Demo Damai di Mapolres Sumenep, Aktivis Tuntut Keadilan dan Transparansi Kasus Pelecehan Anak

Senin, 29 Desember 2025 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Massa Aksi kasus pelecehan seksual di depan Mapolres Sumenep.

Foto. Massa Aksi kasus pelecehan seksual di depan Mapolres Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Aktivis Pelindung Perempuan dan Anak menggelar aksi demonstrasi damai di depan Mapolres Sumenep, Jawa Timur, Senin (29/12/2025).

Aksi tersebut digelar untuk menuntut keadilan atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak yang dinilai sarat kejanggalan dalam proses penanganan hukumnya.

Dalam aksi tersebut, massa membawa selebaran pernyataan sikap serta rilis pers yang berisi kecaman keras terhadap dugaan kriminalisasi terhadap keluarga korban.

Mereka mendesak aparat penegak hukum agar berpihak pada korban dan menjunjung tinggi prinsip keadilan, bukan sebaliknya.

Menariknya, aksi demonstrasi tersebut tidak berhenti di luar pagar Mapolres. Perwakilan massa aksi diterima langsung oleh pihak Polres Sumenep untuk melakukan diskusi dan dialog terbuka terkait penanganan kasus dugaan pelecehan seksual anak yang kini menjadi perhatian publik.

Baca Juga :  Ning Lia: Raka-Raki Jatim Bukan Sekadar Duta Wisata, tapi Penggerak Potensi Daerah

Dalam dokumen tuntutan yang dibagikan, aliansi menyoroti munculnya laporan balik terhadap keluarga korban dengan tuduhan penganiayaan.

Laporan tersebut dinilai janggal dan tidak berdasar, mengingat terduga pelaku pelecehan seksual telah lebih dahulu diamankan oleh aparat kepolisian.

Massa aksi menilai laporan balik tersebut sebagai bentuk kriminalisasi nyata terhadap keluarga korban yang sejatinya tengah memperjuangkan keadilan bagi anaknya.

“Ini tragedi di atas tragedi. Korban sudah mengalami kekerasan seksual, tetapi keluarganya justru dilaporkan dan ditekan secara hukum,” tegas salah satu orator aksi, Tolak Amir, dalam orasinya di depan Mapolres Sumenep, Senin 29 Desember 2025.

Aliansi masyarakat dan aktivis perempuan dan anak menyampaikan sembilan tuntutan utama, di antaranya menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap keluarga korban, menangkap dan menahan pelaku secara maksimal tanpa perlindungan hukum, serta mengusut dugaan rekayasa laporan dan laporan fiktif.

Baca Juga :  Bencana di Torbang, Pemkab Sumenep Pastikan Korban Dapat Bantuan dan Perhatian

Selain itu, massa juga mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap oknum di lingkungan Polres Sumenep yang diduga menerima laporan tanpa dasar hukum yang kuat.

Mereka menuntut penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) secara penuh dan tanpa kompromi.

Dalam forum diskusi yang berlangsung di dalam Mapolres Sumenep, massa meminta transparansi serta kejelasan sikap dan komitmen aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut secara objektif, terbuka, dan berkeadilan.

Baca Juga :  Wow! Kepala Bappeda Sumenep Tampil Memukau Pada Grand Final Festival Batik 2024

Massa aksi juga menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga keadilan benar-benar berpihak kepada korban.

“Hari ini anak korban menangis, besok bisa jadi anak kita. Jika kejahatan seksual dibiarkan, maka negara sedang mengizinkan kegelapan menguasai masa depan,” tegas Tolak Amir.

Aksi demonstrasi masih berlangsung hingga pukul 12.16 WIB dengan seruan moral kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak membiarkan keluarga korban berjuang sendirian melawan ketidakadilan.

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih melakukan dialog dengan pihak Polres Sumenep di dalam Kantor Mapolres.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda
Dari Buku untuk Kemerdekaan, Puluhan Penggerak Literasi Berkumpul di Taman Adipura Sumenep
NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU
Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:54 WIB

“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Dari Buku untuk Kemerdekaan, Puluhan Penggerak Literasi Berkumpul di Taman Adipura Sumenep

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:42 WIB

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:28 WIB

Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment

Berita Terbaru