Dari Sawah ke Sekolah: DKPP Sumenep Bimbing Petani Hadapi Tantangan Zaman

Rabu, 16 Juli 2025 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sekolah Lapang (SL) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep.

Foto. Sekolah Lapang (SL) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.comDinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep terus menggencarkan program Sekolah Lapang (SL) sebagai strategi untuk meningkatkan produktivitas petani dan mendukung kedaulatan pangan nasional.

Program ini membekali petani dengan pengetahuan praktis mulai dari penyiapan lahan, teknik budidaya, perawatan tanaman, hingga proses panen secara tepat, efisien, dan sesuai kondisi lokal masing-masing wilayah.

Bappeda Sumenep

SL menyasar kelompok tani di berbagai kecamatan dengan fokus utama pada tanaman pangan dan hortikultura. Hal ini sesuai dengan kebijakan nasional dalam upaya peningkatan produksi pertanian dalam negeri.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, melalui staf Bidang Penyuluhan, Rusnaini, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan guna menjangkau lebih banyak petani.

“Pada fase awal, kami melakukan pendekatan langsung melalui sosialisasi. Kami datangi para petani untuk mendengar kebutuhan mereka secara langsung,” ujar Rusnaini, yang akrab disapa Inong, Rabu (16/07/2025).

Ia menegaskan bahwa Sekolah Lapang bukan sekadar formalitas, melainkan solusi nyata atas berbagai persoalan di lapangan yang selama ini dihadapi oleh para petani di tingkat akar rumput.

Baca Juga :  Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan, Bappeda Sumenep Bahas Ranwal RPJMD Bersama Bappeda Jatim

Usai sosialisasi, tahap berikutnya adalah rembuk tani, yakni forum diskusi antara petani, penyuluh, dan narasumber dari DKPP maupun instansi terkait untuk menggali ide dan pengalaman secara langsung.

“Diskusi ini sangat penting karena menjadi ruang berbagi pengalaman. Bahkan sering kali muncul gagasan lokal yang sangat bermanfaat untuk pengembangan pertanian,” tambahnya.

Tahap akhir dari program ini adalah praktik langsung di lapangan. Petani dilatih mengolah tanah, memilih varietas unggul, menggunakan pupuk organik, serta menerapkan teknik panen terpadu yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Pembersihan Areal HGU No.94 PTPN 2 Kebun Limau Mungkur Berlangsung Kondusif

Materi dalam SL disusun agar mudah diterapkan dan disesuaikan dengan potensi dan tantangan masing-masing daerah, sehingga diharapkan hasil produksi lebih optimal dan berdampak jangka panjang.

Melalui Sekolah Lapang, Inong berharap setiap petani yang menjadi peserta mampu menjadi agen perubahan di komunitasnya dan menularkan pengetahuan yang telah diperoleh kepada petani lainnya.

“Kalau satu petani paham dan menerapkan teknik baru, dia bisa menjadi agen perubahan di desanya. Ini akan menciptakan efek berantai yang positif,” tegasnya.

Ia menyebut bahwa SL adalah strategi mencetak petani mandiri yang siap menghadapi tantangan zaman, termasuk iklim ekstrem dan fluktuasi harga pasar yang semakin tak menentu.

“Petani diajak terbuka terhadap teknologi dan pendekatan modern yang efisien dan berkelanjutan. Ini penting untuk ketahanan pangan jangka panjang,” ujarnya lagi.

Rusnaini menekankan bahwa fokus utama DKPP adalah memperkuat peran petani sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional secara menyeluruh.

“Kalau petani kuat, pangan daerah dan nasional akan terjaga. Maka dari itu, pendidikan praktis seperti Sekolah Lapang ini akan terus kami dorong dan kembangkan,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

ProASN Dikebut, Pemkab Sumenep Mantapkan Manajemen Talenta ASN
Soroti Nasib Pedagang Buah, Lia Istifhama Tekankan Kebijakan yang Lebih Berpihak
Sigap dan Humanis, Polwan Sumenep Atur Lalin Saat Ibadah Jumat
Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025
Akun WhatsApp ‘CV Sumber Jaya Barokah’ Lenyap, Alumni Ponpes Aqidah Usymuni Desak Polda Jatim Usut Pemilik Jasa
Edukasi Lalu Lintas Masuk Kampus, Satlantas Sumenep Perkuat Kesadaran Mahasiswa Uniba
Abaikan Pemanggilan, Travel Umrah di Malang Diduga Pasang Reklame Tanpa Izin
Mahameru Lantas: Satlantas Sumenep Lakukan Rumchek Ketat di Terminal Arya Wiraraja
banner 325x300

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 20:53 WIB

ProASN Dikebut, Pemkab Sumenep Mantapkan Manajemen Talenta ASN

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:52 WIB

Soroti Nasib Pedagang Buah, Lia Istifhama Tekankan Kebijakan yang Lebih Berpihak

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:55 WIB

Sigap dan Humanis, Polwan Sumenep Atur Lalin Saat Ibadah Jumat

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:30 WIB

Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 10:55 WIB

Akun WhatsApp ‘CV Sumber Jaya Barokah’ Lenyap, Alumni Ponpes Aqidah Usymuni Desak Polda Jatim Usut Pemilik Jasa

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:54 WIB

Abaikan Pemanggilan, Travel Umrah di Malang Diduga Pasang Reklame Tanpa Izin

Kamis, 11 Desember 2025 - 16:55 WIB

Mahameru Lantas: Satlantas Sumenep Lakukan Rumchek Ketat di Terminal Arya Wiraraja

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:45 WIB

Ning Lia Menginspirasi: Kisah Hidup, Nilai Perjuangan, dan Gagasan Besar untuk Negeri

Berita Terbaru