Berikut Desa di Daratan dan Kepulauan kabupaten Sumenep Terdampak Kekeringan

Kamis, 17 Oktober 2024 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ach. Laili Maulidi Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sumenep.

Foto. Ach. Laili Maulidi Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com Sebanyak 64 desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, saat ini mengalami kekeringan parah yang tergolong kritis dan langka. Kamis, (17/10/2024).

Desa-desa tersebut, seperti Pasongsongan, Montorna, dan Perancak, merupakan daerah yang paling terdampak, dengan kebutuhan air bersih yang semakin mendesak.

Diketahui setiap hari, bantuan air bersih berupa dua hingga empat tangki dikirimkan ke wilayah-wilayah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Ach. Laili Maulidi, menjelaskan bahwa setiap tangki air yang dikirim memiliki kapasitas 6.000 liter.

“Desa seperti Batuputih Daya, Batuputih Laok, dan Karduluk juga menjadi sasaran distribusi air bersih. Kami mengerahkan dua armada untuk mengirim air ke desa-desa yang mengalami krisis air,” ujarnya, Kamis (17/10/24), dalam sambungan teleponnya kepada media ini.

Laili menjelaskan bahwa kekeringan ini tidak hanya menyebabkan kelangkaan air, tetapi juga memperburuk kondisi pertanian dan kehidupan masyarakat di desa-desa terdampak.

Situasi semakin sulit akibat musim kemarau yang berkepanjangan, sehingga ketersediaan air semakin terbatas.

Baca Juga :  Kebijakan Achmad Fauzi Dinilai Pro-Rakyat, Pelaku UMKM Siap Menangkan Pasangan FAHAM

“Desa-desa yang mengalami kekeringan ini diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu kering kritis dan kering langka,” tambahnya.

Menurutnya desa dengan kategori kering kritis adalah desa yang akses terhadap air bersihnya lebih dari tiga kilometer dari pemukiman warga, sementara desa yang masuk dalam kategori kering langka memiliki jarak akses antara 500 meter hingga tiga kilometer.

Beberapa desa yang berada dalam kategori kering kritis antara lain Kombang, Montorna, Perancak, Ambunten, Batuputih Daya, Tengedan, dan Bindang Barat (Gayam).

Untuk wilayah kepulauan, distribusi air dilakukan dengan menggunakan transportasi lokal seperti mobil pick-up, mengingat kondisi geografis yang tidak memungkinkan penggunaan tangki air.

“Biaya transportasi ini ditanggung oleh BPBD,” jelas Laili.

Selain mengirimkan bantuan air bersih, ia juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air, khususnya selama musim kemarau panjang.

“Masyarakat di daerah yang terdampak kekeringan kami harapkan mempersiapkan penampungan air sebagai antisipasi menghadapi krisis yang berkepanjangan,” tambah laili

Baca Juga :  Target Capai Kemenangan 65%, Pradja Zona Gapura Siap Menangkan Pasangan Fauzi - Imam

Untuk solusi jangka panjang, BPBD telah mengusulkan pengeboran sumur di beberapa wilayah.

Namun, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai tindak lanjut dari usulan tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih hemat dalam penggunaan air. Setiap tetes air sangat berharga di tengah situasi krisis ini, terutama di desa-desa dengan akses air yang terbatas,” tutup Laili

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Berita Terbaru