Arita Aprilicyana: Kematian 17 Anak Bukan Angka, Tapi Luka Mendalam

Kamis, 28 Agustus 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Arita Aprilycyana, S.Keb Puteri Pemberdayaan Perempuan Jawa Timur

Foto. Arita Aprilycyana, S.Keb Puteri Pemberdayaan Perempuan Jawa Timur

SUMENEP, nusainsider.com Puteri Pemberdayaan Perempuan Jawa Timur sekaligus Duta Keselamatan dan Disiplin Lalu Lintas, Arita Aprilicyana, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep agar lebih serius dalam mencegah dan menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

Menurut Arita sapaan akrabnya, kasus KLB campak di Sumenep yang telah merenggut 17 anak meninggal dunia dan lebih dari 2.035 kasus suspek merupakan tragedi kesehatan yang tidak seharusnya terjadi di era keterbukaan informasi serta kemajuan layanan kesehatan saat ini.

Bappeda Sumenep

“Kasus KLB campak di Kabupaten Sumenep yang telah menelan korban 17 anak meninggal dunia dan lebih dari 2.035 kasus suspek adalah tragedi kesehatan yang tidak seharusnya terjadi di era keterbukaan informasi dan kemajuan layanan kesehatan saat ini,” tegas Arita, Kamis (28/8/2025).

Perempuan asli kabupaten Sumenep yang akrab disapa Arita itu menilai Pemkab Sumenep kurang serius dalam menangani kesehatan sejak dini.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Ajak Warga Sumenep Rayakan Idul Fitri dengan Semangat Persaudaraan

Akibatnya, KLB campak di daerah ujung timur Pulau Madura tersebut tidak bisa terelakkan.

Ia menekankan pentingnya peran semua pihak untuk bergerak bersama, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, dalam mencegah jatuhnya korban baru.

“Saya berharap seluruh pemangku kepentingan baik mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat harus memastikan setiap anak di Sumenep mendapatkan imunisasi campak dan rubella sesuai jadwal,” jelasnya.

Arita menambahkan, target vaksinasi 78.569 anak yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus tercapai tepat waktu. Karena itu, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan keberhasilan program tersebut.

Baca Juga :  Pembersihan Areal HGU No.94 PTPN 2 Kebun Limau Mungkur Berlangsung Kondusif

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kematian 17 anak akibat campak tidak bisa dipandang hanya sebagai angka statistik.

Tragedi itu, kata Arita, adalah luka mendalam yang menunjukkan masih minimnya edukasi kesehatan, terutama di tingkat keluarga dan ibu.

“Sebagai duta pemberdayaan, saya menegaskan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam memastikan kesehatan generasi mendatang. Edukasi tentang imunisasi harus menyentuh hingga pelosok desa, dengan melibatkan kader, tokoh agama, dan komunitas perempuan agar tidak ada lagi orang tua yang ragu melindungi anaknya dengan vaksin,” tegasnya.

Selain itu, Arita juga menuntut transparansi penuh dari Pemkab Sumenep terkait data kasus, ketersediaan logistik vaksin, serta pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) yang kini tengah berjalan.

“Tidak boleh ada pengaburan informasi di tengah situasi KLB. Ini tentang nyawa anak-anak kita dan penerus masa depan bangsa,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

ProASN Dikebut, Pemkab Sumenep Mantapkan Manajemen Talenta ASN
Soroti Nasib Pedagang Buah, Lia Istifhama Tekankan Kebijakan yang Lebih Berpihak
Sigap dan Humanis, Polwan Sumenep Atur Lalin Saat Ibadah Jumat
Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025
Akun WhatsApp ‘CV Sumber Jaya Barokah’ Lenyap, Alumni Ponpes Aqidah Usymuni Desak Polda Jatim Usut Pemilik Jasa
Edukasi Lalu Lintas Masuk Kampus, Satlantas Sumenep Perkuat Kesadaran Mahasiswa Uniba
Abaikan Pemanggilan, Travel Umrah di Malang Diduga Pasang Reklame Tanpa Izin
Mahameru Lantas: Satlantas Sumenep Lakukan Rumchek Ketat di Terminal Arya Wiraraja
banner 325x300

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 20:53 WIB

ProASN Dikebut, Pemkab Sumenep Mantapkan Manajemen Talenta ASN

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:52 WIB

Soroti Nasib Pedagang Buah, Lia Istifhama Tekankan Kebijakan yang Lebih Berpihak

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:55 WIB

Sigap dan Humanis, Polwan Sumenep Atur Lalin Saat Ibadah Jumat

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:30 WIB

Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 10:55 WIB

Akun WhatsApp ‘CV Sumber Jaya Barokah’ Lenyap, Alumni Ponpes Aqidah Usymuni Desak Polda Jatim Usut Pemilik Jasa

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:54 WIB

Abaikan Pemanggilan, Travel Umrah di Malang Diduga Pasang Reklame Tanpa Izin

Kamis, 11 Desember 2025 - 16:55 WIB

Mahameru Lantas: Satlantas Sumenep Lakukan Rumchek Ketat di Terminal Arya Wiraraja

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:45 WIB

Ning Lia Menginspirasi: Kisah Hidup, Nilai Perjuangan, dan Gagasan Besar untuk Negeri

Berita Terbaru