Dinkes Sumenep Perkuat Peran PMO untuk Tekan Drop Out Obat Pasien TBC

Jumat, 21 November 2025 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kabid P2P Dinkes Sumenep, Achmad Syamsuri

Foto. Kabid P2P Dinkes Sumenep, Achmad Syamsuri

SUMENEP, nusainsider.com Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep mengingatkan kembali bahaya drop out (DO) atau putus minum obat bagi pasien tuberkulosis (TBC).

Imbauan ini disampaikan guna menekan risiko resistensi yang dapat memperpanjang masa penyembuhan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menegaskan bahwa pengobatan TBC harus dilakukan secara kontinyu.

Selama enam bulan, pasien diwajibkan mengonsumsi obat tanpa terputus. Jika terjadi DO, maka potensi terjadinya resistensi obat meningkat tajam.

“Kalau putus tengah jalan atau DO, ini bisa menimbulkan resisten obat,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Untuk meminimalkan kejadian DO, Dinkes P2KB menunjuk Penanggung Jawab Minum Obat (PMO) bagi setiap pasien TBC. Biasanya PMO berasal dari anggota keluarga pasien.

Baca Juga :  TROBES Hidupkan Ekonomi Desa Lewat Panggung Ketoprak Rukun Karya di Legung Timur

Namun apabila keluarga tidak mampu menjalankan tugas tersebut, pendampingan akan dialihkan kepada kader yang telah direkrut khusus untuk membantu proses penuntasan TBC.

Kader PMO ini dapat berasal dari tenaga kesehatan Puskesmas maupun masyarakat umum yang direkrut melalui Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (YABHYSA), mitra Dinas Kesehatan dalam pemberantasan TBC di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Presiden Apresiasi DPD RI, Ning Lia Soroti DTSEN dan Sekolah Rakyat

Syamsuri menjelaskan, pasien yang terlanjur DO tidak bisa serta-merta melanjutkan obat yang masih tersisa. Mereka harus menjalani pemeriksaan ulang hingga rontgen untuk memastikan kondisi terkini.

“Kalau terbukti resisten, maka pengobatannya lebih lama. Bisa sembilan bulan,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinkes P2KB, jumlah penderita TBC di Kabupaten Sumenep pada 2023 tercatat sebanyak 2.556 kasus. Angka tersebut naik menjadi 2.589 kasus pada 2024, namun menurun signifikan menjadi 2.294 kasus hingga akhir Oktober 2025.

Baca Juga :  Tak Sekadar Hemat Energi, RSUD Sumenep Bangun Budaya Sehat Lewat Gowes

Sementara itu, angka kematian akibat TBC sejak Januari hingga November 2025 tercatat sebanyak 53 kasus. Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 130 kematian dan pada 2023 sebanyak 113 kasus.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas
Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata
Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan
MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak
Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep
Implementasi Arahan Presiden, Bappeda Sumenep Bergerak Ciptakan Kota Bersih dan Sehat
Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36 WIB

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:49 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:32 WIB

Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:50 WIB

Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:53 WIB

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:32 WIB

Implementasi Arahan Presiden, Bappeda Sumenep Bergerak Ciptakan Kota Bersih dan Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:53 WIB

Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:48 WIB

Bupati Fauzi Inisiasi Sumenep Kepulauan, Langkah Strategis Menuju Pusat Pertumbuhan Provinsi Madura

Berita Terbaru