SUMENEP, nusainsider.com — Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak lagi menyusun program pembangunan hanya dengan menyalin kegiatan tahun sebelumnya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Menurut Bupati, praktik copy-paste program tanpa didahului evaluasi yang komprehensif berpotensi membuat pembangunan daerah berjalan stagnan dan tidak responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.
“Kami tegaskan, setiap tahapan perencanaan harus berbasis data, hasil evaluasi, serta kondisi nyata di lapangan. Program yang disusun harus benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan kondisi daerah,” tegas Achmad Fauzi saat Apel dan Penyerahan Penghargaan SAKIP di Halaman Kantor Bupati Sumenep, Senin (22/12/2025).
Ia menekankan, setiap program wajib disusun berdasarkan analisis permasalahan, potensi daerah, serta memperhitungkan dampak keberhasilan terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Jangan ada lagi program yang sekadar menyalin atau meniru tahun sebelumnya. Setiap OPD harus mampu merumuskan program yang inovatif, solutif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Achmad Fauzi menegaskan bahwa perencanaan program harus sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kemajuan Kabupaten Sumenep di berbagai sektor.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor agar perencanaan tidak tumpang tindih, melainkan saling melengkapi dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.
“Seluruh ASN harus terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, sehingga mampu menyusun program secara profesional, berbasis kinerja, dan berorientasi pada hasil yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















