Buntut Dugaan Makanan Berulat, SPPG Ganding Cabut Tagline Santri NU

Kamis, 9 April 2026 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Puding Buah Naga yang diduga Berulat milik SPPG Yayasan sosial rumah sejahtera Santri NU Ganding Sumenep

Foto. Puding Buah Naga yang diduga Berulat milik SPPG Yayasan sosial rumah sejahtera Santri NU Ganding Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ganding, Zaynollah, akhirnya angkat bicara terkait beredarnya pemberitaan dugaan makanan tidak layak konsumsi dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mencuat pada Selasa, 7 April 2026.

Melalui keterangan resminya, Zaynollah menegaskan bahwa klarifikasi ini merupakan bentuk tanggung jawab kepada publik sekaligus upaya meluruskan opini yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, sebelumnya memang sempat terjadi misinformasi terkait pelaksanaan program MBG. Namun, hal tersebut telah ditindaklanjuti melalui proses verifikasi dan klarifikasi langsung ke sejumlah sekolah penerima manfaat.

“Kami telah melakukan pengecekan langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan kondisi yang sebenarnya,” ujarnya.

Menurutnya, SPPG Ganding berkomitmen menjaga kualitas layanan dengan melakukan pengawasan ketat terhadap bahan makanan, mulai dari tahap awal hingga proses distribusi.

Setiap bahan yang dinilai tidak layak, lanjutnya, telah didokumentasikan dan ditangani sesuai prosedur, termasuk pengembalian kepada pemasok maupun pelaku UMKM.

Baca Juga :  Digitalisasi Jadi Sorotan, Bupati Sumenep Apresiasi Inovasi Bank Jatim di MCF 2026

Selain itu, evaluasi rutin juga dilakukan melalui pertemuan bulanan bersama perwakilan sekolah guna menyerap masukan secara langsung.

Menanggapi laporan adanya ulat dalam puding buah naga, Zaynollah memastikan informasi tersebut tidak benar.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan bersama pihak sekolah, bagian yang diduga ulat merupakan butiran alami dari buah naga yang telah diblender.

“Butiran putih tersebut mengendap di bagian bawah cup setelah proses pembekuan, bukan ulat seperti yang diberitakan,” tegasnya.

SPPG Ganding juga membantah kabar adanya siswa yang muntah setelah mengonsumsi MBG. Berdasarkan hasil penelusuran di sekolah, tidak ditemukan kejadian tersebut.

Reaksi mual yang sempat muncul disebut sebagai refleks psikologis akibat kesalahpahaman siswa terhadap tampilan makanan.

“Setelah mendapat penjelasan dari guru, para siswa kembali tenang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Zaynollah menegaskan bahwa kunjungan pihaknya ke sekolah bukan bentuk intervensi, melainkan bagian dari prosedur cepat dalam menangani laporan yang masuk.

“Kami hanya melakukan verifikasi dan klarifikasi, bukan intervensi seperti yang dituduhkan,” jelasnya.

Ia juga mengakui adanya evaluasi terhadap beberapa menu, seperti telur steam dan acar. Sebagian siswa dinilai belum terbiasa dengan metode pengolahan tersebut, sementara rasa makanan disebut terpengaruh oleh campuran air acar dalam kemasan.

“Kami akan melakukan penyesuaian agar lebih sesuai dengan selera dan kebiasaan konsumsi siswa,” katanya.

Berdasarkan hasil verifikasi dan klarifikasi, pihak SPPG Ganding menyatakan bahwa sejumlah pemberitaan terkait isu ulat, siswa muntah, hingga dugaan intervensi tidak benar.

Baca Juga :  PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Meski demikian, pihaknya tetap membuka diri terhadap proses konfirmasi lanjutan demi menjaga transparansi.

SPPG Ganding juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang sempat terjadi di tengah masyarakat.

Selain itu, Zaynollah turut meluruskan penggunaan tagline “Santri NU Ganding” yang disebut bukan bagian dari MWCNU setempat, melainkan hanya sebagai motivasi internal. Ia memastikan istilah tersebut tidak akan lagi digunakan ke depan.

Baca Juga :  Polres Sumenep Berhasil Amankan DPO Bandar Narkoba

Sementara itu, pihak sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan memiliki bukti dokumentasi berupa foto dan video terkait dugaan temuan makanan tidak layak.

“Kami telah mengantongi berbagai bukti dokumentasi. Artinya, kami tidak akan membuat isu yang tidak sesuai fakta,” ujarnya.

Pihak sekolah tersebut bahkan mengklaim telah melakukan pemeriksaan menggunakan alat tertentu untuk memastikan dugaan adanya ulat, serta memiliki rekaman video terkait makanan yang diduga basi dan tidak layak konsumsi.

Polemik ini pun masih menyisakan perbedaan versi antara pihak penyelenggara program dan sekolah, sehingga memerlukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan fakta yang sebenarnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Berita Terbaru