Bapenda Sumenep Bidik PAD Rp500 Miliar di PAK 2026, Ferdiansyah: Saatnya Lebih Mandiri

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya

Foto. Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menembus angka Rp500 miliar pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun Anggaran 2026.

Target ambisius tersebut disampaikan Kepala Bapenda Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, saat diwawancarai media, Kamis (30/4) sore.

Ia menegaskan bahwa peningkatan PAD menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah perubahan kebijakan transfer anggaran dari pemerintah pusat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD), hingga akhir April 2026 realisasi PAD Kabupaten Sumenep tercatat sekitar Rp61,38 miliar. Meski baru mencapai sekitar 20 persen dari target, Ferdiansyah tetap optimistis capaian tersebut akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Menurutnya, kondisi fiskal saat ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung.

“Sekarang kondisinya berbeda, tidak bisa apple to apple dengan tahun sebelumnya. Kita harus lebih mandiri, salah satunya dengan meningkatkan PAD,” tegas Ferdiansyah.

Ia menjelaskan, capaian PAD pada triwulan pertama tahun ini masih dipengaruhi oleh pola pembayaran wajib pajak yang tidak selalu dilakukan tepat pada bulan berjalan. Kondisi tersebut menyebabkan adanya margin sekitar lima persen dalam realisasi pendapatan.

“Ada margin sekitar 5 persen karena sebagian wajib pajak membayar mundur dari bulan sebelumnya. Itu hal yang wajar,” jelasnya.

Ferdiansyah mengungkapkan bahwa target PAD Kabupaten Sumenep terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Demi Menjawab Kebutuhan Negara, SKK Migas Jabanusa Sebut Survei Seismik 3D di Pulau Kangean Sumenep Legal

Pada tahun 2025, pemerintah daerah menetapkan target PAD sekitar Rp322 miliar. Memasuki tahun 2026, target tersebut naik menjadi Rp334 miliar dan kembali meningkat menjadi Rp354 miliar.

Melihat potensi yang ada, Bapenda berencana melakukan evaluasi target pada saat perubahan anggaran dengan harapan mampu mendorong realisasi pendapatan hingga mencapai Rp500 miliar.

“Kami akan terus menggenjot PAD. Pada perubahan nanti, kami akan mereview target dan mendorong capaian melampaui target yang ada,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, Ferdiansyah memastikan pemerintah daerah tidak akan mengambil langkah dengan menaikkan tarif pajak. Sebaliknya, Bapenda memilih mengoptimalkan potensi pajak yang telah ada melalui berbagai inovasi pelayanan dan penguatan sistem pemungutan.

Baca Juga :  Rumah Kost Berkah Kembangkan 10 Unit Hunian, Prioritaskan Kenyamanan dan Kekeluargaan

Salah satu strategi yang disiapkan adalah memperluas digitalisasi sistem perpajakan daerah serta menerapkan pendekatan jemput bola kepada wajib pajak guna meningkatkan kepatuhan dan kemudahan pembayaran.

“Kami tidak ingin masyarakat terbebani. Pajak itu sensitif, jadi harus menghitungnya dengan matang. Kami fokus mengoptimalkan potensi melalui digitalisasi sistem pajak dan strategi jemput bola,” ungkapnya.

Selain optimalisasi sektor yang sudah berjalan, Pemkab Sumenep juga tengah menyiapkan sumber PAD baru dari sektor telekomunikasi.

Baca Juga :  KSPPS BMT UGT Nusantara Sumenep Bagikan 1.500 Takjil di Momentum Haul Masyayikh Sidogiri

Saat ini pemerintah daerah sedang menyusun regulasi terkait pemanfaatan ruang milik jalan oleh perusahaan penyedia layanan telekomunikasi sebagai salah satu sumber pendapatan daerah yang potensial.

Di akhir keterangannya, Ferdiansyah mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak. Menurutnya, pajak merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah yang manfaatnya akan kembali dirasakan oleh masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu ragu membayar pajak. Pajak yang dibayarkan masyarakat menjadi salah satu sumber utama pembangunan daerah,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

UHC Sumenep Jadi Sorotan, Puskesmas Batuan Diduga Tak Sejalan dengan Himbauan Bupati Fauzi
Dari BEM hingga PMII, Bagus R Perkuat Tradisi Kepemimpinan dan Kaderisasi di UNIBA Madura
Lagu Daerah Nusantara Antarkan DWP RSUD Sumenep Raih Penghargaan Gold
Benarkah Pasien UHC Harus Menunggu 2 Hari? Ini Penjelasan Puskesmas Batuan dan Dinkes Sumenep
Transmisi Moneter Dinilai Macet, Achsanul Qosasi Desak BI Baru Buka Akses Kredit UMKM
QRIS Goes to University: 910 Mahasiswa Baru UINSA Dikenalkan Transaksi Digital Lintas Negara
Nelayan Kalowang Dapat 80 Box Ikan dan Peralatan Pancing dari PPM HCML 2026
Bukan Sekadar Festival! FESTAPORA 2026 Dorong Budaya, UMKM dan Pariwisata Pesisir Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:39 WIB

UHC Sumenep Jadi Sorotan, Puskesmas Batuan Diduga Tak Sejalan dengan Himbauan Bupati Fauzi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Dari BEM hingga PMII, Bagus R Perkuat Tradisi Kepemimpinan dan Kaderisasi di UNIBA Madura

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Lagu Daerah Nusantara Antarkan DWP RSUD Sumenep Raih Penghargaan Gold

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Benarkah Pasien UHC Harus Menunggu 2 Hari? Ini Penjelasan Puskesmas Batuan dan Dinkes Sumenep

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Transmisi Moneter Dinilai Macet, Achsanul Qosasi Desak BI Baru Buka Akses Kredit UMKM

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Nelayan Kalowang Dapat 80 Box Ikan dan Peralatan Pancing dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Bukan Sekadar Festival! FESTAPORA 2026 Dorong Budaya, UMKM dan Pariwisata Pesisir Sumenep

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Nelayan Masalembu Datangi Polsek, Apresiasi Respons Cepat Tangani Kasus Pencurian

Berita Terbaru