Darurat Energi dan BBM Langka di Kepulauan Sumenep, Pimred Nusainsider Tetap Bertugas dengan Sepeda Listrik

Selasa, 7 April 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pimred nusainsider.com Ach Toifur Ali Wafa saat ada di kepulauan sumenep

Foto. Pimred nusainsider.com Ach Toifur Ali Wafa saat ada di kepulauan sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep selama empat hari terakhir berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat.

Kondisi ini menghambat berbagai aktivitas penting, mulai dari sektor pendidikan hingga perekonomian, khususnya nelayan yang kesulitan melaut akibat minimnya pasokan bahan bakar.

Keterbatasan BBM membuat akses transportasi antarwilayah terganggu. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar ikut terdampak, sementara roda ekonomi di sektor perikanan nyaris lumpuh karena nelayan tidak dapat menjalankan aktivitasnya secara normal.

Pimpinan Redaksi nusainsider.com, Ach Toifur Ali Wafa, turut merasakan dampak langsung dari krisis tersebut. Selama berada di Kepulauan Sapeken, ia bahkan harus menggunakan sepeda listrik untuk menjalankan tugas jurnalistik sekaligus beraktivitas di tengah keterbatasan BBM.

Baca Juga :  Dihadiri Ribuan Masyarakat, Peringatan Isra' Mi'raj Pemkab Sumenep Sukses di Gelar

Menurutnya, kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis distribusi, melainkan menunjukkan adanya ketimpangan serius dalam kebijakan energi nasional.

“Ini bukan sekadar kelangkaan biasa, tetapi sudah masuk kategori darurat energi. Negara gagal memastikan distribusi BBM berjalan secara adil, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang justru paling rentan,” tegas Toifur, Senin (6/4/2026).

Ia juga mengaku kecewa terhadap pernyataan Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemerintah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, yang sebelumnya menyebutkan bahwa pengiriman BBM akan dilakukan dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Yuk Hadir! Malam ini, Sumenep Akan Dipenuhi Nada: Parade Musik Tongtong segera Dimulai

Namun, hingga kini, meskipun kapal tol laut rute Kalianget–Kangean–Sapeken telah berlayar sebanyak tiga kali, belum ada tanda-tanda distribusi BBM sampai ke tangan pengecer di wilayah kepulauan.

Toifur menilai, persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai masalah jangka pendek semata. Ia menekankan bahwa ketahanan energi di wilayah kepulauan harus menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat kondisi geografis yang berbeda dengan wilayah daratan.

“Ketahanan energi di kepulauan seharusnya dirancang dengan sistem distribusi yang adaptif dan berkelanjutan. Jangan sampai masyarakat di wilayah terluar terus menjadi korban dari lemahnya perencanaan,” ujarnya.

Ia pun mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret untuk meredam krisis, mulai dari menetapkan status darurat energi hingga membuka jalur distribusi khusus yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat kepulauan.

Baca Juga :  “Polisi Belajar Baik”: Perjalanan Aipda Purnomo dari Kemiskinan Menuju Misi Kemanusiaan

Krisis BBM di Kepulauan Sumenep ini dinilai harus menjadi momentum evaluasi besar terhadap tata kelola distribusi energi nasional. Kebijakan ke depan diharapkan benar-benar mencerminkan prinsip keadilan, tanpa lagi meminggirkan masyarakat di wilayah terluar.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang dipertanyakan bukan hanya kapasitas pemerintah dalam mengelola energi, tetapi juga keberpihakan negara terhadap rakyatnya sendiri,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon
Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak
Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:27 WIB

Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:59 WIB

FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru