Dari Jawa Timur ke Manado, DPD RI Lia Istifhama Bawa Semangat Lestarikan Alam Lewat Penanaman Mangrove

Jumat, 7 November 2025 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama Sapaan Akrab Ning Lia saat melakukan penanaman Mangrove di Manado.

Foto. Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama Sapaan Akrab Ning Lia saat melakukan penanaman Mangrove di Manado.

MANADO, nusainsider.com — Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bersama Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman menggelar kegiatan penanaman pohon mangrove di kawasan Grand Luley, Manado, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, serta sejumlah anggota DPD RI dari berbagai provinsi, termasuk Senator Jawa Timur Dr. Lia Istifhama.

Penanaman mangrove ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja pimpinan MPR dan DPD RI di Bumi Nyiur Melambai, yang bertujuan memperkuat sinergi antara lembaga negara dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Senator asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa kegiatan seperti ini telah menjadi tradisi baik di lingkungan DPD RI di bawah kepemimpinan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

Gerakan tersebut dikenal dengan nama “Green Democracy” atau “Senator Peduli”, yang secara konsisten menggelar aksi tanam pohon di berbagai daerah Indonesia, mulai dari Bengkulu, Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Utara.

“Menanam pohon bukan sekadar simbol, tapi wujud nyata tanggung jawab moral senator kepada bumi. Pohon adalah sedekah hidup yang manfaatnya terus mengalir untuk manusia dan seluruh makhluk,” ujar Ning Lia.

Ia menambahkan, kegiatan ini memiliki lima tujuan utama yakni menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup, memulihkan daerah aliran sungai dan mengurangi emisi karbon, membangun kesadaran masyarakat untuk menanam dan merawat pohon, melindungi keanekaragaman hayati, termasuk jenis pohon endemik seperti kayu hitam Sulawesi dan mangrove dan menjadikan kegiatan menanam pohon sebagai amal jariyah, sebab manfaat pohon akan terus mengalir bagi kehidupan.

“Islam mengajarkan bahwa siapa pun yang menanam pohon, lalu buah atau naungannya dimanfaatkan makhluk hidup, maka itu menjadi pahala yang terus mengalir. Karena itu, menanam mangrove hari ini bukan hanya menjaga bumi, tapi juga investasi pahala untuk masa depan,” tutur perempuan yang didapuk sebagai Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai di Jatim versi ARCI tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Akbar Supratman menyampaikan bahwa penanaman mangrove bukanlah kegiatan seremonial, melainkan aksi konkret dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang kini menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim global.

“Penanaman mangrove ini adalah simbol komitmen kita untuk menjaga bumi. Sulawesi Utara memiliki potensi besar dalam pengelolaan sumber daya laut dan pesisir. Karena itu, dukungan pemerintah pusat dan daerah harus berjalan seirama agar manfaat rehabilitasi lingkungan ini dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Akbar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menegaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove di Manado menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga negara.

“Pemprov Sulut berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Penanaman mangrove ini adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk melindungi pesisir, memperkuat ketahanan ekosistem, dan menjamin masa depan generasi mendatang,” ungkap Victor.

Program rehabilitasi mangrove di Sulawesi Utara memberikan manfaat yang luas, baik dari sisi ekologis maupun ekonomi. Secara ekologis, mangrove berfungsi sebagai penyerap karbon alami (carbon sink) yang efektif mengurangi emisi gas rumah kaca.

Baca Juga :  Aktif Sapa Kader, Dr. Lia Istifhama Jadi Energi Baru Alumni PMII di Politik Nasional

Selain itu, akar mangrove mampu menahan gelombang besar, mencegah abrasi, dan mengurangi risiko banjir rob di wilayah pesisir.

“Dari sisi ekonomi, kawasan mangrove yang terjaga dapat dikembangkan menjadi destinasi ekowisata dan sumber penghidupan masyarakat melalui kegiatan budidaya kepiting, ikan, hingga produk olahan mangrove. Dengan demikian, pelestarian mangrove tidak hanya berdampak pada kelestarian alam, tetapi juga menciptakan kesejahteraan sosial ekonomi bagi masyarakat setempat,” jelasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis
Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Sumenep Salurkan Bansos kepada Warga
Santri Berdaya, Indonesia Berjaya: Pesan Arif Firmanto di Hari Santri Nasional 2026
SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data
Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM
Bappeda Sumenep Dorong Integrasi Data Pembangunan dengan Prioritas Nasional
Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman
Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Sumenep Salurkan Bansos kepada Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Santri Berdaya, Indonesia Berjaya: Pesan Arif Firmanto di Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:48 WIB

SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Bukan Sekadar Serap Anggaran, Bappeda Sumenep Tekankan Manfaat Nyata Pembangunan

Berita Terbaru