SUMENEP, nusainsider.com — Pernyataan tidak pantas diduga dilontarkan oleh seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan UPP Kelas III Sapudi yang menuding masyarakat Sapudi memiliki sumber daya manusia (SDM) rendah. Pernyataan tersebut menuai kekecewaan dan kemarahan warga kepulauan.
Ucapan yang dinilai merendahkan itu disampaikan melalui kolom komentar media sosial TikTok, saat menanggapi komentar akun @saputro12 pada 20 November 2025. Komentar tersebut muncul di tengah ramainya kritik publik terkait pembangunan Replacement Pelabuhan Sapudi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, komentar tersebut ditulis oleh pemilik akun @Hidayatdayat, yang diketahui merupakan PNS di UPP Kelas III Sapudi.
Ia menanggapi kritik masyarakat dengan pernyataan yang dinilai menyudutkan.
“Betul pak. Tapi kita harus memaklumi mungkin karena faktor SDM yang rendah,” tulis akun tersebut dalam kolom komentar.
Pernyataan itu sontak memicu reaksi keras dari masyarakat Sapudi. Banyak pihak menilai ucapan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat publik, terlebih dalam konteks kritik kebijakan pembangunan yang sebelumnya telah melalui kajian dan diskusi oleh masyarakat.
Warga menilai pernyataan tersebut mencederai martabat masyarakat kepulauan yang selama ini aktif memberikan masukan konstruktif terhadap pembangunan daerah, khususnya terkait dampak ekonomi dan sosial dari proyek Replacement Pelabuhan Sapudi.
Tak hanya sekali, oknum PNS tersebut juga disebut kerap melontarkan pernyataan bernada merendahkan. Padahal, yang bersangkutan dikenal sebagai figur penting di lingkungan UPP Kelas III Sapudi. Sikapnya dinilai tidak mencerminkan etika aparatur negara dan terkesan anti kritik.
Alih-alih membuka ruang dialog yang sehat dan partisipatif, oknum tersebut justru dinilai menggunakan media sosial untuk menyudutkan masyarakat. Pernyataan itu seolah menggambarkan warga Sapudi tidak memiliki kapasitas, kompetensi, maupun pemahaman yang memadai.
Salah satu tokoh pemuda Sapudi, Mas’udi, menyayangkan pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa tudingan SDM rendah sangat tidak berdasar dan mencederai prinsip pelayanan publik.
“Kalau kami dianggap SDM rendah, lalu untuk apa kami membahas inflasi ekonomi dan dampak pembangunan replacement pelabuhan secara mendalam?” ujar Mas’udi, Rabu (17/12/2025).
Menurut Mas’udi, masyarakat Sapudi selama ini telah berkontribusi besar dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi maritim, pendidikan, hingga partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
“Kami bukan masyarakat dengan SDM rendah. Dalam menyampaikan kritik, kami melalui diskusi panjang dan kajian. Kalau memang anti kritik, jangan melukai hati masyarakat dengan pernyataan seperti itu,” tegasnya.
Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan di Sapudi. Mereka menilai sikap arogan dan diskriminatif dari oknum aparatur negara tidak boleh dibiarkan karena bertentangan dengan semangat reformasi birokrasi.
Masyarakat mendesak instansi terkait, khususnya Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, untuk segera melakukan klarifikasi serta evaluasi terhadap oknum PNS tersebut.
“Ini sudah memicu amarah publik. Kementerian Perhubungan, khususnya Ditjen Hubla, dinilai gagal membina pegawainya agar menjadi pelayan publik yang beretika, bukan justru arogan,” ungkap salah satu warga.
Masyarakat berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh aparatur negara agar lebih menjunjung etika, menghormati masyarakat, serta mengedepankan dialog yang adil dan bermartabat dalam setiap kebijakan pembangunan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi media ini, Hidayat selaku oknum PNS UPP Kelas III Sapudi justru memberikan tanggapan yang dinilai tidak menjawab substansi persoalan.
“Kalau air laut saat gelombang tinggi naik ke atas dermaga dan tidak setuju dengan rehab supaya dermaga lebih tinggi itu apa namanya pak?” tulisnya kepada media nusainsider.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/12/2025).
Hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi secara tegas maupun permintaan maaf atas pernyataan bernada merendahkan yang disampaikannya melalui platform TikTok.
![]()
Penulis : Wafa

















