Bahaya! Enam Ormas Besar Turun Gunung ke Sapudi Tolak Replacement Pelabuhan

Minggu, 23 November 2025 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Replacement Pelabuhan Pulau Sapudi dengan Gelombang Penolakan Enam Ormas Besar setempat.

Foto. Replacement Pelabuhan Pulau Sapudi dengan Gelombang Penolakan Enam Ormas Besar setempat.

SUMENEP, nusainsider.com — Sebanyak 63 kuli pekerja kasar yang selama ini menggantungkan hidupnya dari aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Sapudi, resmi mengajukan surat keberatan terkait rencana replacement (pemindahan/relokasi) pelabuhan kepada Direktorat Jenderal Hubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari enam organisasi besar yang memiliki pengaruh sosial dan kultural di Pulau Sapudi.

Diantaranya; MWC Nahdlatul Ulama (NU) Gayam, PC Muhammadiyah Gayam, Pemuda Muhammadiyah Gayam, KAHMI Sapudi, IKA PMII Sapudi dan GP Ansor Gayam.

Dalam surat keberatan tersebut tercantum kekhawatiran atas dampak sosial ekonomi di Pulau Sapudi.

Para kuli menyampaikan bahwa rencana replacement pelabuhan dinilai tidak mempertimbangkan asas kemanfaatan masyarakat, khususnya mereka yang selama puluhan tahun bekerja sebagai tenaga bongkar muat.

Baca Juga :  Aksi Nyata dari Masjid: Detikzone Santuni Ratusan Warga Kurang Mampu

Penggantian model pelabuhan dikhawatirkan dapat mengurangi kesempatan kerja bagi kuli lokal dan menambah jarak dan biaya operasional kerja. Selain itu juga akan mengancam keberlanjutan ekonomi keluarga mereka yang bertumpu pada aktivitas pelabuhan.

“Ini juga bisa mengubah struktur sosial dan ekonomi wilayah Gayam yang selama ini hidup dari mobilitas arus barang,” ujar Sunar, Koordinator Kuli Pelabuhan, Sabtu, 22 November 2025.

Dalam surat keberatan itu, mereka menegaskan bahwa setiap kebijakan pembangunan harus berpihak pada masyarakat terdampak langsung.

Para kuli meminta pemerintah melakukan kajian komprehensif, dialog terbuka, serta mempertimbangkan kembali lokasi replacement yang lebih ramah terhadap pekerja dan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Bikin Merinding! Suara Emas dan Semangat Lokal Fest Radhiesta 2025 Menggelegar

Enam organisasi besar di Pulau Sapudi yang memberikan dukungan menyatakan bahwa keberatan para kuli bukan hanya masalah pekerjaan, tetapi juga menyangkut keadilan sosial, pemerataan manfaat pembangunan, serta perlindungan terhadap kelompok masyarakat kecil.

Ketua IKA PMII Sapudi, Hasan Al Hakiki, menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan masyarakat akar rumput. Pemerintah perlu membuka ruang musyawarah dengan seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah harus menunjukan keberpihakannya pada masyarakat, apalagi dampaknya kepada masyarakat lokal,” katanya.

Pria yang akrab dipanggil Cak Kiki ini, mengaku bahwa lintas organisasi besar seperti, MWC NU Gayam, PC Muhammadiyah Gayam, Pemuda Muhammadiya Gayam, KAHMI Sapudi, dan GP Ansor Gayam menegaskan komitmennya untuk mendampingi para kuli dan penggerak ekonomi lokal hingga mendapatkan solusi yang adil dan tidak merugikan pihak manapun.

Baca Juga :  Komitmen Puskesmas Batang-batang Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Ia berharap sebelum pembangunan dilakukan harus ada dialog antara pemerintah, para kuli dan organisasi masyarakat.

Adapun tuntutan yang dilayangkan kepada Direktorat Jenderal Hubungan Laut adalah sebagai berikut:

  1. Meninjau ulang rencana replacement Pelabuhan UPP Kelas 3 Sapudi
  2. Melibatkan masyarakat terdampak dalam proses perencanaan
  3. Menjamin keberlanjutan mata pencaharian warga terutama para pemilik perahu
  4. Menghadirkan solusi yang tidak menimbulkan kegelisahan sosial di masyarakat.

Rencana replacement Pelabuhan Sapudi kini menjadi perhatian luas masyarakat Sapudi, mengingat pelabuhan merupakan urat nadi transportasi dan ekonomi bagi ribuan penduduk yang tinggal di pulau tersebut.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bersih Lingkungannya, Sehat Warganya, Maju Daerahnya: Sumenep Luncurkan Gerakan Bersih Pagi Hari
Peringati Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura
Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas
Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal
Lestarikan Budaya Leluhur, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari
Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim
TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 01:50 WIB

Bersih Lingkungannya, Sehat Warganya, Maju Daerahnya: Sumenep Luncurkan Gerakan Bersih Pagi Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Peringati Hari Jadi ke-757, Pemkab Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lestarikan Budaya Leluhur, Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:24 WIB

TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara

Berita Terbaru