkan permintaan domestik yang tangguh.

“Inflasi inti saat ini tetap tinggi lebih lama, bahkan ketika biaya mulai moderat, (dan) aktivitas ekonomi yang kuat terus menghasilkan tekanan yang didorong oleh permintaan yang membuat inflasi tetap tinggi,” katanya.

“Kita dapat mengamati hal ini di luar indikator permintaan konvensional, seperti pada perdagangan ritel dan data pengeluaran kartu kredit atau bahkan ketika kita pergi ke pusat perbelanjaan dan restoran dan melihat antrian panjang dan kemacetan lalu lintas,” tukasnya.

Data pertumbuhan ekonomi Malaysia pada kuartal I 2023 ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi negara tetangga RI ini lebih pesat dibandingkan Indonesia. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2023 “hanya” sebesar 5,03%.

Baca Juga :  Bibit Rubaru Tak Muncul, Upland Project Sumenep Diambang Kegagalan

Badan Pusat Statistik (BPS) RI mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2023 mencapai 5,03%. Realisasi ini cenderung lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,02%.

Dengan capaian ini, maka PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Rp 5.071,7 triliun. Adapun, secara kuartalan pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi 0,92%.

“Secara year-on-year, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I mencapai 5,03%,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud dalam konferensi pers, Jumat (5/5/2023).

“Ini menandakan ekonomi Indonesia masih stabil,” tambahnya.

Angka ini berada di atas konsensus pasar. Konsensus pasar yang dihimpun Tim Riset CNBC Indonesia dari 13 institusi juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,95%

Loading

Berita Terkait

KEI Dorong UMKM Kepulauan Sumenep Naik Kelas, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan
UMKM Binaan Searah, Sukga.id Kenalkan Potensi Lokal di Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026
Produk Lokal Giligenting Naik Panggung, UMKM Binaan Medco Energi Perluas Jejaring Pasar
Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru
Haswal Group Resmi Buka Pembelian Tembakau 2026, Harga Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Fauzi As ; Madura Merdeka di Tiang Bendera
Ekonomi Jatim Menguat, Kemiskinan dan Pengangguran Turun, Ning Lia: Pertumbuhan Makin Berkualitas

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:00 WIB

KEI Dorong UMKM Kepulauan Sumenep Naik Kelas, Kerajinan Santigi Jadi Produk Unggulan

Kamis, 17 September 2026 - 15:36 WIB

UMKM Binaan Searah, Sukga.id Kenalkan Potensi Lokal di Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026

Kamis, 17 September 2026 - 09:36 WIB

Produk Lokal Giligenting Naik Panggung, UMKM Binaan Medco Energi Perluas Jejaring Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 17:48 WIB

Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Haswal Group Resmi Buka Pembelian Tembakau 2026, Harga Tembus Rp70 Ribu per Kilogram

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:15 WIB

Fauzi As ; Madura Merdeka di Tiang Bendera

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:54 WIB

Ekonomi Jatim Menguat, Kemiskinan dan Pengangguran Turun, Ning Lia: Pertumbuhan Makin Berkualitas

Berita Terbaru