Dibalik iPhone dan Janji Gaji Tinggi, Eks Pegawai Ungkap Nafsu Gelap Bos Konter

Rabu, 30 Juli 2025 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com — Dugaan praktik tak senonoh yang dilakukan seorang bos konter HP ternama di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kini menjadi perbincangan publik.

Skandal ini mencuat setelah mantan pegawai perempuan membongkar perlakuan menjijikkan yang dialaminya selama bekerja.

Berdasarkan rekaman pengakuan, kasus bermula saat Melati (nama samaran) menceritakan perlakuan buruk sang bos kepada rekan sejawatnya.

Melati mengaku kaget karena sosok bos yang dikenal religius ternyata memiliki sisi kelam yang tak disangka.

“Saya tidak menyangka, orang yang kelihatan religius ternyata berotak mesum dan bejat,” ucap Melati dalam pengakuannya.

Ia mengaku pernah diberi fasilitas seperti iPhone hingga diajak ke hotel. Dalam kondisi terpaksa, Melati menyatakan dirinya diperlakukan tak senonoh.

Baca Juga :  Dukungan Kepada Paslon FAHAM Makin Menguat, Kali Ini Masyarakat Ganding Juga Pasang Badan

Melati meyakini bahwa ia bukan satu-satunya korban. Menurutnya, sang bos memang sengaja mempekerjakan perempuan-perempuan cantik di konternya untuk memuaskan nafsu pribadi.

Kini, Melati diberhentikan tanpa alasan jelas. Posisinya sebagai orang kepercayaan pun digantikan oleh perempuan lain.

Topeng religius sang bos runtuh setelah Melati membeberkan sisi gelapnya. Selama ini, pria tersebut tampil alim dan sopan di hadapan publik, namun disebut-sebut menjadikan tempat kerjanya sebagai ladang eksploitasi seksual.

“Awalnya saya dikasih iPhone, lalu dia ajak ke hotel. Saya terpaksa. Itu imbalannya,” kata Melati.

Ia juga menuding rekrutmen pegawai perempuan di konter tersebut bukan berdasarkan kompetensi, melainkan paras dan kepatuhan.

“Dia gak cari yang pinter kerja, tapi yang cantik dan nurut. Saya yakin, saya bukan satu-satunya,” lanjutnya.

Menurut Melati, pola perlakuan sang bos terbilang jelas: pegawai cantik direkrut, diberi fasilitas mewah dan gaji tinggi, lalu dijadikan objek seksual. Jika menolak, akan disingkirkan. Seperti yang dialaminya.

Baca Juga :  Kepedulian Polri-TNI: Bakti Sosial untuk Nelayan dan Pengelola Wisata Pantai Slopeng

Kasus ini semakin menjadi sorotan karena sosok sang bos dikenal sebagai panutan. Publik pun terkejut dengan sisi gelap di balik penampilannya yang “Sok Suci”.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terduga belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi juga belum membuahkan hasil.

Sementara itu, sejumlah aktivis perempuan di Sumenep angkat suara. Mereka mendesak agar aparat kepolisian segera bertindak dan menyelidiki kasus tersebut.

“Ini jelas bentuk pelecehan seksual yang dibungkus fasilitas. Jangan tunggu viral dulu baru bertindak,” ujar Siti Nurhasanah, aktivis perlindungan perempuan Madura.

Warga sekitar juga mengecam kasus ini. Mereka menyebut peristiwa ini sebagai tamparan keras bagi dunia kerja informal yang rentan tanpa pengawasan.

Baca Juga :  Transformasi Pajak Daerah Melaju: Sumenep Terapkan e-SPPT dan QRIS Hingga Desa

Jika kasus semacam ini dibiarkan, bukan tidak mungkin praktik amoral seperti ini akan menyebar ke tempat lain.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru