SURABAYA, nusainsider.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama, menyampaikan apresiasi atas peluncuran gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai arah baru pembenahan lingkungan nasional.
Menurutnya, program tersebut menjadi momentum penting dalam menghadirkan tata kelola kebersihan yang lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari desa hingga ibu kota negara.
Ning Lia menilai, gerakan ASRI tidak hanya berorientasi pada perubahan visual semata, melainkan menjadi simbol komitmen pemerintah dalam melakukan pembenahan menyeluruh lintas sektor.
Program ini, kata dia, memperlihatkan keseriusan pemerintah untuk menghadirkan lingkungan yang lebih tertata dengan langkah yang cepat dan terarah.
“Fokus pada kebersihan lingkungan di setiap tingkatan wilayah merupakan strategi konkret yang dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. Ketika desa bersih, kecamatan bersih, kabupaten dan kota bersih, maka secara kolektif wajah bangsa juga akan berubah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembenahan yang dimulai dari level paling bawah menjadi simbol keseriusan membangun budaya hidup bersih dan sehat. Dengan pola berjenjang dari desa, kecamatan, kabupaten, kota, hingga provinsi dan nasional, gerakan ini diyakini mampu membentuk kesadaran kolektif secara masif.
Lebih jauh, Lia sapaan akrabnya mengingatkan bahwa gerakan ASRI tidak boleh berhenti pada seremoni atau slogan belaka. Implementasi di lapangan harus melibatkan kerja kolektif seluruh elemen, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, sektor swasta, maupun masyarakat.
“Ini bukan sekadar program simbolik. Harus ada kolaborasi nyata, pengawasan, serta sistem yang memastikan keberlanjutan,” tegasnya.
Salah satu perhatian utama dalam gerakan ASRI adalah persoalan pengelolaan sampah, yang hingga kini masih menjadi tantangan di banyak daerah.
Lia menggarisbawahi pentingnya sistem pengolahan sampah yang modern, efektif, serta ramah lingkungan.
Menurutnya, pendekatan lama yang terlalu bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) perlu dikurangi. Ia mendorong pengelolaan sampah berbasis wilayah kecil dengan memanfaatkan teknologi tepat guna.
Ning Lia pun memberikan apresiasi kepada sejumlah lembaga pendidikan yang telah mengembangkan teknologi daur ulang dan alat pemusnah sampah berskala kecil yang ramah lingkungan.
Teknologi tersebut dinilai mampu menjadi solusi konkret karena tidak menimbulkan bau, tidak merusak lingkungan, serta dapat dioperasikan di tingkat kelurahan maupun kecamatan.
“Kalau setiap wilayah punya alat pengolahan sendiri, sampah bisa diselesaikan lebih cepat dan lebih dekat dari sumbernya. Ini jauh lebih efisien dan mengurangi beban TPA,” jelasnya.
Dalam pandangannya, kehadiran fasilitas pengolahan sampah di tingkat bawah akan memangkas ketergantungan pada sistem terpusat yang sering kali kewalahan menampung volume sampah harian.
Selain itu, pendekatan ini juga membuka peluang ekonomi melalui pengolahan dan daur ulang yang bernilai tambah.
Gerakan ASRI, lanjut Lia, berjalan seiring dengan strategi Indonesia Incorporated yang menekankan sinergi antar sektor dalam pembangunan nasional.
Konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menempatkan kebersihan, kesehatan, dan keindahan lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan.
Ia optimistis, apabila gerakan ini dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, maka akan terbentuk kesadaran kolektif bahwa pembangunan tidak semata-mata tentang infrastruktur fisik atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang kualitas lingkungan hidup yang menopang masa depan bangsa.
“Lingkungan yang bersih dan sehat adalah investasi jangka panjang. Anak cucu kita berhak menikmati ruang hidup yang layak,” ujarnya.
Program ASRI sendiri ditargetkan mulai direalisasikan dalam waktu dekat. Pemerintah berharap perubahan nyata dapat segera dirasakan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.
Dengan komitmen yang kuat serta kolaborasi lintas sektor, gerakan ASRI diharapkan menjadi tonggak baru dalam transformasi tata kelola lingkungan nasional mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah secara berkelanjutan.
![]()
Penulis : Wafa
















