SUMENEP, nusainsider.com — Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak seluruh pengusaha rokok di Kabupaten Sumenep memperkuat soliditas dan kebersamaan dalam membangun iklim usaha yang sehat.
Ajakan itu menjadi dorongan agar industri rokok mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Menurut Bupati Fauzi, pabrik rokok dan pelaku usaha tembakau memiliki peran strategis, bukan hanya dalam menyerap tenaga kerja, tetapi juga menjaga perputaran ekonomi masyarakat.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antar pengusaha agar tercipta suasana kondusif dan berkelanjutan.
“Soliditas dan kebersamaan antar pengusaha rokok sangat penting. Jangan berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung demi kemajuan bersama dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Fauzi, Sabtu (16/8).
Ia menambahkan, dengan semangat gotong royong, para pengusaha rokok tidak hanya memperkuat bisnis masing-masing, tetapi juga ikut mendorong pembangunan daerah.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, menekan pengangguran, serta mengurangi kemiskinan.
Bupati Fauzi optimistis, jika pengusaha rokok mampu menjaga persatuan dan kebersamaan, Sumenep akan semakin kuat menghadapi tantangan global, sekaligus memperkokoh identitas Madura sebagai daerah penghasil tembakau terbaik di Indonesia.
“Kami berharap pengusaha rokok lokal bisa menjadi contoh, bagaimana kebersamaan dapat melahirkan kekuatan ekonomi yang mengakar di masyarakat. Karena itu, setiap pabrik rokok harus mewujudkan komitmennya untuk terus berproduksi demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Bupati yang juga disebut sebagai calon pemimpin masa depan Jawa Timur ini memberikan sinyal akan membuka izin perusahaan rokok (PR) baru.
Hal itu akan dilakukan apabila perusahaan rokok yang ada mampu membuktikan komitmen produksinya serta menyerap tenaga kerja.
“Komitmen produksi tersebut menjadi gerbang dibukanya izin PR baru dalam waktu dekat,” pungkasnya.
Ajakan Bupati Sumenep kepada para pengusaha rokok bukan sekadar seruan biasa. Pesan besar di baliknya adalah bahwa roda ekonomi daerah tidak akan bergerak maksimal jika pelaku usaha berjalan sendiri-sendiri.
Dengan bersatu, pengusaha rokok dapat menjaga stabilitas industri, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menekan angka pengangguran yang selama ini menjadi tantangan serius di Madura.
Kebersamaan juga memperkuat posisi Sumenep sebagai daerah penghasil tembakau berkualitas, yang memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Langkah strategis ini, bila disambut positif oleh para pengusaha rokok, akan menjadikan Sumenep bukan hanya sekadar pusat produksi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mensejahterakan masyarakat.
Kini saatnya pengusaha rokok menanggalkan ego sektoral dan merangkul semangat gotong royong. Sebab, kemajuan daerah hanya dapat dicapai jika seluruh pihak bersatu dan bergerak bersama.
![]()
Penulis : Wafa

















