SUMENEP, nusainsider.com — Kabupaten Sumenep di ujung timur Pulau Madura terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui penyelenggaraan Festival Ojhung yang digelar secara rutin setiap tahun lewat Dinas Kebudayaan pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Diabudporapar) setempat.
Tradisi khas Madura ini tidak hanya dijaga keberlangsungannya, tetapi juga dikembangkan sebagai daya tarik wisata unggulan daerah.
Pada 12 April 2026 lalu, Festival Ojhung digelar di kawasan Pantai Galung, setelah sebelumnya sukses diselenggarakan pada tahun 2025 di Pantai Badur.
Pemilihan lokasi di destinasi wisata tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menggabungkan kekuatan budaya dan potensi alam.
Pengunjung yang hadir waktu lalu tidak hanya disuguhkan atraksi budaya Ojhung yang sarat makna dan nilai tradisi, tetapi juga menikmati panorama pesisir yang indah dan alami.
Perpaduan antara kearifan lokal dan keindahan bahari tersebut menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.
“Itulah tujuan pemerintah,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo, Senin (25/5/2026).
Festival Ojhung merupakan bagian dari Kalender Event Sumenep yang secara konsisten digelar setiap tahun oleh pemerintah daerah bersama komunitas lokal.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata.
“Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata,” tutur Bupati Fauzi.
Ia juga menekankan pentingnya pengemasan konsep festival secara lebih menarik dan inovatif agar mampu menjangkau lebih banyak wisatawan, sekaligus memperkuat identitas budaya Madura di tingkat yang lebih luas.
Cak Fauzi menambahkan bahwa Festival Ojhung bukan sekadar tontonan, melainkan juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai warisan leluhur.
Dengan demikian, tradisi tersebut diharapkan tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi, “Tutupnya.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat pelaksanaan Festival Ojhung sebagai agenda budaya tahunan yang memiliki nilai strategis bagi pelestarian tradisi dan pengembangan wisata daerah.
Ia mengaku antusiasme masyarakat terhadap festival tersebut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, baik dari warga lokal maupun wisatawan luar daerah yang datang untuk menyaksikan langsung tradisi khas Madura itu, “Imbuhnya.
Menurutnya, Festival Ojhung memiliki potensi besar untuk menjadi ikon wisata budaya Sumenep karena memadukan unsur tradisi, hiburan rakyat, hingga promosi destinasi wisata alam yang dimiliki daerah.
Faruk, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pihaknya akan terus berinovasi dalam pengemasan kegiatan agar Festival Ojhung semakin dikenal luas dan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya pelaku UMKM dan sektor pariwisata lokal, “Paparnya.
![]()
Penulis : Wafa
















