Bekerjasama dengan Universitas Hang Tuah, Disbudporapar Sumenep Gelar Lokakarya Pengembangan Ekowisata Pulau Segitiga Emas

Jumat, 20 September 2024 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Dinas Kebudayaan pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) kabupaten Sumenep bekerjasama dengan Universitas Hang Tuah Surabaya Jawa Timur gelar Lokakarya ‘Sinergi Pentahelix dalam pengembangan Ekowisata Pulau segitiga emas Sumenep’, Jumat 20 September 2024.

Diketahui, Turut hadir Kepala Disbudporapar Sumenep Mohammad Iksan, Kepala Bidang Disbudporapar Andre Dzulkarnaen, Tenaga Ahli Bidang Pariwisata Bapak Sugeng, Guru Besar Bidang kebijakan publik Universitas Hang Tuah Surabaya Prof Dr Agus Subianto, Himpunan Ahli pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPI) Prof Dr Ninis Trisyani, Ketua Tim peneliti Dr M Husni Tamrin, Duta Pariwisata serta Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Se-kabupaten Sumenep.

Konsep eko-wisata adalah sebuah metode yang efektif untuk memberdayakan masyarakat lokal kabupaten Sumenep guna melawan kemiskinan dan mencapai pembangunan berkelanjutan.

Pengembangan dunia pariwisata desa sangat penting dilakukan, sebagai upaya mendorong kesejahteraan masyarakat, karena keberadaan wisata itu memberi peluang terhadap pemberdayaan ekonomi, “kata Mohammad Iksan, Kepala Disbudporapar Sumenep kepada media nusainsider.com,  Jumat (20/9).

Tujuan dari Lokakarya ini adalah untuk menyelaraskan pemahaman dan visi antar akademisi, Pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan kelompok sadar wisata mengenai konsep ekowisata serta mengidentifikasi potensi dan Tantangan Ekowisata Berkelanjutan di pulau segitiga Emas.

Baca Juga :  Kabar Baik, Pemeriksaan kesehatan Calon Anggota KPPS Sumenep di Gratiskan

Pulau Segitiga Emas merupakan sebuah julukan dari tiga pulau yaitu Gili Iyang, Gili Labak, Gili Genting yang memiliki potensi ekowisata unik dengan kekayaan alam dan kearifan budaya.

Meskipun telah terlibat dalam melestarikan warisan budaya, masih terdapat tantangan dalam pemahaman konservasi lingkungan, kurangnya pengetahuan tradisional yang optimal, dan kekurangan regulasi di tingkat lokal, “Imbuhnya.

Oleh karenanya, guna mengoptimalkan semua itu Maka diperlukan beberapa rekomendasi kebijakan, agar Pulau Segitiga Emas dapat mengoptimalkan potensinya sebagai destinasi ekowisata yang berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi yang adil kepada masyarakat lokal, dan tetap melestarikan keindahan alam dan budaya yang dimilikinya.

Kesuksesan ini tidak akan pernah tercapai tanpa kolaborasi berbagai pihak, diantaranya pemerintah, masyarakat, pihak swasta dan seluruh Elemen dalam mencapai pembangunan pariwisata yang seimbang dan berkelanjutan, “Jelasnya.

Sementara itu, Ketua TIM Peneliti menyampaikan bahwa pengembangan ekowisata di Pulau segitiga ini memberikan manfaat kepada Masyarakat Lokal jika di Optimalkan dengan Baik.

Kolaborasi dan atau Sinergi antara Pemerintah dan Stakeholder kabupaten Setempat sangat diperlukan Guna mengembangkan wisata di Sumenep, “Imbuhnya.

Berdasarkan kondisi di atas, perlu adanya analisis lebih lanjut terkait kondisi tiga Pulau Segitiga Emas secara internal dan eksternal yang kaitannya dengan keberadaan potensi pariwisata.

Baca Juga :  Kuatkan Karakter Pemuda dan Masyarakat, Bakesbangpol Sumenep Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan

Untuk itu, penelitian ini mengambil pendekatan analisis menggunakan konsep Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu (Integrated Coastal Zone Management) dan dibantu dengan analisis Strength, Weakness, Opportunity dan Threat.

