Bappeda Sumenep Torehkan Prestasi di Tengah Semarak Festival Ketupat

Selasa, 8 April 2025 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.comBadan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep meraih juara kedua dalam lomba “Membuat Orong Ketupat” pada Festival Ketupat 2025.

Ajang tahunan ini digelar di kawasan wisata Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, pada Senin, 7 April 2025. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan budaya khas masyarakat Madura.

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini mencerminkan kerja keras dan semangat tim dalam mengangkat nilai budaya lokal.

“Kami tidak hanya ingin berpartisipasi, tapi juga berkontribusi dalam pelestarian tradisi. Ini bentuk inovasi yang dikemas dalam semangat kebudayaan,” ujar Arif, Selasa (8/4/2025).

Menurutnya, keberhasilan meraih juara menjadi bukti bahwa pendekatan kreatif terhadap budaya lokal mendapat sambutan positif, baik dari masyarakat maupun dewan juri.

Lomba “Orong Ketupat” sendiri menantang peserta untuk merangkai ketupat secara artistik dan bermakna, menggabungkan unsur tradisional dengan nilai estetika kekinian.

Festival Ketupat merupakan agenda tahunan yang selalu dinanti masyarakat. Kegiatan ini berkaitan erat dengan tradisi Tellasan Topak, atau perayaan makan ketupat bersama pasca-Idulfitri.

Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep, “Imbuhnya.

Arif sapaan akrabnya menambahkan bahwa keterlibatan Bappeda dalam kegiatan budaya bukanlah hal baru. Pihaknya selalu mendukung program kebudayaan yang menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa pembangunan bukan hanya fisik, tapi juga nilai-nilai budaya. Ini bagian dari visi pembangunan daerah yang menyeluruh,” tegas Arif.

Sebagai instansi perencana, Bappeda juga berperan dalam menyinergikan sektor kebudayaan dengan arah kebijakan pembangunan lainnya, termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Perkimhub Sumenep Perkuat Program Bedah Rumah di Pedesaan dan Kepulauan

Upaya pelestarian budaya lokal kini semakin penting di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Melalui festival ini, pemerintah daerah ingin menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya sendiri, “Tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan bahwa Festival Ketupat 2025 ini membawa dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

Banyak pedagang kuliner dan kerajinan tangan yang meraup keuntungan dari tingginya jumlah pengunjung.

Berbagai produk lokal seperti rengginang, keripik ketela, hingga anyaman janur banyak diburu pengunjung sebagai oleh-oleh khas Sumenep, “Kata Bupati Sumenep di sela-sela sambutannya.

Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Festival Ketupat tahun ini dinilai sukses dan memberikan kesan mendalam. Pemkab Sumenep berkomitmen menjadikan agenda ini lebih besar dan meriah di tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga :  Bentuk Perhatian Bupati, BKPSDM Sumenep Launching Layanan Pensiun Duduk Manis
Foto. Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH Saat memberikan penghargaan kepada juara II perwakilan Bappeda sumenep pada Lomba Orong Ketupat dalam rangka pagelaran Event Festival Ketupat 2025 di pantai Slopeng

“Ke depan, kami akan terus berinovasi agar Festival Ketupat makin dikenal secara nasional, bahkan internasional,” ujar Bupati Achmad Fauzi menutup rangkaian acara.

Cak fauzi sapaan akrabnya menegaskan pentingnya menjaga tradisi. Ia menyebut Festival Ketupat bukan sekadar perayaan makanan, melainkan momentum kebersamaan.

“Yang kita rayakan bukan hanya makanan, tapi momen mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan,” Pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa kekuatan budaya lokal harus terus dipelihara agar tidak tergerus zaman. Oleh karena itu, pemerintah daerah aktif mendorong pelibatan masyarakat dalam festival budaya.

Baca Juga :  Anggaran Bibit Pertanian Sumenep Capai Rp 2,1 Miliar, Poktan Jadi Prioritas

Festival ini sekaligus menjadi sarana promosi pariwisata daerah. Pemilihan Pantai Slopeng sebagai lokasi acara menambah daya tarik tersendiri, mengingat kawasan ini merupakan destinasi wisata unggulan di Sumenep.

Berbagai kegiatan digelar selama festival berlangsung, mulai dari lomba membuat ketupat, pameran kuliner khas Madura, hingga pertunjukan seni dan budaya tradisional.

Puncak acara ditandai dengan prosesi Topak Lober, yaitu iring-iringan ketupat berbentuk gunungan yang dibawa secara simbolik dan disertai doa oleh tokoh agama setempat.

Prosesi tersebut menjadi ikon budaya yang sarat makna spiritual, sekaligus mengajak masyarakat untuk mensyukuri berkah Idulfitri dan mempererat solidaritas antarwarga.

Bupati Sumenep bersama istri, Nia Kurnia Fauzi, turut memimpin prosesi penarikan janur kuning sebagai simbol penghormatan terhadap tradisi dan leluhur Madura.

Kehadiran sekitar 1.500 tamu undangan dari berbagai kalangan memperlihatkan antusiasme tinggi masyarakat dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

Mulai dari kalangan pelajar, tokoh masyarakat, hingga wisatawan turut memadati lokasi festival. Banyak di antara mereka mengenakan busana adat sebagai bentuk partisipasi aktif.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan
Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial
Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan
Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan
Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah
Gegara Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Istri DPR RI ke Polisi
Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan

Selasa, 15 September 2026 - 15:26 WIB

Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial

Selasa, 15 September 2026 - 12:46 WIB

Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan

Selasa, 15 September 2026 - 11:20 WIB

Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 15 September 2026 - 10:22 WIB

Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah

Senin, 14 September 2026 - 19:45 WIB

Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima

Senin, 14 September 2026 - 16:27 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Senin, 14 September 2026 - 11:28 WIB

Perkuat Iman dan Kebersamaan, Bappeda Sumenep Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Berita Terbaru