Dari Sonar Mosem Nemor hingga Sandoreng, 12 Daerah Ramaikan Panggung MCF #4 Sumenep

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Salahsatu penampilan peserta dari Kabupaten Banyuwangi dalam Gelaran Madura culture Festival #4 2026

Foto. Salahsatu penampilan peserta dari Kabupaten Banyuwangi dalam Gelaran Madura culture Festival #4 2026

SUMENEP, nusainsider.com — Panggung Madura Culture Festival (MCF) #4 Tahun 2026 di Kabupaten Sumenep berubah menjadi etalase besar kekayaan seni dan budaya Jawa Timur. Sebanyak 12 kabupaten/kota ambil bagian dengan menampilkan kesenian khas dari daerah masing-masing.

Kehadiran belasan daerah tersebut membuat MCF 2026 tidak sekadar menjadi ruang hiburan bagi masyarakat.

Festival ini juga menjadi wadah perjumpaan budaya sekaligus momentum untuk memperkenalkan identitas, tradisi dan kearifan lokal yang berkembang di berbagai wilayah Jawa Timur.

Setiap daerah tampil membawa karakter budaya masing-masing. Mulai dari tari tradisional hingga pertunjukan yang merepresentasikan sejarah dan kehidupan masyarakat setempat, seluruhnya berpadu dalam satu panggung budaya di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.

Pada hari pertama, Kabupaten Sumenep membuka rangkaian pertunjukan dengan Tari Sonar Mosem Nemor.

Baca Juga :  Dari Sekolah ke Panggung MCF #4, Disdik Sumenep Beri Ruang Pelajar Tunjukkan Bakat

Penampilan kemudian dilanjutkan Kabupaten Tuban dengan Tari Mustikaning Kenya. Kota Probolinggo tampil melalui Tari Nyareh Jukok, disusul Kabupaten Bondowoso yang memperkenalkan Wirogo Singo Konah.

Sementara itu, Kota Blitar ikut meramaikan panggung melalui Tari Pleret. Pertunjukan berlanjut dengan Kabupaten Malang yang membawakan Tari Sekar Tunjung Biru dan Kabupaten Pasuruan melalui Tari Gelora Pesisir.

Enam Daerah Kembali Ramaikan Panggung MCF

Kemeriahan panggung budaya MCF 2026 berlanjut pada hari kedua. Enam daerah lainnya turut tampil membawa kesenian khas yang menjadi identitas wilayah masing-masing.

Kabupaten Nganjuk menampilkan Tari Anjuk Ladang Tumandang. Kabupaten Banyuwangi hadir dengan Tari Majestik.

Berikutnya, Kabupaten Situbondo membawakan Tari Bheko Tambeng. Kabupaten Bangkalan tampil dengan Tari Arojung Paseseran, Kabupaten Sampang membawa Tari Kerabhen Sape, sedangkan Kabupaten Pamekasan mempersembahkan Tari Sandoreng.

Baca Juga :  PLN Sumenep Klaim Penebangan Dilakukan Secara Gotong Royong, Polisi Masih Selidiki Kasus

Rangkaian pertunjukan tersebut menjadi gambaran nyata keberagaman seni dan budaya yang dimiliki Jawa Timur. Perbedaan karakter dan tradisi justru menjadi kekuatan ketika seluruhnya dipertemukan dalam satu panggung MCF 2026.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, keterlibatan 12 kabupaten/kota menjadikan MCF 2026 sebagai ruang perjumpaan berbagai warna budaya Jawa Timur.

“Kehadiran kabupaten/kota menjadikan MCF 2026 sebagai ruang perjumpaan berbagai warna budaya Jawa Timur, mulai wilayah Madura, Tapal Kuda, hingga kawasan Jawa Timur lainnya,” kata Bupati Sumenep di sela-sela MCF 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, kolaborasi antardaerah melalui festival budaya memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan tradisi sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Baca Juga :  Program Kampung Nelayan Merah Putih di Jatim Dikritik, Satu Titik Masih 45 Persen

Melalui pertemuan tersebut, masyarakat tidak hanya disuguhi hiburan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat ragam kesenian yang lahir dan berkembang di berbagai daerah.

Pemerintah Kabupaten Sumenep pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh kabupaten dan kota yang ikut berpartisipasi dalam MCF #4 2026.

“Apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kabupaten dan kota yang ikut bersama-sama memeriahkan Madura Culture Festival, sehingga kebersamaan ini menjadi kekuatan dalam menyukseskan festival budaya,” pungkasnya.

Keterlibatan 12 kabupaten/kota sekaligus menunjukkan bahwa seni dan budaya mampu menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antardaerah.

MCF #4 2026 akhirnya tidak hanya meninggalkan kemeriahan pertunjukan di atas panggung. Festival tersebut juga menjadi ruang bertemunya beragam identitas budaya Jawa Timur dalam suasana kebersamaan di Kabupaten Sumenep.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan
KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja
Dinkes Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Kasus ISPA Dilaporkan Turun 70 Persen
Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!
FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:43 WIB

FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Dorong Pelayanan Posyandu Berkualitas, Kader di Pragaan Laok Ikuti Supervisi Fasilitatif

Berita Terbaru