Harapannya kolaborasi kedua metode tersebut dapat memberikan hasil yang komprehensif mengenai keterkinian Pulau Segitiga Emas, utamanya untuk mendukung keberlanjutan pariwisata yang ada, “Singkatnya.

Ditempat yang Sama, Tenaga Ahli Bidang Pariwisata, Sugeng menyampaikan bahwa untuk memaksimalkan pengelolaan wisata di Tiga Pulau segitiga emas tersebut perlu adanya Branding dan Strategi pemasaran yang Efektif.

Strategi tersebut menurutnya ada 4 (empat) yang perlu diterapkan dalam pengembangan wisata diantaranya, pengembangan Branding dan Identitas Pariwisata, kemitraan dan kolaborasi, pengembangan infrastruktur dan Fasilitas serta penyelenggaraan Event dan Festival, “kata Sugeng kepada media nusainsider.com.

Sugeng sapaan akrabnya menjelaskan bahwa hal penting dalam pengembangan wisata di Sumenep adalah dengan cara Kampanye lewat media sosial (Medsos).

Sebab di Era digital saat ini, Media sosial bisa dijadikan sebagai sarana penunjang dalam menonjolkan keindahan alam yang ada di masing-masing Wisata untuk di sebarluaskan diberbagai Platform seperti Facebook, Instagram, YouTube,  Tiktok dan seterusnya,”Tambahnya.

Hingga berita ini dinaikkan, kegiatan Lokakarya Sinergi Pentahelix dalam pengembangan Ekowisata Pulau segitiga Emas Sumenep masih berlangsung khidmat dan Lancar, diikuti 50 (Lima Puluh) peserta dari masing-masing perwakilan pokdarwis terkait.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura
Tiga Komoditas Unggulan Digenjot, HDDAP Bawa Harapan Baru Petani Sumenep
Kasus Kokain 27,83 Kg di Sumenep Picu Kecurigaan Publik, JSI Ingatkan Kasus Teddy Minahasa 
Bappeda Sumenep Gelar Musrenbang RKPD 2027, Sinergikan Aspirasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Di Tengah Pemeriksaan KPK, PR Cahayaku Justru Nekat Edarkan Rokok Ilegal “Merah Delima”
Arif Firmanto Hadiri Dialog Keinsinyuran di ITS,Bahas Peran Insinyur untuk Pembangunan Nasional
Live Music Arinna Cafe Jadi Daya Tarik, Ketua JSI Sumenep Turut Meriahkan Panggung
Tekan TBC, Dinkes Sumenep Edukasi Warga dari Daratan hingga kepulauan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 06:34 WIB

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Kamis, 16 April 2026 - 15:32 WIB

Tiga Komoditas Unggulan Digenjot, HDDAP Bawa Harapan Baru Petani Sumenep

Kamis, 16 April 2026 - 08:34 WIB

Kasus Kokain 27,83 Kg di Sumenep Picu Kecurigaan Publik, JSI Ingatkan Kasus Teddy Minahasa 

Kamis, 16 April 2026 - 08:32 WIB

Bappeda Sumenep Gelar Musrenbang RKPD 2027, Sinergikan Aspirasi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 16 April 2026 - 06:22 WIB

Di Tengah Pemeriksaan KPK, PR Cahayaku Justru Nekat Edarkan Rokok Ilegal “Merah Delima”

Rabu, 15 April 2026 - 21:52 WIB

Live Music Arinna Cafe Jadi Daya Tarik, Ketua JSI Sumenep Turut Meriahkan Panggung

Rabu, 15 April 2026 - 15:51 WIB

Tekan TBC, Dinkes Sumenep Edukasi Warga dari Daratan hingga kepulauan

Rabu, 15 April 2026 - 15:38 WIB

DPRD Sumenep Bahas 3 Raperda 2026, Fraksi-Fraksi Sampaikan Pandangan Kritis

Berita Terbaru