SUMENEP, nusainsider.com — Usai pernyataan Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PKB, Nur Faizin, yang menyerukan pemberantasan rokok ilegal di Madura, publik di media sosial sontak bereaksi keras. Tagar #BoikotPKB hingga #BoikotPKBDiMadura pun membanjiri lini masa, terutama di platform TikTok.
Fenomena ini memicu ratusan komentar bernada nyeleneh hingga protes terbuka. Banyak warganet menyatakan kecewa dengan sikap politikus PKB tersebut.

Bahkan, sejumlah komentar menilai partai berbasis Nahdliyin itu sudah tidak layak lagi diterima di Madura, wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis suara kuat PKB.
Padahal, pada Pemilu Legislatif 2019 lalu, Madura merupakan penyumbang suara terbesar bagi PKB.
Berdasarkan data DC-1 KPU Jawa Timur, partai itu meraih 631.276 suara dari Madura untuk DPRD Jawa Timur, jumlah terbanyak dibandingkan 13 daerah pemilihan (dapil) lainnya di provinsi ini.
Kini, dengan maraknya tagar boikot, publik mulai bertanya: akankah PKB benar-benar ditinggalkan masyarakat Madura pada Pemilu 2029 mendatang? Banyak warganet menilai, pernyataan Nur Faizin justru mengancam perekonomian warga, terutama petani tembakau yang selama ini menggantungkan hidup dari industri rokok.
Beberapa komentar di TikTok menjadi sorotan publik. Akun @ku*****ra menulis,
“Petani tembakau tidak dapat pupuk subsidi, tapi cukai tembakau ribuan triliun masuk kas negara. Adakah solusinya?”
Sementara akun @BrekMad****h secara tegas menyatakan, “Boikot PKB, rokok ilegal itu suara hati rakyat.” Nada serupa juga disampaikan akun @GC yang menuliskan, “Boikot PKB, 2029 No PKB.”
Tak hanya itu, akun @I***G menilai solusi yang tepat bukanlah memberantas rokok ilegal, melainkan menurunkan tarif cukai.
Ia menulis “Rokok ilegal marak karena harga rokok resmi sangat mahal. Anda wakil rakyat atau wakil pemerintah sih? Kok gak mikir kesejahteraan petani tembakau? Kalau begitu caranya, saya yakin PKB akan diboikot kalangan bawah.”
Serangkaian komentar pedas itu membuat tagar #BoikotPKB kian trending. Banyak warganet menilai, pernyataan Nur Faizin dianggap tidak peka terhadap kondisi riil masyarakat Madura, khususnya petani tembakau.
Gelombang protes di media sosial ini pun menjadi perbincangan hangat, sekaligus sinyal peringatan bagi PKB jelang kontestasi politik 2029 mendatang.
Hingga berita ini dinaikkan, pihak pewarta belum menerima tanggapan Resmi dari Nur Faizin sebagai Anggota DPRD Komisi C Jawa Timur, bahkan pewarta juga konfirmasi ke Bapak Muhaimin Iskandar juga terlihat hanya centang dua.
![]()
Penulis : Wafa

















