SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah kabupaten Sumenep melalui Badan Kesejahteraan Bangsa dan politik (Bakesbangpol) kabupaten Sumenep menggelar kegiatan Seminar Wawasan Kebangsaan dengan mengusung tema ‘Membumikan Nilai-nilai Pancasila di Kota Keris’, Kamis 19 September 2024.
Turut Hadir Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi Wongsojudo, Kepala Bakesbangpol Sumenep Achmad Dzulkarnaen, Tenaga Ahli Bupati Divo Kurniawan beserta Pemuda dan Aktivis Sumenep.
Dalam sambutannya, Bupati Sumenep mengajak generasi muda dan masyarakat di kabupaten Sumenep atau yang biasa disebut Kota Keris tersebut untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
“Wawasan kebangsaan harus mengacu pada cara pandang bangsa kita terhadap empat konsensus dasar sebagai penopang kehidupan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Bupati sumenep disela-sela Sambutannya, Kamis 19 September 2024.
Ia mengatakan pertemuan ini dapat menjadi momen yang baik dalam rangka memperoleh pemahaman terhadap penguatan karakter dan wawasan kebangsaan.
“Ini dimaksudkan untuk mendorong penguatan karakter pemuda dan Masyarakat menjelang Pemilukada tahun 2024,” kata dia.
Ia mengatakan sebentar lagi akan melaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati tahun 2024, maka Pemuda dan masyarakat harus mampu memilah berita hoaks maupun isu Suku Adat Ras dan Agama (SARA) yang kemungkinan akan digunakan untuk menarik pemilih oleh para elit politik.
“Kita harus mampu membentengi diri dengan konsensus dasar kebangsaan agar kita tidak mudah terpecah belah dari pihak manapun,” Imbuhnya.
Orang nomor wahid di kabupaten sumenep itu menyampaikan agar semua elemen masyarakat tidak bermain-main dengan hoaks yang merupakan gangguan stabilitas sosial sekaligus pemicu permasalahan di masyarakat. Maka dibutuhkan kerangka konsep yang berwawasan kebangsaan yang harus diimplementasikan bersama.
“Dalam kehidupan bernegara, kalau kita tidak tertib dapat berdampak kacau. Apalagi dengan Pemilu 2024 nanti. Maka, dibutuhkan revolusi mental. Baik cara pandang, cara kita memandang, menganalisis, memahami maupun menentukan langkah,” Jelasnya.
Cak Fauzi menambahkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki tantangan yang tidak semakin ringan dalam meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan, sehingganya, melalui seminar Wawasan kebangsaan ini menjadi motivasi tersendiri utamanya kepada Pemuda untuk menguatkan tekad menyatukan persepsi ideologis.
“Saat ini, ideologi transnasional cenderung semakin meningkat memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat, dengan berbagai cara dan strategi yang mempengaruhi lanskap kontestasi ideologi,” Jelasnya.
Wawasan kebangsaan ini memiliki beberapa aspek, yaitu: Aspek moral, Aspek intelektual, Kesadaran akan persatuan, Kesadaran akan keragaman, Kesadaran akan tanggung jawab terhadap pembangunan negara.
Sehingga, pihaknya mengajak masyarakat dan Pemuda untuk memahami nilai-nilai dasar Pancasila yang simbol-simbolnya ada di perisai di dada burung garuda. Hal ini perlu diketahui oleh warganegara Indonesia untuk lebih mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila guna mencapai masyarakat yang Adil, Tentram dan sejahtera, “Tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Sumenep, Achmad Dzulkarnaen menjelaskan bahwa Kegiatan Seminar Wawasan Kebangsaan ini memiliki tujuan memberikan pemahaman dan peningkatan wawasan kebangsaan dalam memahami tentang betapa pentingnya menjaga dan melindungi Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) yang ingin menggantikan Pancasila dengan ideologi lain dengan pemahaman radikalisme dan paham menyimpang.
Selain itu, lanjutnya, untuk meningkatkan kewaspadaan dini di kalangan masyarakat dan generasi muda terhadap bahaya laten komunis, radikalisme, dan aliran menyimpang lainnya.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyadarkan warga negara akan pentingnya arti kehidupan bersama atas dasar persamaan hak dan kewajiban serta sebagai pembentukan cara pandang mengenai masa depan bangsa yang bersatu, berdaulat dan sejahtera,” pungkasnya Kepala Bakesbangpol Sumenep pada Acara Seminar Wawasam Kebangsaan, Kamis (19/09).
Dzulkarnaen sapaan akrabnya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan Wawasan kebangsaan ini untuk membangun kesadaran akan perbedaan dan keanekaragaman di dalam masyarakat Serta pentingnya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.
Adapun dasar kegiatan ini yaitu Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.
Kemudian, Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan, “Imbuhnya.
Hingga berita ini dinaikkan, kegiatan Seminar Wawasan kebangsaan masih berlangsung Khidmat di Aula Hotel Musdalifah kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur. (*)
![]()
Penulis : Mif
















