Hilirisasi dari Kepulauan: Masalembu Punya Potensi Besar, Tinggal Infrastruktur

Minggu, 16 November 2025 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Seminar Kewirausahaan Pemuda yang digelar Yayasan Bina Nezer Ummat bekerja sama dengan Perwika (Persatuan Wanita Kepulauan).

Foto. Seminar Kewirausahaan Pemuda yang digelar Yayasan Bina Nezer Ummat bekerja sama dengan Perwika (Persatuan Wanita Kepulauan).

SUMENEP, nusainsider.com Suasana lantai tiga Pondok Pesantren Mambaul Asror, Rabu (12/11/2025), tampak lebih padat dari biasanya. Puluhan perempuan dan sejumlah pemuda dari berbagai desa di Kepulauan Masalembu Kramian, Masalima, Masakambing, hingga Sukajeruk berkumpul mengikuti Seminar Kewirausahaan Pemuda yang digelar Yayasan Bina Nezer Ummat bekerja sama dengan Perwika (Persatuan Wanita Kepulauan).

Kegiatan ini tidak hanya dirancang sebagai ruang belajar, tetapi juga menjadi titik tolak tumbuhnya ekonomi baru di wilayah kepulauan melalui pemberdayaan perempuan secara khusus.

Ketua Perwika Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, yang juga Ketua TP PKK Sumenep, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya seminar tersebut.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat Masalembu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa akses pelatihan dan pemberdayaan harus merata hingga wilayah terluar, termasuk kepulauan.

Senada dengan itu, Ketua Perwika Kepulauan, Sukati Nurhayati, S.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini lahir dari keresahan melihat perempuan di kepulauan yang masih minim pelatihan, minim akses, dan minim ruang untuk mengembangkan potensi. Menurutnya, pemberdayaan tidak boleh terpusat di wilayah daratan saja.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Serahkan Bonus untuk Atlet dan Pelatih Berprestasi Porprov Jatim IX

Rangkaian seminar pun telah dimulai di Kecamatan Arjasa, Ahad (12/10/2025), di Lantai 3 Swalayan 916, dan kini berlanjut ke Masalembu.

Pada kegiatan tersebut, tiga narasumber hadir memberikan materi, seluruhnya praktisi yang berpengalaman di lapangan. Pemateri pertama, Arisandi Hidayatullah selaku Manajer CV Cahaya Masalembu, memaparkan potensi besar kepulauan yang selama ini belum digarap optimal.

Ia menyebut hasil laut seperti tongkol, teripang, hingga rajungan sebagai komoditas unggulan, disusul hasil pertanian berupa jagung, kacang mente, kelapa, pisang, singkong, dan bahkan garam tradisional.

Arisandi menekankan bahwa peluang Masalembu semakin terbuka dengan fokus pemerintah pusat pada program hilirisasi.

Namun, ia menyoroti satu hambatan besar yang menghambat pengembangan potensi tersebut, yakni keterbatasan listrik. Ia mencontohkan kebutuhan es untuk penyimpanan ikan yang bergantung pada ketersediaan mesin pendingin. Tanpa listrik stabil, rantai produksi tidak dapat berjalan.

Menurutnya, pembangunan rumah es bertenaga surya, produksi tepung ikan, dan diversifikasi olahan ikan dapat dilakukan jika kebutuhan dasar energi terpenuhi.

Baca Juga :  Golkar Sumenep Bangkit, Awali Konsolidasi dan Regenerasi Kader Muda

Pemateri kedua, Sukati Nurhayati, menyampaikan peluang usaha Virgin Coconut Oil (VCO) yang dinilainya sangat prospektif. Masalembu memiliki kelapa melimpah yang menjadi bahan baku ideal VCO.

Ia menjelaskan proses produksi yang relatif sederhana, mulai dari pemarutan kelapa tua, pengambilan santan, hingga fermentasi hingga menghasilkan minyak murni. VCO, menurutnya, memiliki nilai ekonomis tinggi dan manfaat besar bagi perempuan, mulai dari kesehatan kulit hingga menjaga imunitas. Peluang ini dinilai sangat realistis untuk usaha rumah tangga di kepulauan.

Materi terakhir disampaikan Ana Haninah Billini, alumni Komunikasi dan Konseling Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Ia mengusung tema perempuan berdaya, keluarga terjaga, dengan menekankan hubungan antara pemberdayaan ekonomi perempuan dan ketahanan keluarga. Menurut Ana, perempuan yang mandiri akan melahirkan keluarga yang lebih stabil secara emosional maupun sosial.

Ia menilai perempuan kepulauan memiliki peran ganda, yaitu penggerak ekonomi sekaligus penjaga nilai-nilai keluarga.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Salah satu peserta bernama Iwan mengangkat isu terkait ketidakhadiran Camat Masalembu. Ia mengungkapkan kegelisahan masyarakat yang merasa “Tidak Memiliki Camat” karena pejabat setempat jarang berada di tempat.

“Kami seperti tidak punya pemimpin karena camat jarang sekali ada,” ujarnya. Moderator menjelaskan bahwa undangan kepada pejabat terkait telah disampaikan, namun tidak ada yang hadir mewakili.

Meski sempat terjadi ketegangan, suasana kembali cair ketika peserta lain menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar. Banyak yang berharap kegiatan semacam ini rutin dilakukan di Masalembu sebagai pemicu lahirnya wirausaha baru yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai jual tinggi.

Baca Juga :  Sumenep Punya Wisata Baru: Petik Melon Gratis Sekaligus Belajar Bertani

Beberapa peserta menilai forum ini sebagai momentum penting untuk memperluas wawasan pemuda dan perempuan kepulauan.

Seminar berakhir menjelang siang, namun antusiasme peserta masih terasa kuat. Bagi sebagian besar dari mereka, kegiatan ini bukan penutup, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju kemandirian ekonomi di tengah tantangan khas wilayah kepulauan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan
MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak
Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep
Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian
Bupati Fauzi Inisiasi Sumenep Kepulauan, Langkah Strategis Menuju Pusat Pertumbuhan Provinsi Madura
Semarak Harkopnas ke-79, Gerakan Koperasi Sumenep Gelar Kerja Bakti Bersama
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas
FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:50 WIB

Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:53 WIB

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:47 WIB

Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:53 WIB

Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:48 WIB

Bupati Fauzi Inisiasi Sumenep Kepulauan, Langkah Strategis Menuju Pusat Pertumbuhan Provinsi Madura

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:49 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:35 WIB

FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:33 WIB

PWI Pamekasan Bangun Ruang Dialog, Bahas Masa Depan Birokrasi dan Jabatan Definitif OPD

Berita Terbaru