Aksi Mahasiswa sebagai Cermin: Saatnya Kampus Berbenah

Sabtu, 11 April 2026 - 04:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ainur Rahman, Ketua BEM STITA

Foto. Ainur Rahman, Ketua BEM STITA

OPINI, nusainsider.com Aksi mahasiswa STIT Aqidah Usymuni Sumenep yang digelar di Auditorium kampus pada Rabu, 8 April 2026, bukan sekadar peristiwa demonstrasi biasa. Ia adalah cermin yang memantulkan realitas di dalam kampus bahwa perguruan tinggi bukan hanya ruang transfer ilmu, tetapi juga ruang kontrol sosial yang hidup dan dinamis.

Ketika mahasiswa turun tangan menyuarakan tuntutan, itu menandakan adanya kegelisahan yang tak lagi mampu ditampung dalam diskusi-diskusi kecil di sudut kelas atau organisasi.

Salah satu isu yang mencuat adalah persoalan fasilitas. Selama ini, masalah fasilitas kerap dianggap sebagai hal teknis yang bisa ditunda. Padahal, ia merupakan fondasi utama dalam proses pembelajaran. Ruang kelas yang kurang layak, keterbatasan akses teknologi, hingga minimnya sarana penunjang bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas akademik.

Baca Juga :  Turun ke Jalan, Kapolres Sumenep Sambut Aspirasi Masyarakat dengan Dialog Sehat

Ketika mahasiswa bersuara, sejatinya mereka sedang mengingatkan bahwa standar minimum pendidikan belum sepenuhnya terpenuhi.

Di sisi lain, tuntutan transparansi anggaran KIP Kuliah menyentuh aspek yang jauh lebih mendasar: kepercayaan. Program KIP Kuliah hadir sebagai jembatan bagi mahasiswa dari kalangan kurang mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Namun, tanpa keterbukaan dalam proses pengelolaannya mulai dari seleksi hingga distribusi dana program ini berpotensi menimbulkan kecurigaan. Mahasiswa tidak sekadar meminta data, tetapi menuntut keadilan dan akuntabilitas.

Baca Juga :  Program MBG Disorot, Kepala SPPG Pordapor Tutup Mulut Soal Keluhan Wali Murid

Lebih jauh, kritik terhadap tata kelola akademik menunjukkan adanya persoalan yang bersifat sistemik. Kurangnya transparansi, komunikasi yang tidak efektif antara pihak kampus dan mahasiswa, serta minimnya ruang partisipasi telah menciptakan jarak yang tidak sehat.

Kika dibiarkan, jarak ini dapat mengikis kepercayaan dan pada akhirnya menurunkan kualitas institusi itu sendiri.
Aksi mahasiswa seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai alarm.

Ia adalah bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moral mahasiswa terhadap kampusnya. Kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memperbaiki.

Dalam konteks ini, kampus dituntut untuk tidak defensif, melainkan membuka ruang dialog yang konstruktif.

Baca Juga :  Puting Beliung Terjang Pragaan, Pemkab Sumenep Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Momentum ini semestinya menjadi titik balik bagi STIT Aqidah Usymuni Sumenep untuk berbenah. Perbaikan fasilitas, transparansi keuangan, serta pembenahan tata kelola akademik bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Sebab, kualitas perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kurikulum yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuannya membangun kepercayaan dan memberikan pelayanan yang adil, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.

Pada akhirnya, kampus yang besar bukanlah kampus yang sunyi dari kritik, melainkan yang mampu tumbuh dari setiap kritik yang ada.

Penulis : Ainur Rahman, Ketua BEM STIT. aqidah Usymuni sumenep

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kepulauan Sumenep Dibidik Bappenas, Energi Surya hingga Hilirisasi Garam Dikaji
Emas Bernilai Ibadah, Central 88 Gold & Jewellery Dedikasikan Keuntungan untuk Yatim-Duafa
Bawa Polresta Sumenep ke Arah Baru, Kombes Pol Ariek Raih Penghargaan
ICONIS ke-10 Jadi Ruang Refleksi Merawat Tradisi Keagamaan Masyarakat Madura
Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura
Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi
STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan
Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:49 WIB

Kepulauan Sumenep Dibidik Bappenas, Energi Surya hingga Hilirisasi Garam Dikaji

Kamis, 10 September 2026 - 14:23 WIB

Emas Bernilai Ibadah, Central 88 Gold & Jewellery Dedikasikan Keuntungan untuk Yatim-Duafa

Kamis, 10 September 2026 - 09:19 WIB

Bawa Polresta Sumenep ke Arah Baru, Kombes Pol Ariek Raih Penghargaan

Kamis, 10 September 2026 - 08:06 WIB

ICONIS ke-10 Jadi Ruang Refleksi Merawat Tradisi Keagamaan Masyarakat Madura

Rabu, 9 September 2026 - 14:01 WIB

Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi

Rabu, 9 September 2026 - 13:04 WIB

STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan

Rabu, 9 September 2026 - 12:53 WIB

Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 09:51 WIB

Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal

Berita Terbaru