BANGKALAN, nusainsider.com — Meningkatnya kasus asusila yang menimpa anak-anak di Kecamatan Galis dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius berbagai kalangan.
Menyikapi kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Galis (HIMAGA) menggelar audiensi dengan Polres Bangkalan guna mendorong langkah konkret dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual terhadap anak.
Pertemuan yang berlangsung di Mapolres Bangkalan, Kamis (11/6/2026), dihadiri jajaran pengurus HIMAGA dari berbagai bidang, mulai Advokasi, Pengabdian Masyarakat, Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), hingga Pemberdayaan Perempuan.
Dalam audiensi tersebut, mahasiswa menyampaikan keresahan masyarakat sekaligus mendorong adanya perhatian lebih serius dari aparat penegak hukum.
Ketua HIMAGA, Khosiin, menegaskan bahwa kekerasan seksual terhadap anak merupakan persoalan serius yang tidak dapat dipandang sebagai kasus individual semata.
Menurutnya, sejumlah kasus yang terungkap selama ini diduga hanya sebagian kecil dari kondisi yang sebenarnya terjadi di tengah masyarakat.
“Kekerasan seksual terhadap anak merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Penanganannya tidak cukup hanya melalui proses hukum setelah peristiwa terjadi, tetapi juga harus dibarengi dengan langkah-langkah pencegahan yang masif melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Khosiin menambahkan, upaya perlindungan anak membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun sistem perlindungan anak yang kuat dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, HIMAGA menawarkan kolaborasi program edukatif bersama Polres Bangkalan. Program tersebut meliputi sosialisasi di sekolah-sekolah, penyuluhan kepada masyarakat, kampanye melalui media sosial, hingga penyelenggaraan diskusi publik terkait pencegahan kekerasan seksual.
Program tersebut juga sejalan dengan fokus Bidang Pemberdayaan Perempuan HIMAGA yang selama ini memberikan perhatian terhadap isu perlindungan anak dan perempuan.
Kapolres Bangkalan, AKBP Wibowo, menyambut baik inisiatif yang disampaikan mahasiswa.
Ia menegaskan komitmen kepolisian untuk menindak tegas setiap pelaku tindak kekerasan seksual sekaligus mendukung berbagai langkah preventif yang melibatkan masyarakat.
“Pemberantasan kasus asusila tidak bisa dilakukan secara parsial. Selain penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku, edukasi berkelanjutan sangat penting agar masyarakat memahami bentuk-bentuk kekerasan seksual, mekanisme pelaporan, serta pentingnya memberikan perlindungan kepada korban,” tegasnya.
Audiensi tersebut menghasilkan kesepahaman bahwa pencegahan merupakan langkah strategis yang harus terus diperkuat.
Sinergi antara mahasiswa dan kepolisian diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat serta menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan seksual bagi anak dan perempuan di Kabupaten Bangkalan.
![]()
Penulis : Wafa
















