Daerah Penghasil Tembakau Terpinggirkan, Lia Istifhama Dorong Revisi DBHCHT

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Diskusi Santai Senator Jawa Timur, Ning Lia (Kiri) bersama Adhy Karyono Sekda Prov. Jatim

Foto. Diskusi Santai Senator Jawa Timur, Ning Lia (Kiri) bersama Adhy Karyono Sekda Prov. Jatim

SURABAYA, nusainsider.com Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan porsi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi daerah.

Ia menilai skema pembagian DBHCHT selama ini belum mencerminkan keadilan fiskal, terutama bagi daerah penghasil tembakau dan industri rokok.

Selama bertahun-tahun, daerah hanya menerima sekitar tiga persen dari total DBHCHT, bahkan pada tahun ini porsinya disebut turun hingga sekitar satu persen.

Angka tersebut dinilai sangat timpang jika dibandingkan dengan besarnya kontribusi daerah terhadap penerimaan negara dari sektor cukai rokok, khususnya di Jawa Timur.

“Ini jelas tidak adil bagi daerah. Cukai rokok berasal dari kerja keras petani tembakau, buruh pabrik, dan industri pengolahan di daerah. Namun daerah justru hanya menerima porsi yang sangat kecil,” tegas Lia Istifhama.

Ia memastikan akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional agar kebijakan pembagian DBHCHT dapat ditinjau ulang.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Apresiasi Molyani, Garam Lokal Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, saat menerima kunjungan Senator Lia Istifhama di kantornya, Senin (6/1/2026).

Menurut Adhy, skema pembagian DBHCHT sangat berbeda dengan mekanisme dana bagi hasil dari sumber daya alam lainnya.

“Cukai rokok ini tidak diperlakukan seperti sumber daya alam. Padahal, untuk sumber daya alam, daerah bisa mendapatkan dana bagi hasil hingga 10 persen. Sementara cukai rokok, yang jelas-jelas berasal dari petani tembakau dan industri di daerah, justru porsinya sangat kecil,” jelas Adhy.

Selain persoalan persentase, Adhy juga menyoroti ketatnya pembatasan penggunaan DBHCHT. Saat ini, dana tersebut sebagian besar hanya boleh dimanfaatkan untuk sektor kesehatan. Padahal, kebutuhan daerah mencakup sektor lain yang tak kalah mendesak.

“Untuk sektor kesehatan relatif sudah cukup. Namun untuk pendidikan, sosial, dan infrastruktur masih banyak yang kekurangan anggaran. Sementara DBHCHT tidak boleh digunakan untuk sektor-sektor tersebut,” ujarnya.

Pembatasan itu dinilai menghambat daerah dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Adhy Karyono pun berharap Senator Lia Istifhama sebagai wakil daerah di DPD RI dapat memperjuangkan isu DBHCHT secara serius di tingkat pusat. Ia menilai diperlukan keberanian politik untuk merevisi kebijakan agar lebih proporsional dan berpihak pada daerah penghasil.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Keluarkan SE Penghematan BBM, ASN Sumenep Diminta Beralih ke Transportasi Ramah Lingkungan

Menanggapi hal tersebut, Lia Istifhama menegaskan bahwa perjuangan DBHCHT bukan semata persoalan angka, melainkan soal keadilan dan keberpihakan terhadap daerah.

“Saya akan memperjuangkan agar DBHCHT lebih adil, lebih fleksibel, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah penghasil,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

P-APBD 2026 Ketuk Palu, Pemkab Sumenep Janjikan Percepatan Program untuk Masyarakat
Cinta Indonesia Tak Cukup dengan Simbol, Nasionalisme Harus Dibuktikan dengan Aksi
Haswal Group Resmi Buka Pembelian Tembakau 2026, Harga Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda
Dari Buku untuk Kemerdekaan, Puluhan Penggerak Literasi Berkumpul di Taman Adipura Sumenep
NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU
Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:46 WIB

P-APBD 2026 Ketuk Palu, Pemkab Sumenep Janjikan Percepatan Program untuk Masyarakat

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Cinta Indonesia Tak Cukup dengan Simbol, Nasionalisme Harus Dibuktikan dengan Aksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Haswal Group Resmi Buka Pembelian Tembakau 2026, Harga Tembus Rp70 Ribu per Kilogram

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:54 WIB

“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:42 WIB

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Berita Terbaru