Astaga! Inovasi Achmad Fauzi Kepada Nelayan Tersampaikan Utuh Pada Debat Kedua

Sabtu, 9 November 2024 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Achmad Fauzi Wongsojudo dan KH Imam Hasyim (FAHAM), mengungkapkan berbagai langkah konkret yang telah dilakukan dan akan dilanjutkan untuk meningkatkan produktivitas serta nilai jual hasil tangkapan nelayan di kabupaten Sumenep.

Dalam debat publik ke dua Pilkada Sumenep 2024, Sabtu (9/11/2024) bertempat di Aula Pesantren Uniba Madura, Achmad Fauzi Wongsojudo memaparkan berbagai inisiatif yang sudah diterapkan, seperti pemberian bantuan teknologi Fish Finder yang memungkinkan nelayan untuk mengetahui lokasi ikan secara lebih akurat, sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan dan mengurangi biaya operasional serta pengeluaran bahan bakar.

Selain itu, Fauzi juga telah menyediakan Cool Box untuk menjaga kesegaran ikan hingga sampai di daratan. Namun, ia menyadari bahwa tantangan terbesar adalah kebiasaan sebagian besar nelayan yang cenderung langsung menjual hasil tangkapan mereka setelah kembali ke pelabuhan, tanpa mengolahnya terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai jual.

Oleh karena itu, paslon nomor urut 02 tersebut berkomitmen untuk lebih memaksimalkan peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam pengolahan produk perikanan, seperti mengolah ikan menjadi produk turunan seperti kerupuk ikan.

Baca Juga :  Debat Kedua, Pasangan FAHAM Paparkan Percepatan Sektor Pertanian Berbasis Modern dan Terbarukan di Sumenep

“Meskipun telah ada upaya sosialisasi dan pembinaan untuk merubah kebiasaan nelayan agar tidak langsung menjual hasil tangkapan di pelabuhan membutuhkan waktu dan proses yang tidak instan. Tapi kami akan terus mengupayakan itu agar semakin memiliki nilai jual tinggi,” ucapnya.

Fauzi juga menyampaikan pentingnya dukungan terhadap infrastruktur pendukung, seperti Integrated Cool Storage yang melibatkan pihak ketiga untuk membantu memaksimalkan proses distribusi ikan dari laut ke pasar.

“Kerja sama dengan BUMD dan pihak ketiga telah dipersiapkan untuk memastikan kelancaran sistem ini,” katanya.

Tambahan informasi, kepedulian Achmad Fauzi Wongsojudo terhadap nelayan Sumenep tak hanya itu, melainkan juga telah membantu mereka mendaftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Tercatat sudah sebanyak 1.780 orang.

Sementara jumlah nelayan ada 34.818 orang. Yang memiliki kartu Kusuka 9.006, sisanya 25.812 belum. Ditargetkan 1.900 sudah memiliki kartu tersebut di tahun ini.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor
KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Jumat, 17 April 2026 - 06:34 WIB

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB