Ach Supyadi Tanggapi Santai Laporan Hukum, Sulaisi Balas Sindiran Pedas

Jumat, 11 Juli 2025 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sulaisi Abdurrazaq (Kanan), Ach Supyadi, SH., MH (Kiri)

Foto. Sulaisi Abdurrazaq (Kanan), Ach Supyadi, SH., MH (Kiri)

SUMENEP, nusainsider.com — Menanggapi laporan hukum yang diajukan oleh Moh. Waris melalui kuasa hukumnya, Sulaisi Abdurrazaq, Advokat Ach Supyadi mengaku tidak gentar.

Ia menyebut laporan tersebut sebagai bentuk intimidasi hukum yang tidak berdasar.

“Ya benar, akun TikTok saya dilaporkan, tapi saya santai saja. Bagi saya, pengacara bekerja dengan keilmuan, bukan dengan jurus mabuk. Melaporkan boleh saja, soal benar atau tidak nanti akan diuji,” ujar Supyadi.

Ia bahkan menyebut pelaporan itu sebagai “Gertak Sambal Belakang” dan menegaskan siap menghadapi segala proses hukum yang berjalan.

“Saya ini pengacara. Kalau digertak dengan laporan seperti itu, saya tidak akan goyah. Selama saya berhadapan hukum dengan beliau, belum pernah sekalipun mereka menang,” tambahnya sebagaimana dikutip dari pemberitaan SuaraDemokrasi.id, Jumat 11 Juli 2025.

Menanggapi pernyataan Ach Supyadi, Sulaisi Abdurrazaq menilai tidak menemukan sisi keilmuan dari rekan seprofesinya itu. Menurutnya, yang tampak justru kesombongan dan keinginan untuk mendapatkan pengakuan publik.

“Mungkin dia merasa reputasinya sedang rusak, sehingga perlu pengakuan agar dibilang lebih hebat. Dia banyak dilaporin orang ke polisi. Di Polres Pamekasan ada beberapa laporan, termasuk juga di Polres Sumenep. Ironisnya, sebagian yang melaporkan adalah kliennya sendiri, bukan saya,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima nusainsider.com, Jumat 11 Juli 2025.

Sulaisi, sapaan akrabnya, kemudian memberikan sindiran halus kepada Supyadi.

Baca Juga :  Keraton Sumenep Jadi Panggung Kebangkitan Budaya, GEN Ajak Pemuda Rawat Identitas Daerah

Ia menyebut, “Supyadi lupa bahwa cerlang gemintang tak pernah iri pada sinar matahari. Mereka tidak berebut untuk diakui lebih terang. Tapi kita semua memberi nilai yang proporsional pada bintang dan matahari.”Sebutnya.

Ia juga menegaskan dirinya memilih menjaga integritas profesi dan menghindari pernyataan yang dapat menyesatkan publik.

“Supyadi saya ingatkan, pernyataannya itu menyesatkan. Karena Pak Matwani tidak dikeroyok. Kalau Supyadi bisa buktikan Pak Matwani dikeroyok, saya beri dia uang lima juta,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sulaisi menekankan bahwa persoalan ini bukan soal menang atau kalah, melainkan menyangkut etika profesi.

“Itu cara saya agar Supyadi mau introspeksi. Ini bukan soal menang atau kalah, ini urusan etika profesi,” imbuhnya.

Sebagai bentuk tantangan intelektual, Sulaisi bahkan mengajak Supyadi untuk berdebat hukum secara terbuka demi memberikan edukasi hukum kepada masyarakat.

“Kalau soal menang kalah yang dibanggakan Supyadi, tentukan temanya, sediakan forumnya. Saya ingin debat hukum secara terbuka dengan dia agar ada edukasi yang lebih bermanfaat bagi publik, bukan pamer kesombongan. Kita uji integritas di panggung debat. Bisa bikin Forum Debat Advokat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Sulaisi memberi nasihat kepada Supyadi agar menjalankan profesi sebagai pengacara dengan penuh tanggung jawab.

“Kalau boleh saya memberi saran pada Supyadi, jadilah pengacara yang baik, berintegritas, dan bertanggung jawab. Menang itu bisa dibeli. Kalau ada orang baik dan jahat, jangan memilih menjadi pengacara jahat,” Tutup Sulaisi.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru