SUMENEP, nusainsider.com — Transformasi digital tak lagi sekadar menjadi pilihan, tetapi kebutuhan dalam mempercepat pelayanan publik sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Pesan itu mengemuka saat Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meninjau stan Bank Jatim dalam Pameran Pembangunan Madura Culture Festival (MCF) #4 2026.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Bupati untuk melihat langsung berbagai inovasi dan layanan perbankan yang dikembangkan Bank Jatim. Mulai dari layanan digital, transaksi nontunai, pembiayaan hingga dukungan terhadap UMKM.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola transaksi masyarakat, Bank Jatim memperkenalkan sejumlah layanan digital yang dirancang untuk memberikan kemudahan kepada nasabah.
Salah satunya New JConnect Mobile. Layanan perbankan digital tersebut memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi secara praktis tanpa harus selalu mendatangi kantor cabang.
Bagi Kabupaten Sumenep yang memiliki karakteristik wilayah daratan dan kepulauan, penguatan layanan digital dinilai memiliki arti penting.
Digitalisasi perbankan dapat membuka akses transaksi yang lebih mudah, cepat dan efisien, termasuk bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan.
Selain layanan digital untuk masyarakat, Bank Jatim juga memperkenalkan Smart ID Card bagi aparatur sipil negara (ASN). Inovasi tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Smart ID Card memiliki fungsi multifungsi, tidak hanya sebagai identitas ASN, tetapi juga mendukung kebutuhan transaksi keuangan.
Bank Jatim turut memperkuat layanan pembiayaan bagi ASN melalui sejumlah produk, di antaranya kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor.
Namun, dukungan Bank Jatim tidak berhenti pada layanan individual. Perbankan daerah tersebut juga memiliki peran dalam mendukung tata kelola keuangan pemerintah daerah melalui berbagai instrumen digital.
Di antaranya Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), pembayaran pajak daerah secara online, BI-Fast hingga Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD).
Digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan transaksi pemerintahan yang lebih efektif, efisien dan transparan.
Pada sisi lain, sektor ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian. Bank Jatim mendorong pemberdayaan UMKM melalui perluasan penggunaan QRIS dan JConnect Merchant.
Pemanfaatan pembayaran digital tersebut dinilai dapat membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa menggunakan transaksi nontunai.
Bagi pelaku usaha lokal, kehadiran sistem pembayaran digital bukan hanya soal kemudahan transaksi. Lebih jauh, digitalisasi dapat menjadi bagian dari strategi memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menilai transformasi digital harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam mengakses pelayanan maupun melakukan aktivitas ekonomi.
“Transformasi digital harus memberikan kemudahan bagi masyarakat. Teknologi jangan hanya menjadi inovasi, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kunjungan tersebut.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga perbankan dinilai penting untuk memastikan digitalisasi tidak berhenti pada pengembangan teknologi semata.
Kehadiran Bank Jatim dalam Pameran Pembangunan MCF 2026 menjadi ruang untuk mendekatkan berbagai produk dan inovasi perbankan kepada masyarakat.
Masyarakat dapat melihat secara langsung perkembangan layanan perbankan sekaligus memahami berbagai kemudahan yang ditawarkan melalui ekosistem transaksi digital.
Pameran Pembangunan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #4 2026 yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 4 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi perangkat daerah, lembaga dan berbagai mitra pembangunan untuk memperkenalkan program, inovasi serta kontribusinya terhadap pembangunan Kabupaten Sumenep.
Melalui momentum MCF 2026, kolaborasi pemerintah daerah, dunia perbankan dan masyarakat diharapkan semakin kuat.
Terutama dalam mempercepat digitalisasi transaksi, memperluas akses layanan keuangan, memperkuat UMKM serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin mudah, cepat dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
![]()
Penulis : Wafa
















