Banggar DPR RI Soroti Tekanan Global, Said Abdullah Usul Tunda Proyek Tol demi Jaga APBN 2026

Senin, 16 Maret 2026 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah

Foto. Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah

JAKARTA, nusainsider.com Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyikapi kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang menghadapi berbagai tekanan global, termasuk meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam situasi tersebut, ia menilai pemerintah perlu melakukan penajaman prioritas belanja negara agar program-program yang benar-benar penting tetap berjalan optimal.

Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap sejumlah program pembangunan. Hal itu penting untuk memastikan penggunaan anggaran negara tetap efisien, efektif, serta tepat sasaran.

“Salah satunya yang tidak begitu mendesak, umpamanya, ya kalau pemerintah untuk tol dan sebagainya, ya mbok ditahan dulu. Toh faktanya tol itu juga tahunnya tahun jamak sehingga pemerintah bisa mempertebal kantong cadangan pemerintah. Untuk jaga-jaga,” kata Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Ia menilai sejumlah program pembangunan yang sifatnya tidak terlalu mendesak dapat ditunda sementara waktu guna menjaga ketahanan fiskal negara di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Baca Juga :  Madura Night Vaganza 2025, Panggung Inovasi Pemerintah dan Kreativitas UMKM Lokal

Meski demikian, Said menegaskan bahwa program prioritas nasional di sektor pendidikan tetap harus berjalan. Salah satu program yang menurutnya tidak dapat ditawar adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi kebijakan strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau MBG dalam klaster mandatory anggaran pendidikan, itu wajib. Sudah nggak bisa ditawar. Namanya juga anggaran pendidikan, wajib dilaksanakan,” ujarnya.

Said menjelaskan bahwa program MBG termasuk dalam kategori belanja wajib (mandatory spending) di sektor pendidikan. Karena itu, program tersebut harus tetap dijalankan karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi bagi peserta didik.

Baca Juga :  Pertalite dan Solar Diburu, BPH Migas Tambah Pasokan BBM ke SPBU Terdampak di Jatim

Meski demikian, ia berharap berbagai pihak tetap melakukan pengawasan agar implementasi program tersebut berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Bahwa di lapangan perlu perbaikan tata kelola, setuju. Tapi hukumnya wajib karena mandatory tadi, pendidikan ya,” tambahnya.

Sementara itu, dari sisi realisasi anggaran, pemerintah mencatat peningkatan signifikan pada belanja negara yang berkaitan dengan program prioritas. Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menyampaikan bahwa realisasi belanja barang pemerintah pada Januari–Februari 2026 mencapai Rp67,6 triliun atau tumbuh 26,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Santri Sapeken Bersatu! Kirab Santri 2025 Jadi Wujud Cinta Tanah Air di Kepulauan

Dukungan politik dari DPR terhadap program tersebut menunjukkan bahwa MBG dipandang sebagai kebijakan strategis yang tidak hanya berorientasi pada kesejahteraan sosial, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Ujung Timur Madura Bersiap Berpesta Budaya, Madura Culture Festival 4 Hadirkan 38 Kontingen
Festival Tong-tong KEN 2026 Dipertanyakan, Event Nasional atau Sekadar Seremonial Hari Jadi?
P-APBD 2026 Ketuk Palu, Pemkab Sumenep Janjikan Percepatan Program untuk Masyarakat
Cinta Indonesia Tak Cukup dengan Simbol, Nasionalisme Harus Dibuktikan dengan Aksi
Haswal Group Resmi Buka Pembelian Tembakau 2026, Harga Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda
Dari Buku untuk Kemerdekaan, Puluhan Penggerak Literasi Berkumpul di Taman Adipura Sumenep
NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Ujung Timur Madura Bersiap Berpesta Budaya, Madura Culture Festival 4 Hadirkan 38 Kontingen

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Festival Tong-tong KEN 2026 Dipertanyakan, Event Nasional atau Sekadar Seremonial Hari Jadi?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:46 WIB

P-APBD 2026 Ketuk Palu, Pemkab Sumenep Janjikan Percepatan Program untuk Masyarakat

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Cinta Indonesia Tak Cukup dengan Simbol, Nasionalisme Harus Dibuktikan dengan Aksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:54 WIB

“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Dari Buku untuk Kemerdekaan, Puluhan Penggerak Literasi Berkumpul di Taman Adipura Sumenep

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:42 WIB

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Berita Terbaru